Potensi Djangga Dolok Membius Wisatawan asal 3 Benua

oleh -521 views

TOBA SAMOSIR – Desa Wisata Djangga Dolok, Toba Samosir, memiliki potensi yang sulit dibantah. Potensi itu terdiri dari alam, budaya, dan manmade. Bahkan, wisatawan asal 3 benua dibuat terpesona dengan keindahan Djangga Dolok. Mereka kerap hilir mudik menuju desa di Kawasan Danau Toba tersebut.

Potensi Desa Wisata Djangga Dolok diangkat Kementerian Pariwisata melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Homestay dan Desa Wisata, Jumat (17/5). Lokasinya di Huta Lumban Binanga, Desa Djangga Dolok, Lumban Julu, Toba Samosir, Sumatera Utara.

“Penyelenggaraan Bimtek itu sangat bagus. Ada banyak potensi yang bisa digali bersama. Bimtek juga akan mengubah pola pikir masyarakat. Dengan adanya homestay dan aktivitas pariwisata, otomatis ada inkam tambahan yang didapat masyarakat. Mereka tetap rutin dengan aktivitasnya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Toba Samosir Audi Murphy Sitorus.

Salah satu keunggulan Djangga Dolok adalah udaranya yang sejuk. Suhunya sekitar 19 derajat celcius hingga menjelang siang hari. Dulunya destinasi ini memiliki rumah adat dengan usia sekitar 250 tahun. Namun, jejak sejarah hilang karena kebakaran. Kini Ruma Bolon-Op Marhutala Manurung telah direstorasi dan difungsikan sebagai homestay. Kapasitas huninya 20 orang. Harga sewa Rp100 Ribu per night.

Selain homestay, Djangga Dolok memiliki alam eksotis. Hutan lindungnya hijau dan rimbun. Kawasan ini memiliki satwa endemik Burung Rangkong. Ada juga kawanan spesies primata. Djangga Dolok juga mengembangkan ecowisata sungai. Lalu, di sisi lain keidahan Danau Toba sudah menanti. Menggenapi indahnya, budaya terbaik ditebar. Ada Manortor juga Marmucak.

“Kami ucapkan terima kasih atas beragam dukungan yang diberikan Kemenpar. Masyarakat Djangga Dolok sangat membutuhkan bimbingan. Kami memiliki potensi besar. Alam dan budayanya bagus, lalu kulinernya sangat khas,” terang Kades Djangga Dolok Rahmat B Manurung.

Selain kekayaan alamnya, Djangga Dolok juga memiliki beragam kuliner khas. Bahan baku utamanya beras, namun diolah menjadi beragam kuliner nikmat. Di antaranya, Tipa-Tipa.

Dengan segala potensinya, Djangga Dolok merintis paket wisata 3D2N (3 Day 2 Night). Ada beragam aktivitas yang bisa dijalani wisatawa di sana. Mereka mengikuti keseharian kegiatan masyarakat, seperti memilin rotan dan ijuk.

Aktivitas lainnya adalah bersepeda dan bermain kano. Untuk sepeda, tracknya memanjang hingga wilayah Parapat, Toba Samosir. Permainan kano bisa dilakukan di Danau Toba.

Dengan ragam keunikan yang ditawarkan, Djangga Dolok menjadi langganan wisatawan Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Selain Desember 2018, warga Amerika juga hilir mudik di Januari dan April tahun ini.

“Semangat yang ditunjukan masyarakat Djangga Dolok luar biasa. Mereka antusias mengikuti Bimtek, lalu mengaplikasikannya. Keinginan mereka untuk maju bersama sktor pariwisata sangat kuat. Kami pun siap memberikan berbagai dukungan untuk kemajuan di sana,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman.

Sebagai bukti dukungan, Kemenpar memberikan bantuan untuk Djangga Dolok. Ada 20 paket dukungan yang diberikan. Tiap paketnya terdiri dari 1 springbed, 2 bantal, dan 2 guling. Bentuk lain berupa 1 sprey, 1 bed cover, juga 1 buku tamu. Dukungan tersebut sudah diserahkan Jumat (17/5).

“Desa ini memiliki banyak potensi. Sekarang saatnya memunculkan daya tariknya. Masyarakat di sini juga sangat ramah. Fasilitas penunjangnya sangat bagus. Pemberian bantuan ini diharapkan semakin memotivasi mereka. Kalau pariwisata di Djangga Dolok bagus, maka kesejahteraan masyarakatnya ikut naik,” kata Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar Lokot Ahmad Enda.

Sukses menginspirasi masyakarat Djangga Dolok, apresiasi diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar optimistis, pariwisata Djangga Dolok akan tumbuh kompetitif.

“Keinginan maju harus diapresiasi. Semua potensi yang ada harus dioptimalkan. Berada di Kawasan Danau Toba, Djangga Dolok akan medapatkan banyak keuntungan,” tutup Menpar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *