Seniman Angkat Jempol dengan Apresiasi Kemenparekraf di Pameran Lukisan dan Foto ‘Parekraf Festival’ Batam

oleh -71 views

BATAM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung penuh penyelenggaraan “Parekraf Festival” yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam. Mengambil tempat di Atrium Kepri Mall, sebanyak 60 lukisan dan 15 foto dipamerkan pada 11-13 Desember 2020, event ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para seniman.

Haryanto, salah seorang pelukis yang ikut serta dalam Parekraf Festival memaparkan, pihaknya mengucapkan terima kasih banyak kepada Kemenparekraf yang telah mendukung acara tersebut. “Ini kalau tidak didukung, tidak akan jalan. Saat Pandemi ini, bukan hanya kami sulit berkarya, namun juga kami sulit makan,”ujar Haryanto ketika ditemui wartawan di acara tersebut.

Lebih lanjut pria berambut Gondrong itu menambahkan, selain untuk ekspresikan para seniman, event ini digagas untuk memberikan ruang bagi pekerja-pekerja ekonomi kreatif, khususnya fotografer, pelukis dan sebagainya. “Event ini juga sebagai ruang informasi dan mempromosikan kepada calon wisatawan baik lokal maupun Nusantara terkait obyek atau destinasi wisata berbasis masyarakat yang siap untuk dikunjungi wisatawan kembali dengan penerapan kebersihan, kesehatan dan lingkungan di obyek atau destinasi wisata,” katanya.

Dengan begitu, Haryanto berharap event ini dapat menumbuhkan kembali kepercayaan wisatawan untuk kembali berwisata ke Batam. “Kami berharap event ini dapat kembali menumbuhkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Batam. Melalui kegiatan ini kami berupaya mempromosikan destinasi wisata di Kota Batam ini yang telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE,” ujarnya.

 

Dengan begitu, Haryanto berharap pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batam dapat kembali bergeliat setelah sebelumnya terdampak COVID-19. Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, COVID- 19 adalah wabah global yang berdampak buruk pada dimensi manusia dan sosial. Pandemi COVID-19 yang menyebar dengan cepat hampir ke seluruh negara termasuk Indonesia berdampak serius pada sektor pariwisata, tak terkecuali Batam.

“Pandemi COVID-19 melumpuhkan sektor pariwisata dan ekonomi krearif, karena DNA pariwisata dan ekonomi kreatif adalah pergerakan dan perjalanan wisata serta spanding money. Ketika hal itu tak terjadi karena pandemi COVID-19, maka pariwisata dan ekonomi kreatif tak akan berjalan,” kata Vinsensius Jemadu.

Pria yang karib disapa VJ itu melanjutkan, saat ini Indonesia telah memasuki era adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Kegiatan pariwisata mulai dipulihkan. Pemerintah pusat dengan Pemerintah Kota Batam bergandengan tangan berupaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata ini. “Berbagai upaya terus dilakukan untuk meyakinkan wisatawan Nusantara maupun mancanegara bahwa Batam aman dan nyaman untuk dikunjungi kembali,” ujar VJ.

Sektor pariwisata termasuk destinasi wisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) menurut VJ harus dipersiapkan untuk dapat memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan terhadap produk dan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Di sisi lain, VJ menjelaskan jika ekonomi kreatif merupakan suatu konsep creative economy yang mengedepankan kreativitas, ide dan pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. “Saat ini setidaknya ada 16 sub sektor ekonomi kreatif, di antaranya fotografi, seni rupa, kuliner, musik, televisi dan radio dan lain-lain,” papar dia.

 

Kegiatan ekonomi kreatif melalui pameran fotografi dan lukisan diyakini sebagai salah satu upaya efektif memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif menunjukkan hasil karyanya kepada masyakat. “Kegiatan ini juga sebagai media promosi pariwisata dengan menggambarkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) yang dipandang bisa membangun kepercayaan dan menarik minat wisatawan Nusantara,” jelas VJ. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat kembali melakukan perjalanan wisata tanpa khawatir tertular COVID-19 oleh karena destinasi wisata telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *