Pariwisata Bandung Dibranding Melalui Film Dilan 1991

oleh -613 views

SUARAJATIM.CO.ID, BANDUNG – Destinasi pariwisata Bandung, Jawa Barat, terus dibranding besar-besaran. Momentum ini datang lagi melalui sekuel film Dilan 1991. Shootingnya menggunakan background terbaik di Bandung dan Jakarta. Film ini juga selalu menarik perhatian publik dan memberikan impresi positif luar biasa.

Sekuel film Dilan 1991 mulai tayang Minggu (24/2) pada seluruh bioskop di Bandung. Moment ini makin spesial. Release perdana sekuel Dilan 1991 dihadiri Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar selama ini dikenal sangat milenial. Space besar kreativitas kids zaman now selalu diberikan, diantaranya melalui Destinasi Digital. Kebijakannya juga kekinian dengan basic teknologi.

Salah satu regulasi dengan basic digital adalah Mobile Positioning Data (MPD). Metode tersebut bahkan sudah diterima UNWTO. MPD dipakai UNWTO sebagai metode penghitungan wisatawan terbaru yang berbasic digital. “Konsep branding pariwisata secara digital juga terus didorong. Film Dilan 1991 sangat luar biasa. Impactnya sangat positif bagi Bandung sebagai destinasi,” ungkap Menpar, Minggu (24/12).

Anemo besar diperlihatkan masyarakat terhadap film Dilan 1991 ini. Penayangan perdana film ini pada Minggu (24/2) bahkan ‘ditetapkan’ sebagai Hari Dilan. Konvoi besar digelar di sepanjang jalan utama Kota Kembang Bandung. Menpar lalu menambahkan, value Bandung semakin naik sebagai destinasi pariwisata dengan dirilisnya film Dilan 1991.

“Sebagai destinasi, Bandung otomatis akan dibranding besar-besaran. Apalagi, peluncurannya di sini. Seluruh media mainstream akan memberikan porsi besar bagi film ini. Pergerakan promosi di media sosial juga pasti deras. Kami yakin, film ini dan Bandung akan menjadi trending topic di dunia maya,” lanjut Menpar.

Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescillia, sekuel Dilan 1991 memakai Bandung sebagai latarnya. Backgroundnya tentu spot-spot eksotis Kota Kembang. Menjadi destinasi besar dunia, Bandung memiliki alam dan budaya eksotis. Destinasi budayanya seperti, Saung Angklung Udjo, Taman Budaya Dago, Kampung Seni Budaya Jelekong, juga Kampung Adat Cikondang.

Bandung juga punya koleksi destinasi terbaik lainnya. Sebut saja, Gunung Tangkuban Perahu, Kawah Putih Ciwidey, Puncak Bintang, Orchid Forrest Cikole Lembang, Jalan Braga, dan Chinatown Bandung. Ada juga Taman Begonia Lembang, Taman Balai Kota Bandung, Taman Hutan Raya Djuanda, Museum Geologi Bandung, hingga Observatorium Bosscha.

“Dengan fenomena film Dilan 1991, orang akan semakin tertarik datang ke Bandung. Artinya, industri pariwisata di sana berkembang. Ujungnya yang menikmati masyarakat Bandung juga. Ada perputaran ekonomi yang bagus dari aktivitas transaksi kunjungan para wisatawan. Dan, impact positif dari film Dilan 1991 ini berlangsung panjang,” jelas Menpar lagi.

Melibatkan banyak figur besar, sekuel film Dilan 1991 tetap menceritakan kelanjutan kisah asmara antara Dilan dan Milea. Dilan diperankan Iqbaal Ramadhan, Vanesha Prescillia membawakan karakter Milea. Film tersebut sebelumnya diadopsi dari novel ‘Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku’ karya Pidi Baiq. Masa shootingnya menghabiskan waktu 41 hari.

“Alur cerita dari film ini tetap menarik. Pengemasannya juga sangat milenial. Kami yakin, film ini akan menginspirasi para milenial untuk menghasilkan karya kreatif berkualitas. Jadi, silahkan berkarya yang positif. Ada banyak obyek terbaik di sekitar yang bisa dioptimalkan. Sebab, Indonesia kaya akan pesona alam dan budaya. Tiap daerah berbeda dan unik,” tegas Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *