Menikmati Keindahan Alam, Melihat dari Dekat Tarsius di Batu Mentas dan Bukit Peramun

oleh -221 views

BANGKA BELITUNG – Bagi sebagian orang berwisata merupakan kebutuhan yang tak boleh dilupakan untuk melepaskan penat. Nah, jika Anda tengah berada di Bangka Belitung, tak ada salahnya mengunjungi destinasi wisata Batu Mentas dan Bukit Peramun.

Saat ini destinasi wisata tersebut tengah hits di kalangan wisatawan. Di kedua obyek wisata ini kita dapat melihat lebih dekat hewan mungil tarsius bancanus atau Mentilin yang merupakan salah satu spesies tarsius.  Primata endemik Sumatera dan Kalimantan ini ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Bangka Belitung. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar famtrip ke dua kawasan destinasi yang tengah populer tersebut.

Keindahan alam Batu Mentas juga tak kalah menarik, karena kawasan objek wisata tidak hanya sebagai tempat penangkaran tarsius tetapi juga tempat berkembangnya berbagai flora dan fauna lainnya yang sudah terancam punah dan langka seperti pelanduk, burung siaw, tupai kelaras, serta tanaman hutan khas daerah itu.

Batu Mentas yang berada di kaki gunung tajam, memiliki potensi yang luar biasa sebagai sebuah destinasi wisata terpadu. Keindahan alam baik sungainya yang jernih maupun hutannya yang masih lebat, keunikan flora dan fauna, kehidupan masyarakat lokal dengan sentra kebun nanas dan ladanya, ditambah dengan keunikan seni budaya tradisionalnya serta keahlian masyarakatnya membuat kerajinan anyaman serta rotan.

Selain mengunjungi Batu Mentas, Famtrip Kemenparekraf juga mengunjungi destinasi wisata menarik lainnya yakni wisata alam Bukit Peramun yang terletak di terletak di Hutan Produksi (HP) Desa Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Bukit Peramun merupakan objek wisata strategis memandang ke pesisir Pantai Sijuk, terutama Pulau Lengkuas, Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang. Bukit Peramun juga memiliki hamparan batu granit yang bisa memanjakan mata. Tidak sedikit kini sebagaian penggiat alam sering memanfaatkan lokasi tersebut untuk camping maupun melakukan aktivitas di alam bebas.

Di sini kita juga bisa melihat penangkaran hewan lucu tarsius yang memang dibudidayakan. Kepala Dinas Pariwisata Bangka Belitung, Jasagung Haryadi mengatakan, kedua kawasan tersebut merupakan kawasan yang kini tengah dikembangkan oleh pihaknya sebagai destinasi wisata unggulan.

“Kedua destinasi wisata ini memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing. Karena keunikannya itu kemudian menjadi trip favorit untuk wisatawan. Hari ini kami ucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf/Baparekraf yang telah melakukan perjalanan wisata ke kedua destinasi ini,” tutur Jasagung, Jumat (26/2/2021).

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, sebagai sebuah obyek wisata Batu Mentas dan Bukit Peramun memiliki ciri khas yang menjadi daya tarik tersendiri. Diakuinya, pandemi Covid-19 memukul sektor pariwisata, termasuk kunjungan ke kedua obyek wisata tersebut. “Kami ingin agar sektor pariwisata ini bisa bangkit dan bergerak kembali setelah dihantam badai Corona. Kata kuncinya adalah pergerakan wisatawan dan aspek keamanan dan kesehatan selama di obyek wisata,” tutur Vinsensius Jemadu.

Itu sebabnya, pria yang karib disapa VJ ini melanjutkan, segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan selama masa pandemi sedapat mungkin dapat diaplikasikan di seluruh obyek wisata di Indonesia, termasuk Batu Mentas dan Bukit Peramun ini. “Orientasi wisatawan dalam memilih obyek wisata di masa pandemi ini berubah total. Tak hanya sekadar atraksi, aksesibilitas dan amenitas belak, namun juga pada aspek keselamatan dan kesehatan,” tuturnya.

Koordinator Pemasaran Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, famtrip ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan kesiapan kedua obyek wisata yang dieksplorasi itu. Selain itu, famtrip ini juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada wisatawan mengenai obyek wisata yang dapat dikunjungi selama berlibur di Bangka Belitung. “Jadi, wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi sesuai dengan minat yang diinginkannya. Bangka Belitung ini potensi obyek wisatanya besar sekali. Kita berharap diferensiasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” harap Taufik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *