Menpar Arief Yahya Kunjungi Industri Pariwisata Indonesia di FITUR Madrid

oleh -932 views

SUARAJATIM.CO.ID, MADRID – Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta rombongan hadir di Feria Internacional de Turismo (FITUR). Event ini dilangsungkan di Madrid, Spanyol, 23-27 Januari 2019. Menpar menyempatkan diri mengunjungi industri pariwisata yang ada Pavillion Wonderful Indonesia (WI). Seperti biasa, booth berdesain Kapal Phinisi.

Kenapa didesain Kapal Phinisi? Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kapal Phinisi adalah cermin kehebatan bahari Indonesia. Kehebatan kapal ini sangat melegenda.

“Kapal Phinisi demikian mendunia. Wonderful Indonesia bahkan menggunakannya sebagai ikon dalam setiap pameran di luar negeri. Meski terbuat dari kayu, kapal ini sangat eksotis dan kuat,” kata Menpar Arief Yahya didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol, Hermono, Kamis (24/1).

Desain Kapal Phinisi selalu menarik perhatian pengunjung di tiap pameran yang diikuti Kemenpar. Bahkan, tak jarang desain Kapal Phinisi meraih penghargaan sebagai desain terbaik. Kapal Phinisi juga kerap dijadikan background foto pengunjung karena memang sangat Instagramable.

Dalam kesempatan ini, Menpar Arief Yahya juga mempromosikan kopi Indonesia dan masakan Nusantara. Kopi Indonesia nampak disoroti media-media televisi Spanyol, selain kostum karnaval yang jadi objek liputan.

Kopi Indonesia memang paling banyak diburu pengunjung di acara ini. Menpar mengungkapkan, Indonesia selalu diminta menghadirkan stand kopi dalam acara pameran-pameran besar.

“Saya berada di salah satu sudut kopi Wonderful Indonesia di arena FITUR Madrid, kopi kita paling banyak diburu pengunjung di pameran ini,” ujar Menpar Arief Yahya.

Selain kopi, minuman tradisional Indonesia juga happening di FITUR Madrid. Ada Bir Mataram, Wedang Sereh, Wedang Secang, Jahe, Kencur, dan banyak lagi.

Selain makanan dan minuman khas Indonesia, tak ketinggalan stand Henna yang menjadi pusat perhatian pengunjung FITUR hingga ratusan orang. Henna adalah nama tumbuhan tertua yang digunakan sebagai kosmetik. Henna merupakan bahan untuk Mehndi, sebuah seni untuk menghias tubuh.

Yang paling heboh, ternyata musik Dangdut, musik khas asli Indonesia. Musik Dangdut modern yang dilantunkan di Pavillion WI menjadi magnit pengunjung yang ikutan joged poco poco hingga suasana menjadi heboh.

Usai mengunjungi pavillion WI, Menpar Arief Yahya juga menempatkan diri mampir ke restoran Sabor, sebuah reatoran Indonesia yang ada di Madrid. Restoran ini sudah di-branding Wonderful Indonesia.

Salah satu chef restoran Sabor mengatakan kepada Menpar Arief Yahya, setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu restoran ini selalu penuh konsumen masyarakat Madrid.

“Yang paling dicari sambel dan lombok pedas. Untuk makanan yang menjadi favorit ada Sate, Soto, Gado-gado, Nasi Goreng dan Rendang. Kerupuk juga menjadi makanan kesukaan,” ujarnya.

Di FITUR Madrid, Menpar Arief Yahya sebelumnya memaparkan tiga produk Kemenpar. Yakni Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Program (STD-STO-STC) dan Homestay-Desa Wisata.

FITUR Madrid 2019 merupakan pameran industri pariwisata terbesar ketiga dunia, setelah ITB Berlin dan WTM London. Pada 2015, FITUR Madrid dikunjungi 222.551 orang dengan 9.419 exhibitors, 2016 dikunjungi 231.872 orang dengan 9.605 exhibitors, 2017 dikunjungi 244.972 orang dengan 9.893 exhausted, dan 2018 dikunjungi 250.980 orang dengan 10.190 exhibitors.

Kali ini Kemenpar memboyong 18 seller dari kalangan travel agent, tour operator, hotel dan akomodasi, serta BUMN pariwisata. Pada 2016, Kemenpar membawa 11 industri berhasil menjual 1.108 pax menghasilkan devisa Rp 159 miliar.

Pada 2017, yang diboyong 18 industri berhasil menjual 823 pax mendatangkan devisa Rp 242 miliar. Di 2018, membawa 18 industri berhasil menjual 969 pax mendatangkan devisa Rp 202 miliar. Sedangkan di 2019 ini, membawa 18 industri, diperkirakan terjual 1.133 pax dengan devisa Rp 236 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *