Resto Bebek Timbungan Sunset Road Perkaya Wisata Kuliner Bali

oleh -1.054 views

SUARAJATIM.CO.ID, DENPASAR – Wisata kuliner di Bali makin beragam. Makin komplit. Setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan gerai resto Bebek Timbungan Sunset Road, di Kuta Bali, Minggu (17/2).

Menurut Menpar, langkah mendirikan resto Bebek Timbungan Sunset Road ini sangat tepat. Apalagi, kehadirannya semakin membuat wisatawan memiliki banyak pilihan untuk kuliner. Selain itu semakin mempertegas kekayaan kuliner yang dimiliki Bali.

Bebek Timbungan adalah kuliner khas Bali yang melegenda. Kuliner ini biasanya disajikan menjelang hari raya Galungan. Olahan bumbu dan rempahnya pas dan mengoda selera. Sekaligus menambah rasa lezat dan keempukan daging bebek. Apalagi tambah nikmat jika disantap dengan nasi putih panas dan sambal matah yang juga khas Bali.

“Kalau bicara pariwisata berarti kita bicara juga kulinernya. Karena kuliner merupakan daya tarik lain dari sebuah destinasi. Resto ini semakin menambah daya tarik dari pariwisata Bali,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya,” Minggu (17/2).

Bukan itu saja, dunia kuliner memiliki kontribusi tertinggi bagi PDB ekonomi kreatif. Dimana kuliner memberikan kontribusi sebesar. 42%. Ini menempatkan bidang Fashion diperingkat kedua dengan 18% dan ketiga Kriya sebesar 15%.

“Wisatawan mengeluarkan 30%-40% dari total pengeluaran mereka untuk Kuliner dan Belanja. Selain itu mempunyai portofolio produk yang sempurna. Saya menyebutnya 3S, size nya besar, sustainability tinggi, dan spread nya besar. Ini semakin dikukuhkan dengan pembukaan resto ini,” ungkap Menpar.

Menteri asal Banyuwangi itu juga mengatakan jika pembukaan resto ini sejalan dengan strategi Kemenpar. Saat ini Kemenpar memiliki 3 strategi untuk memaksimalkan bidang kuliner. Yang pertama adalah menetapkan National Foods yang sudah populer di media masa dunia. Hingga saat ini Kemenpar telah menetapkan Rendang, Nasi Goreng, dan Sate serta Soto, dan Gado-Gado menjadi National Foods.

Yang kedua Kemenpar melakukan Co Branding dengan Restoran Indonesia Diaspora di mancanegara. Jumlahnya mencapai 100 restoran diaspora.

Sedangkan yang ketiga, dengan menetapkan Destinasi Wisata Kuliner berstandar UNWTO. Dimana Kemenpar telah menetapkan Bali, Joglosemar dan Bandung sebagai bagiannya.

“Bahkan Bali di tahun 2018 sudah menjadi destinasi kuliner sesuai UNWTO. Standarnya sudah global. Sehingga menjadi acuan bagi Bandung dan Joglosemar yang kita harapkan bisa mengkopi Bali di tahun 2019. Semoga Bebek Timbungan semakin diminati oleh wisatawan baik wisnus maupun wisman yang datang berlibur ke Bali. Salam Pesona Indonesia,” tutup Menteri berdarah Banyuwangi itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *