Rebound Destinasi Super Prioritas Danau Toba Bangkitkan Pariwisata Kabupaten Karo

oleh -80 views

KARO – Rebound Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Geosite Air Terjun Sipiso Piso, Desa Tongging, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2020) berlangsung sukses. Kegiatan rebound yang pertama dari rangkaian kegiatan ‘Rebound Destinasi Super Prioritas Danau Toba’ yang akan di selenggarakan di tiga lokasi ini merupakan bentuk sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental (CHSE), Penyediaan peralatan/perlengkapan penunjang kebersihan dan aksi bersih-bersih di destinasi.

Dalam sambutannya Koordinator Destinasi Area I A Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Wijonarko mengatakan, industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang paling terdampak di saat pandemi Covid-19. “Dampaknya memang luar biasa. Oleh karena itu, Kemenparekraf melakukan program rebound di sini, yang merupakan persiapan pembukaan kembali destinasi wisata. Mengapa kita memilih di sini? Seperti yang kita tahu bahwa Kabupaten Karo merupakan salah satu destinasi unggulan yang berada di kawasan destinasi super prioritas Danau Toba,” kata Wijonarko di lokasi acara.

Wijonarko mengungkapkan, di Kabupaten Karo saat ini banyak terdapat hotel dibandingkan dengan kabupaten lainnya, mulai dari hotel bintang tiga sampai bintang empat ada di sini. Baginya, hal ini merupakan aset dan ini potensi yang besar.  

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi dan komitmen para pelaku wisata dalam menyambut pariwisata new normal dengan kesiapan destinasi wisata menerapkan protokol kesehatan pada destinasi wisata seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” harap Wijonarko.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan, kegiatan ‘Rebound Destinasi Super Prioritas Danau Toba’ yang melibatkan 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif ini selaras dengan arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) di berbagai destinasi. “Sehingga menjadi salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk membangkitkan kembali potensi pariwisata di destinasi super prioritas Danau Toba di Kabupaten Karo,” tutur dia.

Oni Yulfian optimis kegiatan rebound ini mampu menekan laju penularan Covid-19. “Sepanjang diterapkan dengan disiplin dan sungguh-sungguh, protokol kesehatan di kawasan ini dan sejalan dengan Sapta Pesona yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan,” jelas dia.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Sungkari mengungkapkan, kegiatan ‘Rebound Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Kabupaten Karo’ ini merupakan salah satu upaya memperkuat posisi destinasi wisata di Geosite Air Terjun Sipiso Piso, Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo di masa pandemi ini.

“Kesiapan destinasi super prioritas Danau Toba di Kabupaten Karo dalam menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru harus terus ditingkatkan melalui program kegiatan rebound,” ungkap Hari Sungkari.

Kegiatan Rebound ini, Hari Sungkari melanjutkan, dapat menjadi implementasi penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata dan sekaligus berupaya untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo, Munarta Ginting mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan berkelanjutan sehingga menjadi kebiasaan perilaku keseharian bagi pelaku wisata di destinasi wisata. 

“Kami selaku pemerintah daerah Kabupaten Karo sangat mengapresiasi kepada Kemenparekraf dengan terselenggaranya kegiatan Rebound Destinasi yang diadakan di Geosite Air Terjun Sipiso Piso ini. Kami berharap adanya kegiatan yang simultan seperti ini, sehingga bisa selalu mengingatkan dan bersama-sama menyadarkan pelaku usaha wisata dan ekonomi kreatif di kawasan destinasi super prioritas Danau Toba ini, dan agar mereka benar benar menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya yang dianjurkan oleh pemerintah,” harap Munarta.

Selain mengangkat kembali promosi destinasi super prioritas ini, Munarta berharap Kemenparekraf dapat memberikan berbagai macam fasilitas dan dukungan, sehingga pariwisata di kawasan destinasi Danau Toba, khususnya di Kabupaten Karo bisa bangkit kembali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *