Nikmati Pesta Seni Budaya di Festival Crossborder Kerom 2019

oleh -536 views

SUARAJATIM.CO.ID, KEEROM – Festival Crossborder Kerom (FC-Keerom) 2019 akan menjadi panggung besar seni budaya. Kekayaan karya cipta Kabupaten Keerom akan ditampilkan secara masif. Selain tarian, wilayah ini juga punya beragam alat musik tradisional yang unik.

Pastikan FC-Keerom 2019 menjadi destinasi terbaik. Festival ini digelar 5-7 April 2019 dengan lokasi di Lapangan Swakarsa, Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Digelar 3 hari, festival ini menampilkan 4 nama beken sebagai menu utamanya. Sebut saja, Duta Reggae Indonesia Ras Muhammad, Gorby-The Comen Rasta, XD Band, juga Mixmate Band.

Dengan konten terbaiknya, FC-Keerom 2019 mengambil tema besar ‘Satu Tekad’. Komitmen untuk terus menghidupkan zona crossborder dengan semua potensinya. Tekad untuk melestarikan seni budayanya yang khas dan melegenda. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengungkapkan, Keerom menjadi destinasi terbaik.

“Keerom merupakan destinasi luar biasa. Bersiap atur perjalanan menuju FC-Keerom 2019. Sebab, semua kemeriahan akan disajikan di sini. Lebih menarik, akan ada parade seni dan budaya khas Keerom yang unik. Wilayah ini memiliki tradisi dan budaya yang eksotis,” ungkap Ricky, Selasa (12/3).

Menjadi situs besar budaya, Keerom memiliki tarian dan alat musik yang unik. Keerom terkenal dengan Tari Cenderawasih. Berasal dari Kampung Ampas, Distrik Waris, Keerom, tarian ini kerap dipentaskan di luar Papua. Jadi representasi keindahan Burung Cenderawasih, gerakan tariannya sangat khas dan unik. Selain Cenderawasih, Keerom juga memiliki Tari Seni Absawo.

“Bukan hanya gerakannya dan kemasannya yang indah, tari ini juga memiliki makna filosofi besar. Jadi, ada banyak pembelajaran yang bisa didapatkan wisatawan bila berkunjung ke FC-Keerom 2019,” kata Ricky lagi.

Selain tarian, indera pendengaran wisatawan juga akan dimanjakan oleh berbagai alat musik tradisional. Menegaskan wara eksotis, Keerom memiliki beragam alat musik. Ada Amyen yang menjadi alat musik tradisional Suku Web, Keerom. Amyen dimainkan dengan cara di tiup. Biasanya dipakai mengiringi tarian tradisional di sana. Dahulu, alat ini digunakan juga sebagai alarm perang.

Selain Amyen, ada juga Paar & Kee. Alat musik ini menjadi sebuah kesatuan. Bahan baku pembuatnya unik. Untuk Paar dibuat dari Labu, lalu Kee dikembangkan dari tulang Burung Kasuari. Selain sebagai busana adat, Paar dan Kee kerap menjadi alat musik dalam pesta adat. Saat digunakan untuk menari, Paar & Kee akan menciptakan bunyi-bunyi khas dengan irama yang unik.

“Ada banyak potensi besar yang dimiliki Keerom. Seni dan budaya menjadi salah satu kekuatan di sana. Kesemuanya ini akan disajikan secara masif melalui FC-Keerom. Selain memberikan inspirasi, cara ini juga jadi treatment pelestarian budaya yang luar biasa. Dengan warna eksotis ini, pastikan FC-Keerom tidak terlewatkan. Venuenya juga sangat strategis,” jelas Ricky lagi.

Secara geografis, Keerom memiliki luas 9.365 kilometer persegi. Kabupaten ini terbagi dalam 11 distrik. Dan, 5 distrik diantaranya berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Distrik itu adalah, Arso Timur, Towe, Senggi, Waris, dan Web. Keerom juga satu dari beberapa kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Papua Nugini. Selain Keerom, ada Kota Jayapura, Pegunungan Bintang, dan Merauke.

“FC-Keerom tahun ini digelar lebih meriah. Ada beragam parade budaya khas Keerom dan Papua yang akan disajikan. Selain budayanya, Keerom ini juga memiliki alam eksotis. Wilayah ini menjadi destinasi dengan paket terbaik. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga luar biasa. Jadi pastiwan awal April semua berkumpul di Lapangan Swakarsa, Waris,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *