Menpar Lakukan Ground Breaking Ama-Lurra Resort di Gili Air

oleh -1.208 views

SUARAJATIM.CO.ID, LOMBOK UTARA – Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat, Kamis (21/2). Kali ini, Menpar melakukan ground breaking Ama-Lurra Resort di Gili Air, Lombok. Konsep yang dikembangkan resort ini adalah ramah lingkungan melalui net zero emission.

“Pembangunan resort di Gili Air ini sangat ideal. Sebab, Gili Air ini adalah destinasi unggulan di NTB. Alamnya luar biasa. Geografisnya juga sangat strategis. Kawasan ini juga akan terus berkembang. Dan, kehadiran Ama-Lurra Resort ini semakin menguatkan posisi tawar Gili Air sebagai destinasi terbaik,” tutur Menpar.

Gili Air masuk dalam kawasan wisata Gili Matra. Alias Gili Meno, Air, dan Trawangan. Area ini menawarkan eksotisnya bawah air. Gili Air adalah spot terbaik untuk snorkling dan diving. Ada 5 spot yang ditawarkan, yaitu Air Wall, Air Slope, Frogfish Point, Segaluh, dan Malang Reef.

Lebih spesial lagi, Gili Air memiliki kemudahan aksesibilitas. Destinasi ini terkoneksi langsung dengan Bali. Transportasinya menggunakan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. “Gili Air memang sangat bagus. Posisinya sangat strategis sebagai pilihan investasi. Kami tentu gembira dengan dikembangkannya Ama-Lurra Resort. Apalagi mereka grup besar,” terang Menpar lagi.

Ama-Lurra dikembangkan Eastern Latitudes yang berbasis di Eropa. Mereka adalah spesialis pengembang boutique villa-resort di spot eksotis. Selain di Lombok, Ama-Lurra juga berada di Tanjung Lesung, Banten. Berikutnya, akan dikembangkan di Bintan, Belitung, Sentul, Kawah Ijen, Ubud, Matatua, Labuan Bajo, dan Morotai.

“Ama-Lurra Resort menjadi angin segar bagi pariwisata Indonesia. Dengan kualitas yang ditawarkannya, resort ini menaikan value pariwisata Indonesia. Ama-Lurra Resort juga memberikan impact positif bagi perekonomian secara keseluruhan,” tegas Menpar.

Di Gili Air, Ama-Lurra Resort akan membangun beragam infrastruktur. Berupa 24 villa, restoran, beach club, dan infinity pool. Konsepnya dibangun dengan net zero carbon emmision melalui solar energy juga wind turbine. Dikembangkan juga cultural pavilion. Dengan konsep seperti ini, total investasi yang digelontorkan sekitar USD2,2 Juta yang terbagi dalam 2 tahap.

Investasi tahap pertama disuntikan USD1,2 Juta. Sisa aliran investasi senilai USD1 Juta masuk tahap 2. Menariknya, status kepemilikan sahamnya juga melibatkan domestik. Komposisi kepemilikan sahamnya 60% asing dan 40% lokal. Market Ama-Lurra Resort juga sangat jelas, yaitu menyasar 90% asing dan 10% domestik. Pasar utama bidikannya adalah Eropa.

“Masuknya investasi menjadi indikator pertumbuhan positif destinasi pariwisata. NTB ini sangat bagus. Wajar bila aliran investasinya menjanjikan, diantaranya melalui Ama-Lurra Resort ini. Kami berharap, profil positif NTB ini bisa menginspirasi daerah lain untuk terus menggenjot sektor pariwisatanya,” kata Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Pergerakan arus masuk investasi Pulau Seribu Masjid memang menjanjikan. Sepanjang 2017, realisasi nilai investasi masuk sekitar USD106,16 Juta. Nilai ini tumbuh 248% dari tahun 2016. Arus masuk di 2017 terbagi 2, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Untuk PMA memiliki porsi dominan USD85,24 Juta, lalu PMDN-nya sekitar USD20,92 Juta.

“Akan ada banyak keuntungan yang akan dinikmati NTB. Tingkat perekonomian NTB secara umum akan terus membaik. Sebab, masyarakat memiliki kesempatan yang luas untuk mendapatkan lapangan kerja. Pariwisata juga membuka peluang banyak industri kreatif untuk berkembang,” papar Menpar lagi.

Ama-Lurra membuka kesempatan kerja bagi masyarakat NTB. Kehadirannya bisa menampung 50 lapangan pekerjaan langsung. Untuk potensi lapangan kerja tidak langsung berada di angka 100. Ama-Lurra Resort juga mengembangkan program Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk CSR berupa kursus Bahasa Inggris gratis bagi masyarakat lokal.

“Ada banyak keuntungan dari kehadiran Ama-Lurra Resort. Semoga ini bisa menjadi sinergi positif antar latar belakang. Tujuannya jelas, yaitu semakin memajukan pariwisata NTB khususnya arus wisman menuju Gili Air,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *