Sasar Wisman Singapura, Kemenpar Gelar Sales Mission Adventure for Singapore Market 2019

oleh -451 views

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) makin agresif menjaring wisman di negara Asia Tenggara (Asteng). Hal ini dilakukan untuk mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2019. Terbaru, Kemenpar menggelar Sales Mission Adventure for Singapore Market 2019. Program ini akan di gelar di Violet Oon, Clarke Quay, Singapura, 8 Mei 2019.

“Sales mission ini sangat penting untuk memperkenalkan potensi wisata adventure Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki lebih dari 100 destinasi petualangan yang luar biasa. Ini menjadikan
Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Kamis (2/5).

Rizki memaparkan, pada kegiatan sales mission ini Kemenpar memboyong 11 Industri (Akomodasi, TA/TO, Special Interest). Mereka
berasal Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat,
DKI Jakarta, Banten, D.I Yogyakarta dan Bali. Dimana nantinya mereka akan dipertemukan dengan 31 buyers asal Singapura. Dengan konsep ini diharapkan para buyers Singapura akan tertarik membawa wisatawan Singapura untuk berwisata petualangan di Indonesia.

“Setiap tahun Indonesia dikunjungi sekitar 100.000 wisatawan minat khusus petualang dari seluruh dunia. Menurut Adventure Travel Trade Association ( ATTA), 67 persen pengeluaran wisatawan
petualangan terjadi di destinasi yang mereka kunjungi. lni menunjukkan kegiatanwisata petualangan sangat besar perannya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal,” ungkap Rizki.

Menurut Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati, program ini sangat efektif. Pasalnya akan mempertemukan langsung sellers Indonesia dengan buyers Singapura. Dengan cara ini diyakini akan menghasilkan kontak dan kontrak bisnis yang diharapkan. Pada kegiatan ini Kemenpar pun akan menyajikan jamuan makan yang nanti juga akan digelar.

“Kegiatan ini akan diset dengan kegiatan table top atau B to B. Karena kegiatan dengan format B to B jauh lebih efektif untuk mengejar target jumlah wisatawan. Selain itu jamuan makan juga akan menjadi andalan kita,” kata Dessy.

Dipilihnya Singapura menjadi lokasi sales mission ini juga bukan tanpa sebab. Singapura merupakan salah satu fokus pasar wisatawan mancanegara, khususnya ASEAN
ke Indonesia. Dimana total kunjungan sepanjang tahun 2018 (Januari – Desember 2018)
sebanyak 1.750.913 wisman dengan pertumbuhan 16% dibandingkan tahun sebelumnyayang sebanyak 1.512.813 wisman.

Apalagi Indonesia cukup di untungkan dengan kedekatan teritorial dengan Singapura. Dimana Singapura memiliki beberapa titik cross border denganIndonesia yaitu Batam dan Bintan. Singapura pun menjadi hub internasional yang sangat baik untuk dieksplorasi. Disamping itu, minimnya atraksi wisata di Singapura juga menjadi potensi Indonesia untuk mempromosikan kekayaan alam dan budaya Indonesia yangsangat beragam.

“Pada tahun 2019 ini, Kemenpar menargetkan wisman
Singapura sebesar 2,120 juta kunjungan dari total target 20 juta kunjungan dari seluruh
pasar mancanegara.Untuk itu kita juga harus lebih aktif mengeksplorasi pasar wisatawan Singapura,” imbuh Dessy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyambut baik sales mission ini. Sales mission ini semakin memberikan banyak pilihan destinasi bagi wisatawan Singapura. Menurut Menpar, saat ini Kemenpar telah mengembangkan 12 destinasi wisata petualangan diIndonesia. Deretannya terdiri dari Krakatau, Bromo Tengger Semeru, Rinjani. Trekking di Bali, Ijen, Komodo, Rafting di CitarikSukabumi, Sungai Alas Aceh, Sungai Elo Jateng, Caving, wisata gua di Gunungkidul, Pacitan, dan MarosDi Sulawesi.

“Ini akan memberikan pilihan destinasi lebih banyak bagi wisatawan Singapura. Sehingga wisatawan Singapura tidak bosan dengan destinasi yang itu-itu saja,” ujar Menpar Arief.

Selain itu Menpar juga menambahkan, memang sepatutnya kita terus mengejar pasar Singapura. Pasalnya Singapura merupakan hub Internasional. Seluruh penerbangan dari belahan dunia mana pun mampir ke Singapura.

“Selain Singapura bukan hanya sebagai hub transportasi udara internasional dan pintu gerbang pariwisata, tetapi juga menjadi hub pasar MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Ada puluhan ribu perusahaan asing, baik dari Eropa, Amerika, Asia dan Australia yang memiliki kantor perwakilan di Singapura. ini yang harus kita bisa maksimalkan disetiap kesempatan,” ujar Menteri ramah asal Banyuwangi itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *