Naikkan Standardisasi, Sertifikasi CHSE Sumut Didorong Melalui Dinner Gathering MPPN 2020

oleh -27 views

MEDAN – Garansi standardisasi kualitas destinasi dikuatkan Kemenparekraf melalui CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety, Environment Sustainability). Zonasi penerapannya sekarang menyasar destinasi Medan dan Sumatera Utara (Sumut) secara umum. Formulasinya memakai diplomasi Dinner Gathering Misi Penjualan Pasar Nusantara (MPPN) 2020 edisi Medan, Sabtu (21/11). Lokasinya ada di Cambridge Hotel, Medan, Sumut.

“Destinasi di Sumut mengacu CHSE dan protokol kesehatan. Dasar hukumnya sudah jelas. Sertifikasi CHSE terus dilakukan dan berproses. CEO di daerah juga memberikan respon positif. Industrinya juga sangat bersemangat. Mereka sadar, ke depan, destinasi yang memiliki sertifikasi CHSE yang diminati. Wisatawan mecari jaminan kesehatan,” ungkap Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sumut Muchlis.

Aktivasi destinasi pariwisata di Sumut mengacu Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020. Peraturan ini mewajibkan destinasi mengikuti protokol kesehatan, lalu kini kualitasnya dinaikan dengan CHSE. Ada juga payung hukum Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2020 terkait sanksi yang diberikan kalau melanggar regulasi. “Semuanya jelas. Jadi wisatawan tidak perlu cemas datang ke Sumut,” kata Muchlis.

Sertifikasi program CHSE memang jadi salah satu syarat utama aktivasi unit bisnis pariwisata di masa transisi New Normal. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui destinasi untuk aktivasi. Sebagai awalan ada sosialisasi, penilaian mandiri, dan deklarasi mandiri. Pada fase penilaian, dilakukan pendaftaran secara online hingga diraih status kelayakan penilaiannya. Bila minor, ada potensi untuk perbaikan.

Usai melewati fase deklarasi mandiri, dilakukan verifikasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf dan lembaga sertifikasi. Bila dinyatakan layak, destinasi baru mengajukan permohonan sertifikasi dan assessment oleh tim auditor. Untuk menjamin semuanya, lalu dilakukan visitasi tim. Bila semua aspek terpenuhi, baru sertifikasi diterbitkan dan dilanjutkan dengan labelling.

“Jaminan dan kepastian status destinasi harus diberikan pada wisatawan. Mereka harus diyakinkan bila destinasi aman dan sehat. Kalau nyaman, mereka pasti akan mempromosikannya. Untuk itu, kami tentu berharap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumut bisa memiliki sertifikasi CHSE. Pengurusan sertifikasi mudah,” terang Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu.

Himbauan sertifikasi destinasi punya payung hukum jelas. Regulasi pengatur diantaranya, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020. Sasaran 4 dimensinya pun mencakup Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Secara umum penerapannya terbagi jadi kriteria manajemen/tata kelola, kesiapan karyawan/SDM, hingga partisipasi pengunjung/tamu.

Pada tahap awal, sertifikasi rencananya akan diterapkan dalam 8 unit bisnis pariwisata. Sebut saja, hotel, restaurant/rumah makan, pondok wisata, dan daya tarik wisata lainnya. Ada juga desa wisata, arung jeram, selam, dan lapangan golf. Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Taufik Nurhidayat menjelaskan, sertifikasi CHSE memiliki manfaat jangka panjang.

“Sertifikasi CHSE memiliki manfaat jangka panjang, meski pandemi Covid-19 berakhir. Jaminan ini tetap akan menaikan daya tawar pasar. Sebab, wisatawan akan semakin nyaman. Kalau kepercayaan terjaga, arus wisatawan akan stabil bahkan naik. Itu artinya, bisnis dan keuntungan finansial akan mengalir,” jelas Taufik.

Untuk mendapatkan sertifikasi, destinasi harus memenuhi standard indikator penilaian 85% hingga 100%. Bila point tersebut terpenuhi, sertifikat langsung diberikan plus label ‘I do Care’. Label tersebut diberikan oleh Kemenparekraf. Vice President Blibli Travel Theresia Magdalena memaparkan, destinasi akan mudah menggaet wisatawan dengan sertifikasi CHSE.

“Sertifikasi CHSE jadi salah satu kunci bangkitnya sebuah destinasi. Semua sudah tahu posisi penting dari sertifikasi CHSE ini terhadap wisatawan. Kalau destinasi dilengkapi sertifikasi CHSE, maka peluang menggaet pasar semakin besar. Sebab, jaminan sudah bisa dipertanggungjawabkan dari berbagai aspek. Untuk itu, segera urus sertifikasi CHSE agar semua sempurna,” papar Theresia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *