Pesona Desa Wisata Saung Ciburial Garut Teduhkan Jiwa Wisatawan

oleh -89 views

GARUT – Jika Anda merasa penat dengan hiruk pikuk perkotaan, tak ada salahnya melepas penat dengan menikmati suasana pedesaan. Salah satu destinasi wisata yang pas untuk dikunjungi adalah Desa Wisata Saung Ciburial yang terletak di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ya, suasana pedesaan alami di desa yang bernama asli Desa Sukalaksana bikin hati wisatawan adem ketika mengunjunginya.

Nama Ciburial lebih tenar oleh karena di desa ini terdapat mata air yang begitu jernih. Kata Ci dimaksudkan untuk menyebut Cai yang merupakan bahasa Sunda dan jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia bermakna air. Sementara Burial diartikan mengeluarkan atau memancarkan. Keunikan mata air Ciburial yakni tak pernah kering meski musim kemarau.

Desa Wisata Saung Ciburial kita disuguhkan oleh berbagai macam atraksi mulai wisata budaya, eksplor desa hingga outbond. Ya, di sini kita bisa menyaksikan atraksi adu ketangkasan domba Garut yang merupakan seni-budaya asli Garut yang mempertontonkan kegagahan dan keunikan domba Garut yang dihias serta dibumbui lelaku spritual. Kita juga bisa menyaksikan kesenian tradisional khas Garut lainnya seperti pencak silat, budaya ramah tamah, di mana wisatawan akan disambut oleh anak-anak yang membawa kohkol yang merupakan sejenis alat musik dari bambu yang akan mengantarkan tamu ke saung utama untuk menemui tokoh desa.

Ada pula sajian khas kuliner yang dihidangkan berupa camilan kas tatar Sunda yakni getuk lindei, awug dan berbagai penganan khas lainnya. Kita juga dapat menyaksikan Kaulinan Barudak Lembur atau permainan tradisional anak-anak tempo dulu. Wisatawan bahkan dipersilakan untuk ikut berbaur bermain bersama mereka.

Atraksi yang bisa dinikmati lainnya adalah eksplor desa mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan warga setempat seperti bercocok tanam di sawah, perawatan hewan ternak yang salah satunya adalah domba, gosali atau pandai besi, pembuatan kuliner khas Garut seperti wajit, angleng, rangginang, getuk, awug dan ragam kuliner lainnya serta pembuatan souvenir seperti membatik.

Tak hanya itu, kita juga dapat menikmati atraksi wisata outbond yang tersedia di sini. Desa Wisata yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih tiga hektar tersebut kebanyakan lahannya adalah sawah dan ladang. Sisanya adalah satu buah kolam ikan besar, satu sumber mata air alami yaitu mata air Ciburial, serta lima buah bangunan yang tiga di antaranya adalah penginapan. Sementara sisanya adalah ruang pertemuan dan kantor.

Untuk bisa sampai ke desa wisata ini, akses jalannya cukup mudah. Dari Jalan Raya Samarang-Kamojang yang di sepanjang jalannya sudah berdiri sejumlah hotel ternama, pengunjung bisa berbelok masuk jalan desa di kampung Randu Kurung Desa Sukakarya. Dari situ tinggal menyusuri jalan desa yang telah dibeton hingga bisa masuk ke kawasan Desa Wisata Saung Ciburial.

Suasana desa wisata mulai terasa begitu pengunjung memasuki gerbang Desa Sukalaksana. Jalan desa tampak bersih dengan pemukiman warga yang teratur rapih dan areal pesawahan di kiri jalan. Begitu masuk ke parkiran desa wisata ini, bau khas dari lahan pertanian terasa kental. Desa ini telah dirintis sejak tahun 2010. Kini, hampir setiap hari wisatawan datang berkunjung. Jika berminat menginap disini tersedia saung yang bisa disewa pengunjung. Ada juga homestay yang tersedia. Selain itu ada pula vila dan camping ground.

Desa Wisata Saung Ciburial juga memiliki kopi khas yang memiliki penikmat tersendiri yakni Kopi Akar Wangi yang sudah barang tentu nikmat dan memiliki aroma khas akar wangi. Perlu diketahui bahwa akar wangi merupakan bahan minyak wangi yang ada di Garut dan sudah mendunia.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menjelaskan, Garut merupakan destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah untuk dipulihkan. Tak dipungkiri, sama seperti daerah lainnya, sektor pariwisata di Garut juga terimbas pandemi Covid-19. “Maka, kami berupaya memulihkan sektor pariwisata di sini. Garut memiliki spot destinasi berbasis alam yang cukup lengkap dipadukan dengan seni-budaya yang sangat kaya,” ungkap Taufik, Kamis (29/10/2020).

Desa wisata, ia melanjutkan, merupakan program prioritas pemerintah yang merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo. Desa Wisata Saung Ciburial merupakan salah satu desa yang berhasil mengembangkan potensinya sehingga menjadi daya tarik tersendiri dalam konteks destinasi wisata. “Setiap desa perlu mengembangkan potensinya, potensi lokal yang berkaitan dengan pertanian, wisata desa dan industri yang ada di desa,” ujarnya.

Untuk kebijakan pengembangan potensi desa, Taufik melanjutkan, dikedepankan adanya ruang partisipasi dan kreasi masyarakat desa. “Masyarakat di desa tersebutlah yang tahu betul potensi yang mereka miliki untuk dikembangkan. Pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf memberikan dukungan penuh berupa fasilitas dan promosi bagi upaya masyarakat mengembangkan desa wisata,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam segala hal untuk semakin meningkatkan daya tawar desa wisata yang telah mereka kembangkan. “Masyarakat desa harus mendapatkan fasilitas atau akses permodalan, teknologi dan peningkatan keterampilan supaya mereka menjadi pelaku usaha desa yang naik kelas,” harap dia.

Kabupaten Garut, Ferdiansyah melanjutkan, 80 persen kekuatan pariwisatanya adalah berbasis alam. Kekuatan pariwisata Garut lainnya adalah seni dan budaya. “Kekayaan alam seni-budaya ini harus terus dilestarikan agar sektor pariwisata Garut memiliki filosofi yang kuat. Berkembangnya seni-budaya Garut dalam konteks pariwisata pasti akan memberi nilai tambah bagi perkonomian masyarakat,” kata Ferdiansyah.

Ia meminta Kemenparekraf/Baparekraf terus mengawal strategi promosi pariwisata Kabupaten Garut. Kekuatan promosi secara visual di era digital ini diharapkan dapat membangkitkan kekuatan pariwisata Garut untuk dapat bergerak kembali.

Hanya saja, Ferdiansyah berpesan agar protokol kesehatan di masa pandemi menjadi keharusan yang wajib diterapkan secara disiplin. Sebab, katanya, protokol kesehatan menjadi pedoman bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata di era adaptasi kebiasaan baru ini. “Pada era ini salah satu hal yang menjadi dasar wisatawan menentukan tempat berliburnya adalah protokol kesehatan. Mari kita perkuat itu agar masyarakat Garut dapat bisa tetap produktif dan aman dari paparan Covid-19,” tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *