Saat 8 Gajah Way Kambas Ikut Karnaval di Festival Krakatau

oleh -1.123 views

SUARAJATIM.CO.ID– Karnaval dengan menampilkan budaya adalah hal yang biasa. Bagaimana jika karnaval diikuti dengan 8 ekor gajah? Bisa dibayangkan dong serunya. Nah atraksi ini bisa ditemukan di Lampung Culture and Tapis Carnival.

Lampung Culture and Tapis Carnival adalah bagian dari perayaan Lampung Krakatau Festival 2018. Event ini digelar sejak Minggu (26/8) siang, di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung.

Atraksi 8 gajah asal Way Kambas, Lampung Timur, benar-benar menjadi daya tarik utama karnaval. Hewan berbelalai panjang ini semakin menawan saat memberikan salam. Aksi ini langsung membuat para wisatawan berlomba mengabadikan momen tersebut.

Gajah-gajah ini tampi dengan balutan seragam berwarna hijau muda. Saat mereka mulai bergerak mengeliling sejumlah jalan protokol di Kota Bandar Lampung, massa langsung mengerumun.

Suasana semakin seru karena Gubernur Lampung M Ridho Ficardo ikut dalam rombongan karnaval. Alhasil gubernur muda ini menjadi sasaran selfie.

Lampung Culture and Tapis Carnival merupakan puncak dari rangkaian acara Lampung Krakatau Festival 2018. Event ini mengangkat seni budaya Lampung. Kemegahan mahkota Lampung, Siger, ditampilkan.

Keseruan Lampung Culture and Tapis Carnival diawali dengan tari kolosal Nyenyappur Siger Agung. Tarian ini terinspirasi dari keagungan Saibatin dan Pepadun. Siger Saibatin dan Pepadun sendiri hidup dan tumbuh di masyarakat dan menjadi identitas bagi wanita di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan, dengan event pariwisata, industri kecil menengah akan semakin dinamis. “Bisa semakin besar dan semakin bergerak untuk membuka lapangan kerja baru,” paparnya.

“Saya berharap kegiatan yang sudah berlangsung selama 28 kali ini, akan dibuat lebih meriah lagi. Dan bisa terus kita lestarikan. Sebagaimana juga Krakatau sebagai salah satu ikon Indonesia, bukan hanya ikon Provinsi Lampung,” katanya.

Ridho menambahkan, Krakatau sudah dikenal secara internasional.
“Makanya kemarin diadakan seminar mengenai Krakatau. Yang menarik, Krakatau ini justru sering kali dikenal di luar negeri ketimbang di dalam negeri sendiri,” paparnya.

Dijelaskan Ridho, Lampung Krakatau Festival mempunyai dampak positif. Dan dampak tersebut sudah sangat terasa di tengah-tengah masyarakat. Khususnya di Kota Bandar Lampung.

“Dan mudah-mudahan, kedepan dampak ini juga bisa kita teruskan ke rangakai-rangakain kegiatan di Kabupaten/Kota yang lain di Provinsi Lampung,” harapnya.

Sebab, potensi besar kepariwisataan bukan hanya terletak di Bandar Lampung. Sejumlah wilayah lain di Provinsi Lampung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. “Seperti di wilayah Pesisir Barat, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, dan juga Kabupaten Tanggamus,” katanya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, memuji konsep yang diterapkan di Lampung Krakatau Festival 2018.

“Konsepnya menarik. Kehadiran gajah-gajah ini juga menegaskan salah satu kekuatan pariwisata Lampung, yaitu Way Kambas. Selain tentunya kekayaan lain berupa budaya,” papar wanita yang biasa disapa Iyung itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya setuju dengan hal tersebut. Ditambahkannya, Festival Krakatau harus bisa menyentuh ekonomi masyarakat yang lebih luas lagi.

“Jika penyelenggaraannya bisa menyentuh kabupaten/kota lainnya, impact yang dihasilkan juga bisa lebih besar. Karena melibatkan banyak masyarakat. Namun semua harus dikelola dengan baik. Juga dengan persiapan yang matang. Sehingga dampak yang dihasilkan positif,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *