Rian-Inggita Dinobatkan Sebagai Putra Putri Maritim Indonesia 2018

oleh -949 views

SUARAJATIM.CO.ID– Rian Kurniawan (Sulawesi Selatan) dan Lu Putu Inggita Shanty (Bali) terpilih sebagai Putera-Puteri Maritim Indonesia 2018. Rian dan Inggita sukses melewati pesaingnya dari 29 provinsi di Indonesia.

Rangkaian panjang pemilihan Putera Puteri Maritim Indonesia 2018 berakhir, Senin (1/10) malam. Malam Grand Final digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kemenpar, Jakarta. Event puncak ini total diikuti 63 kontestan yang berasal dari 29 provinsi. Rinciannya, 45 puteri lalu 18 putera.

Perjuangan keras dan panjang telah dilalui kontestan. Baik saat karantina maupun di atas panggung Grand Final. Kemampuan para kontestan diuji secara ketat oleh dewan juri. Semua aspek dilihat. Bukan hanya kecerdasannya, tapi juga attitude-nya secara menyeluruh. Hingga, nama pun mengerucut kepada Rian dan Inggita sebagai juara kontes.

“Saya siap memikul amanah ini. Sebab, tantangan di dunia maritim ke depannya sangat kuat. Kami ini sudah siap menghadapi semuanya. Kami juga siap mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia. Termasuk, membranding potensi maritim Indonesia sebagai kekuatan pariwisata luar biasa,” ujar Rian.

Untuk sampai ke fase ini, jalan berliku harus dihadapi Rian dan Inggita. Mereka harus menjalani 10 hari karantina dengan kontestan lain. Registrasinya dimulai 19 September. Sehari berikutnya, mereka menjalani pendidikan di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta.

Ada banyak materi yang mereka dapatkan, diantaranya sikap disiplin. Mereka juga belajar navigasi di KRI Teluk Cirebon.

“Proses seleksi yang dijalani sangat berat. Saya tentu gembira mendapatkan amanah ini. Sebab, ini jadi bukti generasi muda juga punya kemampuan,” jelas Inggita.

Selain status juara, ada beberapa kategori kontes yang diberikan bagi peserta. Ada posisi runner 1 dan 2. Kategori lainnya adalah Putera Puteri Maritim Lingkungan Hidup. Ada juga kayegori Persahabatan, Pariwisata, dan Favorit.

Untuk Runner Up 1, slempang diserahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Lalu, slempang juara diberikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

“Kami siap berkolaborasi untuk memajukan dunia maritim Indonesia. Sebab, potensinya ini luar biasa,” terang Inggita lagi.

Terikat kontrak selama satu tahun, Duta Maritim Indonesia 2018 memiliki mulia. Mereka bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan kemaritiman di daerah masing-masing.

“Kami mencarai anak muda yang bisa menjadi teladan. Berharap mereka menjadi pemimpin yang baik di kemudiah hari. Sebab, Indonesia butuh pemimpin dengan karakter yang kuat. Indonesia beruntung punya Presiden Joko Widodo. Sebab, banyak pemimpin besar dunia juga banyak belajar dari Presiden Indonesia,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Dengan status sebagai negara kepulauan, kekuatan maritim Indonesia sangat besar. Potensinya ini bisa dikembangkan untuk sektor pariwisata. Sebab, perairan Indonesia ini banyak dilewati oleh kapal pesiar asing. Selain itu, nusantara juga jalur yang ramah bagi para yachter dunia. Salah satu buktinya adalah Sail Moyo Tambora 2018, 9-23 September. Event ini diikuti 140 yacht. Mereka berangkat dari 3 spot, yaitu Darwin (Australia), Malaysia, dan Singapura.

“Kekuatan maritim Indonesia ini sangat besar. Brandingnya harus dikuatkan. Perairan Indonesia ini jadi jalur wisata bahari dunia. Putera Puteri Maritim Indonesia punya tanggung jawab mengangkat beragam potensi wisata baharinya,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *