Melalui BISA dan Bimtek Fotografi, DTW Gianyar Parkuat Tones Status Kota Kreatif Global

oleh -148 views

GIANYAR – Posisi tawar industri ekonomi kreatif Daya Tarik Wista (DTW) Gianyar dinaikan. Medianya melalui program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) juga Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi pada Senin (31/8). Lokasinya di Tegallalang, Gianyar, Bali. Porsi besar DTW Gianyar akan diberikan kepada subsektor ekonomi kreatif Seni Pertunjukan yang ditopang Kriya dan Kuliner.

“Kami terus mengoptimalkan posisi ekonomi kreatif DTW Gianyar. Tujuannya, untuk mendukung lini pariwisata agar semakin optimal menarik kunjungan wisatawan. Mendorong ekonomi kreatif juga jadi cara untuk menaikan kualitas pariwisata Gianyar secara menyeluruh,” ungkap Kadispar Gianyar Anak Agung Gde Putrawan, Senin (31/8).

Menguatkan lini ekonomi kreatif, DTW Gianyar ini memiliki 3 konten prioritas dari 16 subsektor. Konten ekonomi kreatif unggulannya terdiri dari, Seni Pertunjukan, Kriya, dan Kuliner. Dari komposisi tersebut, DTW Gianyar menempatkan Seni Pertunjukan sebagai lokomotif utamanya. Sebab, Gianyar memiliki beragam seni budaya khas. Adapun status Seni Kriya dan Kuliner berperan sebagai pengungkitnya.

“Ada banyak potensi dari subsektor ekonomi kreatif di DTW Gianyar. Namun, yang berstatus unggulan itu hanya 3. Dan, kami tempatkan Seni Pertunjukan sebagai yang paling utama dari 2 lainnya. Kami tetap yakin, Seni Pertunjukan masih efektif untuk menarik kunjungan wisatawan. Apalagi, potensinya di sini sangatlah luar biasa,” terang Anak Agung.

Didukung 7 kecamatan, DTW Gianyar memiliki kantong-kantong seni dan budaya merata pada seluruh wilayahnya. Hingga Mei 2019, Gianyar didukung oleh 3.441 Sekaa dan Sanggar Seni Pertunjukan yang aktif. Komposinya ada Kelompok Seni Wali (Sakral dan Religius), Seni Bebali (Seremonial dan religius), juga Seni Balih Balihan. Seni Balih Balihan mencakup klasik/tradisional, modern, hingga kesenian wisata.

Lebih lanjut, Gianyar memiliki beragam warna seni dan budaya yang khas. Sebut saja, tradisi Mesbes Bangke, Ngerebeg, Mempantigan, Siat Yeh, dan Mepeed. Ada juga berupa Tradisi Ngedeblag, Meketekan, Maedeng, Siat Sampian, juga Mesabatan Api. Gianyar juga memiliki Tari Sang Hyang Jaran yang diakui Unesco, selain Tari Sekar Pucuk yang menjadi salah satu identitas daerahnya.

“Selain alam, seni budaya yang dimiliki DTW Gianyar memang beragam dan eksotis. Sangat wajar bila Gianyar masuk dalam 10 kota kreatif. Sebab, masyarakat di sana kreatif dan produktif dalam melahirkan karya yang menginspirasi. Dunia bahkan mengakuinya. Ini tentu jadi potensi pariwisata yang bagus,” jelas Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.

Terhitung sejak Oktober 2019, Gianyar memang menjadi member 10 Kabupaten/Kota Kreatif Nasional dengan kekuatan Daya Tarik Global. Selain Seni Pertunjukan, Gianyar juga menawarkan sisi eksotis dari Seni Kriyanya. DGianyar juga ditetapkan sebagai Kota Kerajinan Dunia oleh World Craft Council Asia Pacific Region. Sebab, mereka memiliki ciri khas unik dan jumlah sebarannya pengrajinnya besar.

Hingga akhir 2018, DTW Gianyar total memiliki 36.890 unit industri kerajinan. Industri kreatif kerajinan ini bahkan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi 81.946 orang. Komposisi produk kreatif yang dihasilkannya sangatlah beragam. Ada kerajinan kayu, emas dan perak, endek atau tenun, bambu, kulit, hingga pangan. Wisnu menambahkan, Gianyar menjadi destinasi wisata lengkap.

“Potensi pariwisata Gianyar secara menyeluruh luar biasa. DTW ini menjadi situs besar budaya bahkan peradaban manusia. Semua bentuk karya kreatif ada di sana, seperti kerajinan dengan ragam lengkap. Kami rekomendasikan Gianyar sebagai spot terbaik berlibur bagi wisatawan dunia,” lanjut Wisnu.

Mengoptimalkan akselerasi perkembangan industri ekonomi kreatifnya, beragam kebijakan diberikan oleh pemangku kebijakan di sana. Saat ini Dinas Pariwisata Gianyar sudah membentuk Tim Ekonomi Kreatif. Sebagai awalan, tim ini melakukan maping beragam potensi industri kreatif di wilayah Gianyar. Nantinya informasi yang masuk akan digunakan sebagai basis data ekonomi kreatif dan pengembangan.

“Posisi Gianyar sebagai situs besar pariwisata dan ekonomi kreatif memang tidak diragukan. Semua stakeholder di sana sangat solid dan punya komitmen sama untuk berkembang. Hal ini tentu jadi modal positif untuk mengembalikan atmosfer pariwisata di Gianyar bahkan Bali secara umum,” tutup Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *