Rumusan Strategis Jadi Target FSKN

oleh -2.047 views

SUARAJATIM.CO.ID– Proses panjang Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) memasuki puncak. Dibuka 5 Desember 2018, kongres ini berlangsung hingga 9 Desember 2018. Banyak harapan besar atas berlangsungnya KKI 2018. Salah satunya dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

Ketua FSKN, Arief Natadiningrat, FSKN berharap KKI dapat menghasilkan rumusan strategi kebudayaan yang konkret. Pasalnya kondisi saat ini, kebudayaan belum menjadi prioritas pembangunan nasional dan daerah. Untuk itu diperlukan political will dari Pemerintah dan Negara untuk sektor kebudayaan. Sehingga menjadi program prioritas pembangunan nasional dan pembangunan di daerah.

“Keraton se-Nusantara mengapresiasi dan mendukung setiap upaya dalam pembangunan kebudayaan oleh Pemerintah dan Negara. Hingga saat ini anggaran kebudayaan dalam APBN dan APBD masih sangat kecil, oleh karena itu FSKN mendorong peningkatan anggaran kebudayaan. Baik itu di tingkat pusat mau pun daerah,” ujar Arief yang juga Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (6/12).

Arief juga meminta agar pemerintah lebih banyak melibatkan keraton dalam setiap perumusan budaya. Ia pun mendorong pemerintah untuk memunculkan Keraton dan nomenklatur Keraton sebagai mitra strategis Pemerintah. Padahal dari 10 objek pemajuan kebudayaan hampir semuanya terdapat di Keraton. Dimana semuanya sudah dilakukan di Keraton-keraton se-Nusantara.

“Dengan segala keterbatasannya Keraton-keraton di Indonesia selama ini sudah melaksanakan 10 objek pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai luhur kebudayaan bangsa dan dalam rangka memperkokoh NKRI. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, terbentuknya NKRI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dan peranan keraton sejak dahulu kala. Keraton yang tersebar di nusantara, merupakan sebuah mata rantai historis. Keraton memiliki nilai-nilai sosial kultural dari sistem budaya dan sosial masyarakat. Bahkan sejak beberapa abad yang lampau.

“Peran keraton sangat strategis bagi pengembangan serta kemajuan budaya. Ditinjau dari segi sejarah, perjalanan keraton sebagai salah satu pusat kebudayaan memiliki pengalaman yang potensial bagi perluasan kontribusi maupun pembinaan kebudayaan. Hal ini tersirat dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945. Untuk itu peran keraton harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi semangat FSKN untuk memajukan budaya Indonesia. Menurutnya kemajuan budaya Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih budaya itu merupakan salah satu komponen penting dalam kepariwisataan.

“Pariwisata kita basisnya budaya. Budaya bukan hanya maksudnya tari menari atau pertunjukan saja. Tapi juga tata nilai dasar yang menjadi falsafah hidup Indonesia. Tata nilai itu yang menjadi inti. Makanya budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Kekayaan budaya kita lah yang selalu menjadi buruan wisatawan mancanegara,” ujar Menpar Arief. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *