Sambut Imlek, Yuk Nikmati Destinasi Budaya Tionghoa di Tanjung Pinang

oleh -1.287 views

SUARAJATIM.CO.ID, TANJUNG PINANG – Merayakan liburan Imlek tidak lengkap rasanya jika tak berkunjung ke Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pasalnya kota yang berada pulau Bintan ini merupakan salah satu daerah dengan komunitas warga Tionghoa terbanyak di Indonesia. Destinasi budaya Tionghoa-nya banyak. Bahkan daerah ini dijuluki Pulau Seribu Klenteng.

“Bicara tentang destinasi budaya Tionghoa, Tanjung Pinang di Bintan sudah pasti rajanya. Pilihannya banyak dan selalu menjadi jujukan bagi wisatawan untuk menikmati keunikan budaya Tionghoa. Terlebih saat ini Tanjung Pinang sedang menggelar Festival Imlek 2019, dimana puncaknya akan dilaksanakan pada 19 Februari 2019. Sudah pasti wajib datang,” ujar Kadispar Provinsi Kepri Buralimar,” Sabtu (16/2).

Julukan Pulau Seribu Klenteng bukanlah tanpa sebab. Berbagai Vihara atau Klenteng tersebar baik di dalam maupun luar Kota Tanjung Pinang. Salah satu yang unik adalah Vihara Tien Shang Miao atau yang lebih dikenal dengan Vihara akar.

Sesuai dengan namanya, Vihara yang berusia ratusan tahun itu ditumbuhi dan dikelilingi akar pohon beringin. Akar pohon tersebut tampak sangat menyatu dengan bangunan kecil vihara sehingga tampak seperti urat-urat tangan yang memeluk bangunan tersebut. Percis seperti kuil yang ada di film Tomb Rider yang dibintangi Angelina Jolie.

Ada juga Vihara Avalokitesvara Graha yang termasuk Klenteng terbesar di Asia Tenggara. Vihara ini menjadi pusat belajar biksu dari Malaysia, Singapura dan Thailand. Bahkan ada juga yang datang dari Tiongkok.

“Nah yang lagi hits saat ini ada Wihara Seribu Patung. Wihara ini dibangun pada tahun 2010 dengan struktur bangunan yang sangat megah serta otentik. Arsitektur yang dimilikinya juga unik dan tak kalah mempesonanya bila dibandingkan dengan wihara-wihara serupa yang ada di negeri Tiongkok. Makanya perayaan Imlek di Tanjung Pinang bakal mengasikkan karena banyak destinasi yang dapat dikunjungi,” terang Buralimar.

Bagi Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati, perayaan Imlek di Tanjung Pinang pasti menyenangkan. Bukan saja destinasinya yang banyak tetapi juga mampu menampilkan keberagaman budayanya.

“Konsepnya tidak monoton dengan Barongsai atau pun parade naga saja. Seni budaya Nusantara juga ikut ditampilkan. Seperti Reog serta Kuda Lumping. Ada juga bazar, pentas seni, pawai Imlek, hingga atraksi perahu naga. Penutupannya nanti ada pesta kembang api yang spektakuler. Pokoknya akan luar biasa,” ucap Dessy.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Diana Tikupasang mengatakan, Kemenpar akan terus mendukung berbagai atraksi wisata yang ada di Tanjung Pinang. Apalagi sebagai sebagai ibukota Provinsi Kepri, Tanjung Pinang sangat strategis untuk menjadi pintu gerbang wisatawan di perbatasan.

“Aksesnya sangat baik. Tanjung Pinang relatif mudah dijangkau dari Malaysia maupun Singapura. Hanya 45 menit sudah sampai. Tentunya kami akan terus menggenjot berbagai atraksi disana untuk mendatangkan wisatawan,” ucap Diana.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun sampai ikut angkat bicara. Menpar berharap festival ini dapat mengangkat pariwisata Kepri, khususnya potensi destinasi wisata alam dan budaya setempat. Selain itu, kegiatan ini juga semakin mengangkat berbagai destinasi yang ada di Tanjung Pinang dan sekitarnya

“Letaknya yang strategis, berbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Amenitasnya, atraksinya, aksesnya, semua sudah oke. Semua digarap secara serius. Rugi pokoknya kalau belum berwisata di Tanjung Pinang,” jelas pria berdarah Banyuwangi itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *