Perpaduan Wisata Religi dan Budaya Akan Tersaji di Al Mizan Sufi Music Festival 2018

oleh -791 views

SUARAJATIM.CO.ID, MAJALENGKA – Al Mizan Sufi Music Festival 2018 kembali hadir pada 29 September 2018. Inilah momen wisata religi dan budaya akan disajikan apik dan menghibur.

Banyak sekali kegiatan yang disajikan Al Mizan Sufi Music Festival. Di antaranya Istighosah, Tausiah dan Muhasabah Kebangsaan, Dzikir Budaya dan Kebangsaan yang diisi dengan Wayang Sufi.

Program wisata religi bertaraf internasional ini digagas Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka.

“Al Mizan Sufi Music Festival menghadirkan spirit Islam Rahmatan Lil Alamin yang menebarkan cinta kasih dan perdamaian. Sajian musik Sufi yang lengkap menjadi suguhan yang unik yang sayang untuk dilewatkan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (24/9).

Selain itu, ada juga Kidung & Tari Sufi & Ragam Seni Sufi Nusantara. Kemudian ada Karnaval Wisata dan Budaya Religi. Dilanjutkan dengan Festival Dongdang dan Bedug Dulag, Parade Seni Budaya Lokal dan Konser Musik Sufi Tanah Liat.

“Ekspresi seni dari lintas iman akan memperkaya pengetahuan terhadap ekspresi religius dari berbagai tradisi. Dengan padatnya sajian yang disajikan tentunya semakin menyejukkan hati,” kata Menpar Arief Yahya yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinitryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok, 20 September 2018.

Kegiatan lainnya, ada Kemah Religi Santri Untuk Perdamaian, Pentas Seni Santri Nusantara & Festival Hadroh Kebangsaan, Seminar Religi dan Pariwisata, serta Pameran Pesona Wisata Religi, Kerajinan & Kuliner Lokal. Ada juga aksi sosial berupa Donor Darah dan Pengobatan Gratis.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, KH Maman Imanulhaq Faqih mengungkapkan, Festival Al Mizan Sufi Festival telah berlangsung satu dekade. Dikatakannya, Festival ini mengingatkan kita tentang pentingnya keberagamaan.

“Dengan spirit Rahmatan lil alamin, Islam harusnya tidak memicu permusuhan tapi memberikan rasa damai dan tentram. Di sisi lain, agama tidak semestinya berjarak dengan realitas sosial, agama harus mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang muncul,” papar KH Maman.

Sementara, Plt Deputi Pengembangan Pemasaran 1 Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menilai, kegiatan ini merupakan wadah untuk meningkatkan iman dan taqwa dengan konsep yang berbeda.

“Dakwah tidak harus diisi dengan rangkaian acara yang dari dulu hingga sekarang konsepnya begitu-begitu saja. Ini yang menjadikan festival ini sangat unik. Selain itu festival ini telah terkurasi dengan baik. Dimana festival ini telah berjalan selama 10 tahun lamanya,” ujar ujar Giri Adnyani yang diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Sumarni

Kepala Bidang Area Jawa Kemenpar Wawan Gunawan menambahkan, festival ini juga semakin menabah atraksi wisata Majalengka. Karena tidak bisa dipungkiri Majalengka telah memiliki aksesibilitas yang mumpuni. Terlebih lagi Majalengka telah memiliki akses udara yang mumpuni.

“Perkembangan pariwisata itu didukung dengan faktor 3A. Aksesibilitas, Amenitas serta Atraksi. Untuk aksesibilitas, Majalengka telah memiliki Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Amenitasnya juga sudah lengkap. Kini tinggal atraksi yang harus banyak digelar Majalengka. Dan Al Mizan Sufi Music Festival 2018 ini adalah salah satu unsur penguatannya,” pungkas pria yang ramah pada wartawan itu.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *