Perkuat Destinasi Wisata Budaya, Bandung Gelar Cap Go Lak 2020

oleh -1.139 views

BANDUNG – Bukan Kota Bandung namanya kalau tidak bisa menghadirkan atraksi berkelas. Salah satunya akan dihelat Sabtu 29 Februari 2020, yaitu Festival Pesona Budaya Bauran Cap Go Lak. Event ini akan dilangsungkan di Lapangan RW.06 Jati Cibiru Kota Bandung.

Menurut Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, Festival Pesona Budaya Bauran Cap Go Lak 2020 adalah ajang untuk memperlihatkan kekayaan Budaya yang dimiliki Kota Bandung.

“Kota Bandung itu heterogen. Budaya yang Ada di dalamnya pun beragam dan ini membuat Kita kaya. Kekayaan ini akan tersaji dalam Festival Pesona Budaya Bauran Cap Go Lak 2020. Karena event ini menjadi akulturasi, perpaduan dua budaya, yaitu Sunda dan Tiongkok,” papar Kenny Dewi Kaniasari, Minggu (5/1/2020).

Pernyataan itu diperkuat oleh komentar Bah Enjum, pimpinan dan tim kreator seni rakyat reak.

“Cap Go Lak adalah cara seniman Cibiru merespon momentum perayaan masyarakat Tionghoa yaitu cap gomeh. Melalui Cap Go Lak ini, Kita mengekspresikan dan mengkolaborasikan berbagai seni pertunjuka,n khususnya Jawa Barat dengan konsep seni bauran menjadi akulturasi budaya Sunda dan Tionghoa,” paparnya.

Festival Pesona Budaya Bauran Cap Go Lak 2020 akan diisi dengan berbagai kegiatan. Ada Helaran, Seni Debus, Sendra Tari Tradisi dan Kontemporer, Benjang dan Badawang, Kuda Lumping dan Sisingaan, Musik Perkusi, Tradisional Dan Modern.

Menurut Asdep Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan, event ini menarik karena melibatkan kearifan lokal.

“Dengan pendekatan nilai kearifan lokal, tentu event ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam menggerakan nilai ekonomi kreatif yang berdampak mensejahterakan masyarakat. Seperti pertunjukan seni budaya, kuliner, dan atraksi lainnya,” paparnya.

Hal tidak jauh berbeda disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman.

“Dengan kekayaan yang dimilikinya, Kota Bandung sangat layak dijadikan sebagai Destinasi Budaya. Apalagi, berbagai Budaya Ada di sana. Dari tradisional, modern, hingga Budaya internasional. Kita sangat mendukung pengembangan destinasi seperti ini,” paparnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *