PLBN Wini, Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Timor Tengah Utara

oleh -742 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjadi destinasi wisata baru di Nusa Tenggara Timur (NTT). Wisatawan yang datang mencapai 100 orang lebih per hari.

Padahal, sebelum pemerintah pusat membangun PBLN Wini, tidak ada satu orang wisatawan pun yang berkunjung ke sana. Tapi kini bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan Timor Leste pun banyak yang datang.

“Ini merupakan celah yang harus dimaksimalkan. Untuk menarik wisman lebih banyak lagi kami pun menggelar berbagai atraksi wisata seperti Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019. Dimana gelaran perdananya akan kita laksanakan pada 8-9 Maret 2019 di Lapangan Umum Simpang Lima, Atambua,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Sabtu (23/2).

Rizki menambahkan, upaya ini merupakan langkah strategi. Karena sebuah destinasi tidak akan berkembang tanpa adanya atraksi pendukungnya. Apalagi PLBN Wini semakin digandrungi wisatawan Timor Leste untuk berselfie ria.

Tertariknya wisatawan berkunjung ke PLBN Wini sangat beralasan. Berdiri di lahan seluas 4,42 hektare, bangunannya berdiri megah. Dana yang diglontorkan untuk mempercantik PLBN ini sekitar Rp 130 miliar. Meski begitu kemegahannya tidak menggusur unsur keariafan lokal. Sebuah Lopo (bangunan berbentuk kerucut) berfungsi semacam pendopo, menjadi penghias beranda depan PLBN Wini. Spot instagrameblenya banyak. Apalagi PLBN Wini juga dilengkapi dengan taman-taman yang cantik.

“Biasanya wisatawan datang hanya untuk foto-foto. Bahkan ada juga yang lakukan foto prewedding. Tentunya ini sangat bagus,” jelas Rizki.

Bagi Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hendry Noviardi, keberadaan PLBN Wini semakin strategis. Selain dijadikan sebagai pos untuk lintas batas bagi warga kedua negara, PLBN Wini juga dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten TTU.

“Ini sudah menjurus ke sana. Saat ini masih dilakukan pengembangan sehingga nantinya lebih lengkap dan dapat dijadikan satu destinasi wisata,” terang Hendry.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, saat ini Kemenpar memang sedang memfokuskan diri menyasar wisman perbatasan. Apalagi Indonesia memiliki banyak PLBN yang saat ini dikembangkan menjadi destinasi wisata. Ditargetkan wisman perbatasan dapat menyumbang 20 persen atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman di tahun 2019.

“Tourism itu mirip bisnis transportasi dan telekomunikasi. Membutuhkan kedekatan atau proximity, baik kedekatan budaya (culture), maupun kedekatan jarak. Apalagi PLBN kita saat ini semuanya bagus-bagus serta unik. Sangat cocok menjadi destinasi wisata,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *