Punya 121 Event Tahun 2019, Babel Serius Garap Pariwisata

oleh -888 views

SUARAJATIM.CO.ID, BANGKA BELITUNG – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak main-main mem-blow up pariwisata. Tahun 2019, Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menyajikan 121 event pariwisata. Atraksinya tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Hampir setiap bulan, bahkan setiap pekan, akan ada event-event pariwisata di Negeri Serumpun Sebalai ini. Baik event budaya, sport tourism serta Meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE).

Namun, Kepala Bidang Promosi, Dinas Pariwisata Babel, Ari Primajaya mengatakan ada beberapa event yang belum dilaporkan penyelenggara kepada pemerintah Provinsi.

“Sebenarnya event-event ini lebih dari 121, tapi bisa juga ada beberapa event yang belum dilaporkan salah satunya perayaan festival harmoni Imlek di Kelenteng Bangka untuk tanggal 4 Februari, ini enggak masuk kalender event, tapi akan ada event ini,” kata Ari, Minggu (6/1).

Beberapa event yang akan digelar di Babel tahun ini antara lain Sungailiat Triathlon, Ceng Beng, Wonderful Sail Indonesia, Pagelaran Seni Tradisional, Tradisional Art Festival, Napak Tilas Kebangsaan, Heritage Walk, Murok Jerami, Festival Selawang Segantang, Toboali City On Fire IV, Buang Jung, Festival Tanjung Kelayang, Festival Geopark, Sail Indonesia 2019, dan lain-lainnya.

Tiga event pariwisata di Babel ini masuk dalam kalender event pariwisata nasional tahun 2019. Event-event akan dibantu langsung Kementerian Pariwisata. Adapun tiga event yang masuk kalender event nasional yakni Culture Wave Tongaci di Kabupaten Bangka, Festival Tanjung Klayang di Belitung, dan Toboali City On Fire IV di Kabupaten Bangka Selatan.

“Keuntungan masuk kalender event nasional suppporting anggaran dan promosi dari Kemenpar, mulai dari launching sampai publikasi. Daerah hanya menyiapkan kegiatan dan pelaksanaan,” ungkap Ari.

Pihaknya, terus gencar mempromosikan pariwisata Babel tidak hanya ke dalam negeri, namun juga ke luar negeri. Hal ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Babel.

“Kalau promosi luar negeri kita menginduk ke Kemenpar. Ke Asia Tenggara dan Pasifik kita akan ikut Internasional Tourism Board di Singapura karena ini terbesar di Asia Tenggara. Sampai saat ini kunjungan wisatawan luar negeri yang datang ke kita masih didominasi dari China,” bebernya.

Untuk promosi dalam negeri, pihaknya juga akan melakukan pameran tidak hanya dinas pariwisata sendiri melainkan juga berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait.

“Kalau nasional tidak menutup kemungkinan berkolaborasi denhan OPD terkait, misalnya UMKM. Kalau dari Disbudpar sendiri ada dua di Jakarta Gebyar Wisata Nusantara dan ke Yogya atau Palembang yang memiliki event-event berkualitas,” ujarnya.

Babel sebagai provinsi kepulauan terkenal dengan wisata bahari yang memiliki pantai dengan batu yang granit yang eksotik dan pasir putihnya, masih menjadi magnet wisataan untuk mengunjungi negeri penghasil timah ini.

“Kita terus berupaya melakukan berbagai promosi pariwisata. Potensi kita banyak mulai dari alam, kuliner, budaya dan adat istiadat. Ini yang terus kita tonjolkan dan menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Ari.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, mengaku optimis Babel akan menjaring banyak wisatawan mancanegara.

“Babel memiliki potensi mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Alamnya sangat indah. Belum lagi atraksinya yang juga berkelas. Jika dimaksimalkan, Babel bisa menjelma menjadi kekuatan baru pariwisata di Indonesia,” katanya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, posisi Babel sangat strategis. Dari Jakarta dan Singapura, Babel bisa ditempuh selama 45 menit. Padahal, lanjutnya, Jakarta dan Singapura merupakan hub wisatawan yang ramai dan banyak mengeluarkan uang ketika liburan.
“Babel kan kepulauan, kita liat jalur cruise-nya, itu sangat potensial dari Singapura, mudah untuk bersandar di Babel. Tapi selama ini cruise memilih ke Malaysia. Kita harus bangun dermaganya,” terang Menpar Arief Yahya.
Menurutnya, Babel harus bisa maksimal menarik wisatawan mancanegara (wisman) karena terletak sangat strategis. Ia menilai ada beberapa masalah yang harus dibenahi segera.
“Meskipun Belitung terkenal dengan Laskar Pelangi, tetapi itu belum bisa menarik wisman, kalau wisnus bisa. Maka butuh pengakuan internasional untuk promosinya,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *