Pelatihan TEMATIK Kemenparekraf Bangkitkan Kepercayaan Diri Pelaku Ekraf

oleh -99 views

JAKARTA – Pelatihan TEMATIK (Temu Teman Industri Kreatif) subsektor televisi, fashion dan musik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.

S


ita Aprilia misalnya. Peserta asal Kepulauan Seribu itu menuturkan, meski hanya dua hari, namun apa yang didapatkan dari narasumber di luar dugaannya.

“Sangat di luar ekspektasi kami. Jadi, awalnya kami sangat canggung, tetapi setelah kami mengikuti benar-benar, mental kita yang tadinya down jadi bangkit,” kata dia, Minggu (17/10/2021).

Sita bersyukur dapat mengikuti pelatihan Kemenparekraf/Baparekraf untuk subsektor televisi, fashion dan musik ini. Sebab diakuinya, sebelum mengikuti pelatihan ini semangat berkaryanya turun drastis imbas pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah tanpa disadari mental kami jadi bangkit. Apa yang kita bangun dan kami pelajari, yang sudah kami dapat, itu tentu sangat membantu kami untuk berkreasi lagi,” kata dia.

Menurut dia, seluruh narasumber yang dihadirkan sangat berkompeten di bidangnya. Sita sendiri merupakan pelaku industri kreatif di bisang televisi. Ia mendapat pengetahuan yang cukup banyak dari pelatihan ini.

“Selain itu, kami mendapat fasilitas yang baik selama mengikuti pelatihan ini. Protokol kesehatan juga diterapkan dengan sangat baik. Kami di-Swab terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan,” papar Sita.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya menuturkan, pada masa pandemi ini, semua pihak dituntut untuk kreatif agar produktivitas dalam berkarya tak sirna begitu saja.

“Tentu saja, karya yang dihasilkan pun harus beradaptasi dengan situasi pandemi saat ini. Jadi, mau tak mau kita memang harus menyesuaikan dengan perkembangan pandemi saat ini,” tutur Wisnu di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta.

Dalam konteks tersebut, Wisnu menilai inovasi harus dikedepankan dengan mengadopsi hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Namun tentunya tetap sejalan dengan budaya bangsa Indonesia. “Dengan melakukan komparasi, inovasi dan kolaborasi, tentu kualitasnya akan semakin bagus,” ujar dia.

Dalam kerangka itu, Wisnu melihat SDM merupakan faktor utama yang mesti dilakukan pembenahan.

Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Erwita Dianti menuturkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas SDM ekonomi kreatif subsektor televisi, fashion,

dan musik. Pada pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diajak untuk praktik yang dibimbing oleh narasumber yang expert di bidangnya. “Maka, output kegiatan ini dapat terlihat dari pemahaman mereka dari menciptakan karya atau produk yang menjadi tugas praktik,” tutur dia.

Koordinator Edukasi III Kemenparekraf/Baparekraf, Toar Mangaribi dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pelatihan SDM ekonomi kreatif subsektor televisi, fashion dan musik ini untuk meningkatkan SDM ekonomi. “Di tengah pandemi ini daya krestivitas para pelaku ekraf harus tetap terjaga.

Adapun peserta yang mengikuti acara TEMATIK ini sebanyak 150 orang terdiri dari subsektor televisi 50 orang, subsektor fashion 50 orang,

subsektor musik 50 orang. Sementara itu, output tematik selama dua hari kegiatan untuk subsektor musik adalah lirik lagu, notasi lagu, aransemen lagu, design artwork store digital, design thumbnail Youtube, foto profile, rekaman lagu, live performance dan produksi live multimedia (broadcasting) kolaborasi lintas subsektor.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *