Minggu Ceria di Pasar Cikundul

oleh -1.031 views

SUARAJATIM.CO.ID– Keceriaan merebak di Pasar Cikundul Sukabumi, Minggu (4/11). Ribuan pengunjung pun larut dalam beragam keseruan yang dihadirkan GenPI Sukabumi. Tawa anak-anak bersanding manis dengan alunan musik keroncong yang begitu syahdu.

Pada edisi kali ini, tidak kurang dari 800 orang mengunjungi Pasar Cikundul. Destinasi digital ini yang berlokasi di Kawasan Taman Pemandian Air Panas Cikundul, Sukabumi.

“Alhamdulillah sejak diluncurkan tanggal 9 September 2018, Pasar Cikundul semakin ramai di setiap minggunya. Makin on. Makin hits,” ujar Juragan Pasar Cikundul Agus Ruswandi, Minggu (4/11).

Menjadi destinasi digital pertama di Sukabumi, Pasar Cikundul sudah pasti paten. Bukan saja atraksinya, tetapi juga tampilannya. Gaya kekinian yang dipadukan nuansa kearifan lokal menjadi magnet tersendiri dari pasar tersebut. Perpaduan ini membuat Pasar Cikundul sangat instagrameble. Foto dengan angle apa pun di pasar itu makin menarik. Belum lagi berbagai spot selfie yang memang disiapkan khusus untuk kaum millenial.

“Pasar ini kita bangun memang untuk memberikan nuansa baru pariwisata Sukabumi. Terlebih saat ini destinasi seperti ini yang banyak dicari wisatawan. Tempatnya harus cozy. Asik buat kongkow. Dan tentunya harus bagus untuk selfie,” ungkap Agus.

Ramainya pengunjung membawa berkah bagi para penjual kuliner yang ada di pasar. Setiap minggunya pasar ini mampu meraup omzet Rp 7 hingga Rp 8 juta. Ini tentunya membuat roda perekonomian masyarakat ikut meningkat. Apalagi seluruh penjual di Pasar Cikundul merupakan warga sekitar.

Tercatat pasar tersebut diisi oleh 15 lapak dengan 30 lebih jenis produk. Kuliner yang dijual pun cukup beragam, terutama jajanan tradisonal khas Sukabumi. Ada Moci, Surabi, Peyeum, Bubur Ayam, Jala Ketan Galendo, Enye, Nasi Liwet, hingga Bandrek dan Bajigur ada disana. Harganya murah. Sangat ramah di kantong. Rata-rata berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

“Total minggu ini omzet kita Rp 7.200.000. Ini jelas sangat menguntungkan bagi para penjual yang notabene merupakan warga sekitar. Ini sesuai dengan tujuan destinasi digital yaitu mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Agus.

Tak dapat dipungkiri, saat ini destinasi digital menjadi gunjingan di Indonesia. Begitu hoboh. Bahkan mampu menarik minat para nitizen di media sosial (medsos). Terlebih di instagram. Hastag #destinasidigital, #destinasidigitalgenpi atau #pasardigital begitu masif bersliweran. Bahkan postingan ini kebanyakan dari pengunjung bukan anak-anak GenPI saja.

“GenPI tidak hanya hore-hore saja. Komunitas ini komit untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan cara cara unik. Pasar ini salah satunya. Promosinya lewat media sosial. Commercial value-nya juga jalan. Kini yang posting kan bukan GenPI saja, pengunjung pun memposting dengan hastag yang sama. Makin banyak yang posting, makin jalan promosinya,” ujar Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Kemenpar, Don Kardono.

Don menambahkan, destinasi digital juga menjadi wadah positif generasi muda. Destinasi digital dapat menjadi panggung penyaluran bakat generasi muda. Sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya. Selain itu, menjadi triger untuk mendorong perkembangan perekonomian masyarakat.

“Sebagai wadah komunitas, destinasi digital harus menjadi incubator pengembangan diri. Ada Creative Values dan Commercial Values yang bisa dipetik disini. Belajar berkolaborasi, belajar services, belajar berbisnis melalui Digital Destination. Muaranya adalah berkembangnya perekonomian masyarakat dari kepariwisataan,” ungkap Don.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun sumringah. Perkembangan destinasi digital semakin signifikan mengangkat pariwisata Indonesia. Hingga saat ini telah ada 51 destinasi digital yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Arah pariwisata saat ini telah bergeser kearah digital, termasuk juga destinasinya. Wisatawan suka tempat yang bisa berfoto ria dan layak dimedsoskan, sedangkan differentiating-nya harus instagramable, dan branding-nya: Kids Zaman Now. Itu peluang yang kita kejar,”

Menpar juga menambahkan, sebagai serdadu digital langkah GenPI telah banyak mengangkat pariwisata Indonesia. Karena destinasi digital memberikan warna baru dalam pariwisata Indonesia. Dimana saat ini Indonesia merupakan pioneer destinasi digital.

“Kita mesti bangga kita menjadi negara pertama di dunia yang memiliki destinasi digital. Apalagi ini adalah kreasinya anak-anak muda yang peduli dengan pariwisata, yaitu GenPI. Maju terus pariwisata Indonesia. Salam Pesona Indonesia. GenPI! Gasss!,” ucap Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *