Sampaikan Duka untuk Tsunami Anyer, Kemenpar Siap Aktifkan TCC

oleh -1.106 views

SUARAJATIM.CO.ID– Bencana alam kembali menghantam wilayah Indonesia. Sabtu (22/12) malam, tsunami yang dipicu gempa vulkanik menerjang Provinsi Banten hingga Lampung. Dampak terparah berada di area wisata Anyer dan Tanjung Lesung. Ungkapan duka disampaikan Kementerian Pariwisata. Tim Crisis Center (TCC) diaktifkan kembali. Terlebih, Tanjung Lesung masuk ke dalam 10 destinasi prioritas pemerintah. Atau, dikenal sebagai 10 Bali Baru.

Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kementerian Pariwisata Kementerian Pariwisata Guntur Sakti, Kemenpar turut merasakan duka yang sangat mendalam. Apalagi, bencana terjadi di daerah wisata.

“Kementerian Pariwisata menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Bencana ini sangat di luar dugaan. Dan terjadi saat musim liburan di destinasi wisata. Kita berharap kondisi akan berangsur pulih,” papar Guntur Sakti, Minggu (23/12).

Menurut Guntur, Kementerian Pariwisata akan menyiapkan langkah-langkah penting untuk turut membantu recovery daerah terdampak bencana.

“Kita sangat berempati terhadap musibah bencana alam ini. Makanya Kementerian Pariwisata langsung bergerak menyiapkan langkah-langkah penting untuk membantu pemulihan. Seperti menghentikan promosi di destinasi terdampak. Kita ingin membangun bersama-sama dengan masyarakat sekitar,” katanya.

Kementerian Pariwisata juga siap menghidupkan kembali Tim Crisis Center untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat, korban, dan wisatawan.

Dijelaskan Guntur Sakti, Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata sudah memiliki pengalaman menangani permasalahan seperti ini. Tim yang sama sudah diterjunkan saat gempa Lombok, erupsi Gunung Agung, dan lainnya.

“Dengan pengalaman menangani bencana, Kementerian Pariwisata sudah siap menerjunkan Tim Crisis Center. Kita akan memberikan pelayanan seperti halnya yang dilakukan tim di Lombok, Bali, dan lainnya,” jelasnya.

Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata akan membangun posko di lokasi bencana. Tim ini akan berkoordinasi langsung dengan tim yang berada di Jakarta. Nantinya, hanya ada satu pintu untuk mengeluarkan pernyataan. Sehingga semua pernyataan bisa dipertanggungjawabkan dan tidak simpang siur.

“Kita memberikan pelayanan di fase tanggap darurat. Saya yakin semua pihak akan bergerak bersama-sama. Sehingga pemulihan bisa semakin cepat dilakukan,” katanya.

Bencana tsunami yang terjadi di kawasan Anyer hingga Lampung Selatan, terjadi akibat gempa vulkanik. Bencana ini tidak terpantau alat pendeteksi. Karena BPBD hanya memiliki pendeteksi gempa tektonik.

Duka mendalam juga disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, Kemenpar akan menyiapkan langkah-langkah terbaik untuk memulihkan dampak bencana.

“Kita semua ikut berduka. Tidak ada yang menduga bencana di akhir tahun ini. Tapi Kementerian Pariwisata siap kembali mengawal recovery di daerah terdampak. Kita akan bangkit bersama-sama,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *