Masyarakat dan Wisatawan Diimbau Tetap Tenang Respon Gempa Tektonik Lombok Timur

oleh -646 views

LOMBOK TIMUR – Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak terpengaruh isu tak bertanggung jawab seputar gempa tektonik di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masyarakat dan wisatawan diminta tetap tenang. Pemerintah juga memastikan akan menanggung seluruh, pengobatan, dan pengurusan jenazah bagi wisatawan korban gempa tektonik. Bencana di Lombok Timur terjadi Minggu (17/3).

Ketua Tim Tourism Crisis Center Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Jakarta, Senin (18/3/2019), menyatakan, Kemenpar bersama Pemerintah Daerah dan pihak terkait terus bersinergi. Serta, berkoordinasi untuk menangani dampak gempa tektonik berkekuatan 5,4 skala richter. Lokasinya sekitar 20 KM arah Kota Selong, Lombok Timur.

“Kejadian gempa di Lombok mengakibatkan longsor di destinasi air terjun Tiu Kelep Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Dan menyebabkan korban meninggal 3 orang dan 2 orang di antaranya wisman asal Malaysia. Yakni bernama Tai Siaw Kim dan Lim Sai Wah, serta 1 warga lokal di Senaru,” kata Guntur.

Guntur memastikan Pemerintah akan melakukan upaya terbaik. Termasuk bersinergi melakukan evakuasi dan penyelamatan wisman Malaysia di dekat lokasi longsor akibat gempa. Jumlah wisatawan Malaysia yang terdampak gempa sekitar 22 orang.

Guntur juga memastikan penanganan dan pengobatan bagi korban terluka disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Bagi korban wisatawan yang meninggal, jenazah akan disiapkan kepulangannya oleh Pemerintah Provinsi NTB kepada keluarga mereka di Malaysia. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa,” katanya.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tektonik yang terjadi di Lombok itu disebabkan oleh penyesaran turun (normal fault) dan dilaporkan tidak berpotensi tsunami. Karenanya, Tim Tourism Crisis Center Kemenpar mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang. Dan, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berdasarkan koordinasi pihaknya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB terpantau hingga saat ini belum ada dirasakan gempa susulan (aftershock), kondisi sudah mulai kondusif.

“Korban luka sudah di bawa ke rumah sakit dan puskesmas terdekat,” kata Guntur.

Berdasarkan laporan terbaru dari BPBD Kabupaten Lombok Utara, ada sekitar 36 wisatawan terdiri dari 22 wisatawan mancanegara asal Malaysia dan 14 warga lokal dievakuasi di Air Terjun Tiu Kelep Kabupaten Lombok Utara.

Air terjun yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan itu dilaporkan longsor akibat gempa tersebut. Sebanyak 2 orang meninggal dunia berasal dari Malaysia akibat tertimpa material longsoran di lokasi tersebut.

Selain itu pada saat kejadian gempa ada sekitar 56 orang tim survei jalur pendakian Rinjani terdiri dari TNGR, BPBD NTB, Porter, Geopark, Orplas, PVMBG, TO, TNI, dan POLRI sebanyak 28 orang Jalur Senaru dan 28 orang Jalur Sembalun, saat ini Kedua Tim tersebut sudah berada di posisi yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *