Pelindo III Optimis Pelabuhan Benoa Jadi Tempat Sandar Kapal Pesiar

oleh -631 views

SUARAJATIM.CO.ID– Pelindo III Cabang Benoa semakin optimistis mengembangkan wisata kapal pesiar. Sebab, realisasi pengembangan pelabuhan mendapatkan progres yang mengembirakan.

Salah satunya pengerjaan pengerukan alur dan kolam di dermaga selatan dan timur. Pengerjaan ini kini telah mencapai 66%. Selain itu pengerjaan perluasan terminal penumpang, beutifikasi pelabuhan, dan gate juga telah mencapai 54%.

Seluruh pengerjaan itu merupakan bagian dari rencana jangka pendek perluasan Pelabuhan Benoa. Dimana rencana jangka pendek ini berjalan pararel dengan rencana perluasan jangka panjang Pelabuhan Benoa.

“Lewat wisata kapal pesiar, Pelabuhan Benoa akan menjadi rumah bagi kapal pesiar. Tidak hanya sekedar menerima transit kapal pesiar seperti sekarang. Saat ini pematangan lahan pada dumping area di sebelah utara dan barat terus dikerjakan sebelum nantinya dibangun,” ujar CEO Pelindo III Regional Bali Nusra I Wayan Eka Saputra, Rabu (5/12).

Dengan perluasan ini, Pelabuhan Benoa akan makin berkembang. Hal ini juga memperluas Pelabuhan Benoa yang semula 58,2 hektar are (Ha) menjadi 143 Ha.

Nantinya dumping area sebelah barat akan diperuntukkan menjadi dermaga marina. Sehingga dermaga marina dapat dilihat dari sisi barat tol. Sedangkan di tengah dermaga marina akan terdapat dermaga kapal ikan. Sehingga, Pelabuhan Benoa tetap terlihat rapi dari luar. Sedangkan dumping area di sisi utara akan menjadi dermaga curah cair dan gas.

Nusra sendiri menargetkan rencana jangka pendek Perluasan Pelabuhan Benoa akan rampung pada Maret 2019 nanti. Sementara, rencana jangka panjang rampung lima tahun ke depan yakni pada 2023.

“Dermaga Marina nantinya akan menjadi salah satu pendukung, sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP), jadi dari tol pelabuhan akan kelihatan bagus,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pelabuhan Benoa diharapkan menjadi percontohan di Indonesia dalam mengembangkan tourism cruise. Selama ini, banyak kapal pesiar menginginkan bersandar di Pelabuhan Benoa hanya saja fasilitas kerap kurang memadai.

Saat ini, pengerukan kolam dan alur dermaga barat telah rampung dari sebelumnya sedalam -9 low water spring (LWS) menjadi -12 lws. Hal tersebut telah memungkinkan kapal cruise ukuran 300 Gross Ton dengan 3.500 penumpang mampu bersandar di Pelabuhan Benoa.

Jika, beautifikasi pelabuhan telah rampung, diyakini akan semakin banyak cruise yang datang. Bahkan, kapal pesiar tersebut tidak hanya sekedar transit, tetapi penumpang juga mampu meningkatkan length of stay dan spending selama di Bali.

“Sekarang kan mereka [penumpang] datang pagi pulang malam, jadi berlibur di sini kejar-kejaran. Nah kalau kapal pesiar bisa menginap kan wisatawan juga akan betah. Liburannya lebih lama,” pungkasnya.

Dengan pengembangan pelabuhan ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya pun makin yakin jika pintu Bahari Indonesia kian menjanjikan. Pasalnya hal ini didukung dengan kebijakan-kebijakan yang makin mudah bagi masuknya wisatawan dari pintu bahari.

Menpar juga menambahkan tren ukuran cruise di masa depan akan semakin besar. Salah satunya untuk mengakomodir pertumbuhan pasar wisata cruise di Asia yang berkembang pesat. Diproyeksikan pada tahun 2019 hingga 2021 akan mulai diluncurkan Global-Class ships dari galangan kapal di Jerman, yang berkapasitas sekitar 5.000 penumpang.

“Agar dapat bersaing dengan pelabuhan cruise lain pada industri pariwisata global. Pelabuhan-pelabuhan kita harus meningkatkan fasilitas. Sehingga semakin besar cruise yang bisa sandar, serta makin lama mereka berwisata di Bali. Dengan itu maka semakin banyak turis asing yang datang. Sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan industri wisata di Bali,” ungkap Menpar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *