Promosi Pariwisata Sumbar, Kemenparekraf Dorong Kolaborasi Pusat-Daerah

oleh -169 views

SUMATERA BARAT – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berupaya menggenjot promosi pariwisata di sejumlah daerah. Meski fokus utama saat ini adalah lima destinasi super prioritas, namun bukan berarti destinasi wisata lain diabaikan. Salah satunya adalah promosi pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) yang dilakukan melalui kegiatan Familiarization Trip atau Famtrip yang melibatkan Key Opinion Leader (KOL) menyasar sejumlah destinasi wisata di Sumbar.

Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menuturkan, saat ini promosi merupakan hal yang tengah digencarkan untuk kembali menggeliatkan destinasi wisata di seluruh Indonesia. “Sebagaimana kita ketahui bersama, pandemi Covid-19 membuat destinasi wisata di seluruh dunia  terpuruk. Syarat utama bergeliatnya pariwisata adalah pergerakan dan perjalanan. Itulah DNA pariwisata. Ketika tak ada pergerakan dan perjalanan, maka pariwisata akan mengalami kendala,” kata Vinsenius Jemadu, Minggu (14/3/2021).

Untuk itu, dalam rangka menggerakkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pria yang karib disapa VJ ini menjelaskan jika Kemenparekraf/Baparekraf berupaya menggelar beberapa event yang diharapkan dapat mengatrol kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi ini.

“Kita mempersiapkan diri sejak sekarang. Artinya, ketika border nanti dibuka, maka kita sudah siap menyambut kedatangan wisatawan. Tentu destinasi yang menjadi pilihan di tengah pandemi adalah destinasi yang memperhatikan dengan baik aspek keselamatan dan keamanan wisatawan dari paparan Covid-19,” ujar VJ.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, selain lima destinasi super prioritas, Kemenparekraf/Baparekraf juga memfokuskan pada daerah yang memiliki pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap sektor wisata. “Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada destinasi lain kita bantu untuk dilakukan promosi. Jadi tentunya nanti yang akan kita bantu adalah destinasi atau provinsi yang kepala daerahnya membantu bersama-sama. Jangan hanya Kemenparekraf/Baparekraf saja yang membantu promosi, tetapi dari CEO-nya atau kepala daerahnya tidak peduli,” ujarnya.

Hal yang terpenting berikutnya menurut Taufik adalah komitmen. “Kalau ada kunjungan dari pusat ke daerah, terus kalau ada acara-acara yang seperti Famtrip ini ada karena kita berjalan bersama-sama dengan kita. Seperti yang dilakukan Pak Kadis sekarang, mendampingi dari awal sampai akhir ke mana pun ikut acara dengan Sesdep-nya semua. Inilah kelihatan komitmennya di sini bahwa yang bersangkutan ini punya komitmen yang kuat  untuk memajukan pariwisata. Tugas Kemenparekraf/Baparekraf hanya mendorong saja, menstimulus saja, karena semuanya itu ada di daerah,” tutur Taufik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang didapatnya, dari 270 juta penduduk Indonesia sekitar 40-60 persen sudah mengenal dan tahu Pariaman. “Pariaman itu sebelah mananya Padang, sebelah mana Bukittinggi. Sehingga harapan kami dengan bantuan para Selegram, masyarakat Indonesia, Traveler seluruh dunia tahu Pariaman itu di mana. Yang penting tahu dulu Pariaman itu di mana, itu yang kami targetkan dulu. Tentunya nanti ketika para Selegram harus lebih siap, termasuk menyiapkan enam jurus di masa pandemi ini,” kata Marhen.

Keenam jurus itu menurut Marhen adalah penerapan CHSE, menyiapkan diri dari segi fitstop, sinergi dan kolaborasi dengan semua pentaholic wisata, menyiapkan berbagai event, menyiapkan SDM pariwisata yang unggul dan mempromosikan destinasi wisata di Pariaman.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *