Serunya Jemparingan di Pasar Ngingrong

oleh -1.626 views

SUARJATIM.CO.ID– Performa positif terus ditunjukkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja. Setelah sukses dengan destinasi digital Pasar Kakilangit, GenPI Jogja membangun destinasi digital lainnya.

Salah satunya Pasar Ngingrong. Destinasi digital ini terletak Area parkir Geosite Ngingrong di Desa Mulo, Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Destinasi ini terus dipoles untuk mematangkan konsepnya. Salah satunya dengan pengembangan atraksi Jemparingan, Minggu (2/9). Dengan pengembangan atraksi ini Pasar Ngingrong kini makin berwarna.

“Hari ini kita fokus untuk melakukan pelatihan Jemparingan bagi warga sekitar. Mereka nantinya akan menjadi operator atraksi ini. Jemparingan akan menjadi salah satu atraksi utama di Pasar Ngingrong,” ujar Ketua GenPI Jogja Nunung Elizabeth.

Dipilihnya Jemparingan menjadi salah satu atraksi, bukan tanpa sebab. Pasar Ngingrong akan dikembangkan menjadi destinasi yang mengutamakan adventure experience. Nantinya, akan ada wisata susur goa serta flying fox. Tentunya dengan adanya atraksi Jemparingan diharapkan akan semakin menyasar lebih banyak wisatawan.

Selain itu Jemparingan merupakan salah satu tradisi budaya Mataram. Terlebih yang dipilih adalah Jemparingan Gagrak Mataram. Dimana pesertanya harus menggunakan minimal 1 aksesoris kesatria Mataram. Seperti Udeng, Jarik, ataupun Baju Sorjan.

“Ini akan menjadi sebuah gimmick yang sangat menarik. Dimana biasanya kalau kita memanah hanya memakai baju olahraga. Tetapi di Jemparingan kita akan diajak berlaku seperti orang jawa. Bahkan ketika memanah kita diwajibkan untuk duduk bersila. Budaya ini yang ingin kami sampaikan, sekaligus menjadi atraksi yang dapat mengundang wisatawan,” terang wanita yang akrab disapa Elza ini.

Performa menjanjikan memang tengah ditunjukkan Pasar Ngingrong. Apalagi destinasi ini berada di jalur yang strategis. Yaitu jalur utama menuju ke kawasan pantai Gunung Kidul.

“Saat ini destinasi ini telah diisi oleh 35 lapak yang menjajakan kuliner khas setempat. Biasanya yang datang itu wisatawan yang akan mengunjungi destinasi pantai-pantai di Gunung Kidul. Mereka biasanya sarapan pagi di pasar ini. Nah ini peluang bagus. Dan saya yakin dengan penambahan-penambahan atraksi, Pasar Ngingrong akan semakin berkembang,” ungkap Elza.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut mengapresiasi langkah dan ide-ide kreatif yang dimunculkan GenPI. Menurutnya ini merupakan bukti kuatnya Creative Value dari GenPI. GenPI mampu menyuguhkan atraksi-atraksi yang dapat mengundang wisatawan, tanpa meninggalkan tradisi serta budaya tradisional.

“Saya sering menyebutnya 2C. Yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar pun berharap semakin banyak generasi muda yang ikut masuk ke dalam GenPI. Sehingga percepatan di sektor pariwisata dapat dilakukan.

“Menjadi anggota GenPI itu tidak akan rugi. Banyak hal positif yang bisa didapat. Contohnya GenPI Jogja ini. Mereka mampu memberikan kontribusi bagi pariwisata Jogja. Jadi buruan daftar. Caranya juga mudah. Tinggal kunjungi genpi.co isi form pendaftaran. Yang pasti jadi anggota GenPI itu gak rugi. Selalu banyak keseruan. Jadi buruan daftar. Salam Pesona Indonesia. Salam GenPI,” tutur Menpar Arief Yahya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *