Pasar Vietnam Digoda dengan Sales Mission di ITE HCMC 2018

oleh -1.134 views

SUARAJATIM.CO.ID– Kementerian Pariwisata terus menggali potensi pasar wisatawan Vietnam. Berbagai treatment dilakukan. Salah satunya lewat Sales Mission 10 Destinasi Branding. Yaitu di International Travel Expo Ho Chi Minh City (ITE HCMC) 2018.

Event ini akan berlangsung di Saigon Exhibition & Convention Center, Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis-Sabtu (6-8/9).

“Kegiatan Sales Mission 10 Destinasi Branding tersebut sebagai upaya untuk mempromosikan destinasi unggulan (brand) Indonesia. Yaitu Bandung, Bali, Jakarta, Kepri, Jogja-Solo-Semarang, Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi,” ungkap Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh, Rabu (5/9).

Hadirnya sales mission ini bukan tanpa sebab. Potensi pasar wisatawan Vietnam cukup menjanjikan. Dimana pertumbuhan pariwisatanya terus meningkat seiring dengan meningkatnya perekonomian negeri itu.

Pada tahun 2017 jumlah wisatawan outbound Vietnam sebanyak 8 juta wisatawan. Tujuan utamanya ke negara Jepang, Thailand, China. Sedangkan Indonesia belum menjadi tujuan utama wisatawan Vietnam keluar negeri.

“Dari survei yang dilakukan Kemenpar, wisatawan Vietnam menyukai wisata luxury atau kemewahan dan modern. Mereka menyukai shopping, spa, dan resort. Ini banyak didapat di Indonesia, disamping itu wisatawan berusia muda banyak mencari wisata yang menantang adrenalin atau adventure,” ujarnya.

Untuk itu, Kemenpar membawa 11 industri pariwisata. Mereka akan melakukan penetrasi pasar. Untuk segmen pasar wisata luxury akan diwakili Industri yang berasal dari Bali dan Kepri. Destinasi ini merupakan destinasi dengan banyak fasilitas shopping center, spa, dan resort mewah.

Segmentasi niche market yang menyasar wisatawan usia muda yang menggemari tantangan terwakili dengan keikutsertaan industri asal Raja Ampat, Papua. Destinasi ini menawarkan wisata adventure dan bahari.

“Disisi lain, Vietnam merupakan negara dengan pemeluk kepercayaan terhadap nenek moyang serta pemeluk agama Buddha yang cukup besar. Keikutsertaan industri asal Bali dan Yogyakarta, yang memiliki tradisi, budaya, serta destinasi religi dapat mengisi segmen pasar tersebut,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief mengatakan, penetrasi pasar wisatawan mancanegara (wisman) akan terus dilakukan Kemenpar untuk mengejar target 20 juta wisman pada tahun 2019. Tak terkecuali Vietnam yang mempunyai potensi pasar yang cukup menjanjikan.

“Selain sales mission dan berpartisipasi pada bursa pariwisata ITE HCMC, Kemenpar juga menggelar fam trip dengan mengundang kalangan media, industri, dan para endoser ke destinasi wisata di Indonesia yang cocok untuk wisman Vietnam. Sehingga angka kunjungan wisatawan Vietnam akan dapat kita tingkatkan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *