Semangat Moto GP Membalut Program Bimtek dan BISA Kemenparekraf

oleh -69 views
Toar RE Mangaribi, Analis Kabijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf - Kemenparekraf/Baparekraf sedang memberikan sambutan
Toar RE Mangaribi, Analis Kabijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf - Kemenparekraf/Baparekraf sedang memberikan sambutan

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Bimbingan Teknis SDM Ekonomi Kreatif Fotografi bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada seratus peserta yang terdiri dari peserta dari unsur IKM, PAM pariwisata, wartawan/media, pegiat pariwisata, Pokdarwis Desa Kuta, Forum Pemuda Desa Kuta, Forum Dewi Tastura dan stakeholder lainnya yang berada di dua lokasi.

Sekedar informasi, balap berkelas internasional akan dilaksanakan di Sirkuit Moto GP Mandalika. Rencananya, akan digelar pada tahun 2021 mendatang. Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Toar RE Mangaribi menerangkan, ada dua kegiatan yang diselenggarakan di NTB. “Untuk gerakan BISA ini adalah sebetulnya blanded aktivity di dalamnya. Kalau di tempat kami adalah bagian dari kegiatan Bimtek. Lombok Mandalika ini adalah sangat kaya dengan destinasi pariwisata. Apalagi ada semangat Moto GP yang akan dilaksanakan di Mandalika dan Lombok Tengah dipastikan mendapatkan dampak positifnya,”kata Toar.

 

Sebagai divisi yang fokus pada pengembangan SDM ekonomi kreatif, Toar mengaku instansinya sangat fokus pada pengembangan bidang ekonomi kreatif. “Peserta Bimtek ini lebih fokus kepada fotografi dan nantinya akan diberikan bimbingan secara teknis dan lebih dalam bagaimana menggunakan smartphone, bagaimana nantinya dengan smartphone bisa mendapatkan pemasukan, bagaimana kita bisa lebih cerdas menggunakan alat agar alat itu memberikan income kepada kita. Ini juga bisa menjadi bahan untuk berpromosi jelang Moto GP,” terang dia.

Ke depan, bukan tak mungkin akan diselenggarakan kegiatan ekonomi kreatif lainnya yang bisa menjadi bekal bagi masyarakat. Pada kegiatan yang sama, Toar menjelaskan kegiatan ini dipadukan dengan program BISA yang merupakan gerakan untuk memperbaiki kebersihan, keamanan dan kenyamanan destinasi wisata. “Kita lihat juga sudah ada peralatan kebersihan. Ini merupakan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan peralatan ini untuk disumbangkan ke masyarakat yanga ada di sekitar sini,” kata dia.

Seperti yang sudah dibahas, kata Toar, Lombok bakal menjadi lokasi perhelatan balap motor bergengsi tingkat dunia, MotoGP. Tentu saja tak hanya penyiapan destinasi dan fasilitas pendukungnya, termasuk juga di dalamnya adalah penyiapan sumber daya manusianya. “Kita tahu MotoGP akan diselenggarakan di sini. Tentu saja segala fasilitas pendukungnya harus dipersiapkan dengan baik, termasuk sumber daya manusianya. Program Bimtek ini memperkuat sumber daya manusianya. Sementara kegiatan BISA mempercantik serta menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang berlibur,” tuturnya.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, sebagai kawasan wisata, NTB khususnya Lombok Tengah memiliki destinasi wisata unggulan yang perlu untuk terus didukung. Salah satunya dalam hal rencana pelaksanaan MotoGP yang sudah dirancang oleh pemerintah di Mandalika. “Lombok memiliki potensi industri ekonomi kreatif yang beragam. Potensi sebagai destinasi wisata dunia tentu harus didukung. Untuk itu, sinergi besar seluruh stakeholder pariwisata sangat diperlukan di sini,” tegas Wisnu

Menaikkan daya tawar Lombok, aksi riil pun dilakukan. Melalui program BISA, dukungan berupa Wastafel Portable Anti Covid-19 dan peralatan kebersihan diberikan. Wastafel ini didesain khusus dengan meminimalkan sentuhan tangan. Bila ingin mengalirkan air, tinggal menekan pijakan kaki di bawah. Pun demikian dengan sabun pencuci tangannya. Selain itu Kemenparekraf juga menyediakan mesin potong rumput, tempat sampah permanen, tong sampah dorong, tong sampah Keta produk lokal, wastafel portabel Anti Corona produk lokal, gerobak sampah dorong satu roda dan foto booth.

Rangkaian program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi ditutup dengan aksi bersih-bersih di kawasan wisata Lombok. Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, seluruh potensi yang dimiliki Lombok mendapatkan porsi branding ideal.

“Program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi memiliki posisi strategis. Keduanya saling terkait. Yang jelas, Lombok mendapatkan porsi branding yang besar dari program ini. Lombok sebagai destinasi wisata dunia tentu harus di-support karena potensinya luar biasa untuk menarik arus kunjungan wisatawan,” ujar Ricky.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Plt Nasrun tak menampik jika pandemi Covid-19 memiliki dampak yang cukup serius terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya. “Sejak Maret hotel dan pariwisata di Kuta ini sepi pengunjung. Alhamdulillah sekarang mulai ada tamu dari Kemenparekraf. Bukan hanya sekadar datang, tetapi ada hikmah dan hidayah, dari Allah yang di sampaikan dari tangan tangan beliau-beliau yang hadir ini,” kata dia.

Menurutnya, potensi pariwisata di Lombok sangat luar biasa. Masyarakat pun menikmati langsung pendapatan dari sektor pariwisata melalui desa-desa wisata yang sudah terbentuk.

“Apalagi nanti kalau ada Moto GP. Lombok Tengah akan merasakan dampak yang positif dan baik bagi masyarakat. Potensi dan kesempatan ini sangat luar biasa. Tapi potensi ini tidak luar biasa kalau SDM-nya tidak mengelola potensi itu.
Apa yang kita miliki kalau SDM-nya tidak ditingkatkan kualitasnya. Tidak akan bermanfaat secara baik. Maka dari itu,
Kami dari pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf yang terus menerus membangun dan memajukan pariwisata di Lombok,” papar dia.

Menurutnya, SDM merupakan faktor produksi utama dari keberlangsungan sebuah destinasi wisata. Dalam mengembangkan ekonomi kreatif modal pokoknya adalah ide dan pemikiran. “Nah, itu bisa didapat kalau SDM-nya mumpuni. Kalau hasilnya bagus, pasti akan lebih mahal dari kegiatan-kegiatan lainnya. Termasuk gerakan BISA ini, dengan protokol Covid-19 ini harus dilaksanakan. Jadi semua harus memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan biar tidak menular kepada kita dan yang lainnya,” ujarnya.

“Kedatangan pemerintah pusat ini memberikan semangat kepada kita untuk menyambut MotoGP. Dua program inilah sebagai momentum untuk kita bangkit dari pandemi yang berkepanjangan. Terima kasih Kemenparekraf,” tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *