Sanggau Pamer Kekayaan Budaya dalam The Paradje Festival 2018

oleh -1.923 views

SUARAJATIM.CO.ID– Pelaksanaan The Paradje Festival 2018 menjadi bukti kerennya budaya Melayu di Sanggau, Kalimantan Barat. Apalagi, pelaksanaannya dilakukan di area Keraton Surya Negara. Alhasil opening ceremony The Paradje Festival 2018, Rabu (5/9), berlangsung eksotis.

Pembukaan The Paradje Festival 2018 berupa karnaval. Sejumlah barang pusaka diarak. Ada juga sesaji, dan panji keraton. Semuanya dibawa melewati jalan utama Kota Sanggau. Kegiatan ini dikawal Laskar Paradje. Biar tidak penasaran, Paradje adalah agenda pembersih negeri dari beragam bala atau malapetaka.

Beragam doa dan shalawat, ditebar Laskar Paradje juga peserta karnaval di sepanjang jalan. Setelah peserta karnaval tiba di area keraton, acara dilanjutkan dengan Tolak Ajong dan Tabur Bunga. Tolak Ajong ini melarungkan sesaji dalam miniatur perahu lengkap dengan beragam ubai rampainya.

“Paradje ini agenda rutin dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Paradje ini menjadi ritual bagi pembersih negeri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang selalu memberikan dukungan,” ungkap Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau Gusti Arman, Rabu (5/9).

Dalam penyelenggaraan ke-10, The Paradje Festival dihadiri oleh para raja domestik hingga mancanegara. Kasultanan Brunei Darussalam dan Malaysia juga mengirimkan dutanya. Hadir pula raja-raja dari Kerajaan Ketapang, Sekadau, Tayan, juga Landak.

“Beragam suku bangsa berkumpul di Sanggau dan hidup berdampingan secara damai. Kami berharap, keberadaan Paradje Festival ini bisa dimanfaatkan secara ekonomi. Masyarakat harus menggali semua potensi yang dimilikinya agar mendatangkan value,” terangnya lagi.

Kemeriahan Paradje Festival dikuatkan dengan Tarian Penyambutan. Tarian yang memiliki makna penghormatan bagi tamu disajikan Sanggar Segenter Alam. Usai menyerahkan Keris Pusaka Kalimasani, prosesi dilanjutkan Tarian Sesembahan Tapak Sirih. Tarian ini menggambarkan keramahan masyarakat Melayu dengan perlengkapan sirih yang sarat makna.

Oleh masyarakat Melayu, kapur untuk menyirih punya makna karakter suci dan kelembutan seseorang. Namun, karakter ini bisa berubah agresif bila teraniaya. Ada juga rasa pahit gambir. Maknanya, arti dari ketabahan hati seseorang.

Bupati Sanggau Paolus Hadi menerangkan, Paradje Festival memiliki filosofi dalam dan penting bagi masyarakat Sanggau.

“Sanggau ini seperti miniatur Indonesia, sangat beragam. Yang jelas, Paradje Festival ini penuh makna. Bagaimana Sanggau bersih dari berbagai masalah. Semoga Sanggau selalu damai dan tenteram. Sebab, ada banyak event yang akan digelar di sini,” terang Paolus.

Usai penyelenggaraan Paradje Festival, digelar Perayaan Satu Syuro di Balai Karangan. Festival ini untuk mengakomodir budaya masyarakat Jawa yang ada di Sanggau. Ada juga Festival Budaya Pasundan pada 5 Oktober dengan pengisi acara Doel Sumbang. Event adventure juga disajikan 28 Oktober dengan rute Entikong menuju Taman Sabang Merah.

“Semua event ini untuk mempererat budaya di Sanggau, seperti Paradje Festival ini. Kami pun berharap, semuanya bisa bergembira di sini,” katanya lagi.

Paradje Festival memang menegaskan keramahan dan inspirasinya. Menggunakan mementum event Paradje Festival, Keraton Surya Negara memberikan gelar kehormatan bagi tokoh penting dan berjasa di Sanggau. Menutup ritual pembukaan Paradje Festival, Tarian Jepin kreasi sanggar Allegra disajikan. Bahkan, semua tamu pun diajak menari Jepin secara bersama-sama.

“Keramahan dan toleransi memang menjadi ciri budaya masyarakat Sanggau. Atraksi yang ditawarkan Paradje Festival ini memang sangat memikat. Semuanya sarat filosofi. Ada banyak pembelajaran yang bisa diambil masyarakat luas dari festival ini,” jelas Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni.

Sedangkan Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono, menilai Paradje Festival mempunyai karakter yang sangat kuat.

“Karakter kuat memang dimiliki Paradje Festival. Mereka memiliki beragam budaya dan menjadi daya tarik pariwisata Sanggau yang luar biasa. Paradje Festival ini sangat mengispirasi dengan keunikannya,” tegas Sapto.

Apresiasi diberikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya atas penyelenggaraan Paradje Festival. Dengan karakter event yang dimilikinya, festival ini menjadi penegas potensi besar pariwisata Sanggau.

“Penyelenggaraan Paradje Festival ini luar biasa. Beragam agenda yang digelar menjadi bukti potensi besar pariwisata Sanggau. Potensi ini harus diupayakan agar menjadi value secara ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *