Perpaduan Parade Kuda Sandelwood Dan Tenun Ikat Akan Warnai Sumba

oleh -1.145 views

SUARAJATIM.CO.ID– Perpaduan dua event keren bakal tersaji di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), awal Juli nanti. Yaitu Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat. Catat tanggalnya ya, 5-12 Juli 2018.

Apresiasi disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Terlebih, event ini akan melibatkan sejumlah kabupaten di Pulau Sumba.

“Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat adalah tradisi yang menjadi event tahunan Nusa Tenggara Timur (NTT). Event ini selalu ditunggu-tunggu wisatawan mancanegara,” papar Menteri Arief Yahya, Sabtu (30/6).

Menteri asal Banyuwangi itu juga bangga jika sebuah daerah mempunyai banyak event. “Karena event-event yang digelar bisa menjadi promosi daerah. Selain itu, jika dikemas dengan baik bisa mendatangkan wisatawan,” paparnya.

Perhelatan Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat sendiri diyakini Menpar akan sukses. Sebab, dua event ini juga dibalut ekstotisnya nature NTT.

“NTT memiliki nature yang sangat indah. Jika dibalut dengan atraksi-atraksi keren, tentu nilainya akan semakin tinggi. Dan bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan,” paparnya.

Sedangan Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, mengingatkan event yang akan akan digelar agar tersusun rapi. Sudah dipromosikan jauh-jauh hari. Dan sesuai jadwal. Menpar pun memberikan contoh Solo dan Banyuwangi yang memiliki event-event terbaik.

“Saya berikan contoh kabupaten yang memiliki event terbaik, yaitu Solo dan Banyuwangi. Mereka membuat calender of event, yang berani mereka luncurkan dalam kurun waktu setahun sebelumnya, dan itu fixed schedule,” ucapnya.

Menurutnya, jadwal yang pasti akan memudahkan wisatawan untuk mengatur waktu.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu, mengatakan dua event ini sangat unik.

“Parade kuda ini unik dan khas dan hanya ada di NTT. Parade Kuda ini akan dipadukan dengan Festival Tenun Ikat yang akan dihadiri penenun se-NTT. Ada culture unik yang ditampilkan di sini,” tuturnya.

Marius menambahkan, Parade Kuda Sandelwood akan dilakukan di kawasan hutan sabana dan destinasi di sekitarnya, sementara itu Festival Tenun Ikat digelar di wilayah perkotaan.

“Khusus Parade Kuda Sandelwood dilakukan di padang-padang sabana karena dari aspek aspek koreografi lebih menarik dan lebih menjual bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” imbuhnya.

“Dalam parade kuda itu para peserta akan menginap semalam di setiap kabupaten. Sedangkan untuk festival tenun ikat Kabupaten Sumba Timur, yang akan menampilkan 2.018 orang penenun,” jelas Marius Ardu.

Marius Ardu menjelaskan, kuda-kuda yang ikut serta dalam parade akan
dihias dengan berbagai pernak-pernik yang kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Selain itu, para joki juga diharuskan mengenakan pakaian adat.

“Nantinya, juri akan menilai masing-masing kelompok berdasarkan beberapa kriteria, seperti penampilan serta keterampilan mengatur dan mengendalikan kuda-kudanya,” terangnya.

Selain itu, panitia parade juga sudah menyiapkan kuda untuk ditunggangi wisatawan yang hadir untuk menikmati atraksi wisata berkuda ke destinasi-destinasi yang ada di Sumba. Terkait Festival Tenun Ikat Sumba 2018 juga akan ditawarkan kepada wisatawan mancanegara.

Puncak kegiatan rencananya akan berlangsung 11 – 12 Juli 2018 di Kabupaten Sumba Timur. Tepatnya di Padang Savannah Walakiri. Menurut Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, parade kuda sandel akan dimanfaatkan untuk menunjukkan adat daerahnya.

“Parade kuda sandel di Sumba Timur, memiliki konsep untuk mengekspos atau menunjukkan kepada dunia bahwa seperti inilah kehidupan masyarakat adat dan budaya Sumba Timur. Baik di desa maupun di dusun. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu menggunakan kuda sandel. Kuda ini memiliki makna serta memberikan semangat bagi pemiliknya dalam menempuh kehidupan sebagai masyarakat yang berbudaya,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *