Sleman Dulang Rp205,6 Miliar dari Pariwisata

oleh -914 views

SUARAJATIM.CO.ID – Rapor positif dibukukan pariwisata Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, sepanjang 2018. Sleman mendulang income Rp205,6 Miliar dari sektor ini. Pendapatan besar ini adalah efek dari tingginya arus wisatawan. Sleman juga sukses mengekplorasi beberapa event.

Jumlah Rp205,6 Miliar itu, menempati porsi 23% dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima Sleman. Sepanjang 2018, Sleman ini mampu mengumpulkan PAD hingga Rp894 Miliar. Kadispar Sleman Sudarningsih mengungkapkan, PAD tahun 2018 telah diupayakan maksimal.

“Raihan PAD Sleman yang mendekati Rp1 Triliun tentu sangat bagus. Kami tentu makin gembira karena sektor pariwisata membukukan kontribusi hingga 23%. Angka ini menjadi bukti keberhasilan beberapa kebijakan pariwisata yang diterapkan di Sleman,” ungkap Sudarningsih, Kamis (3/1).

Optimalisasi kontribusi PAD dari pariwisata Sleman diperoleh dari pajak dan retribusi. Pajak ditarik dari hotel dan restoran yang tersebar di wilayah Sleman. Untuk retribusi, Sleman membukukan surplus 18% melebihi target yang ditetapkan.

Sepanjang 2018, restribusi Sleman dipatok Rp6,1 Miliar. Realisasi target tercapai hingga Rp7,2 Miliar. Sudarningsih menambahkan, angka restribusi di 2018 ini maksimal.

“Income sektor pariwisata berasal dari beberapa item dan semuanya bagus. Untuk retribusi yang dikelola oleh Dispar bahkan melewati target. Jumlahnya surplus sekitar Rp1,1 Miliar dari target yang telah ditetapkan. Optimalisasi restribusi dan sumber lain tidak lepas dari banyaknya kunjungan wisatawan,” lanjutnya.

Dengan destinasi wisata lengkap, Sleman mampu menarik 7,76 Juta wisatawan sepanjang rentang Januari hingga November 2018. Jumlah ini memiliki porsi 96,99% dari target yang dicanangkan semula. Untuk tahun 2018 , Sleman memasang target 8 Juta kunjungan wisatawan. Angka kunjungan wisatawan pada Januari-November 2018 ini surplus signifikan 24,5% dari tahun sebelumnya.

Track positif kunjungan wisatawan ini sudah terlihat pada beberapa tahun terakhir ini. Pada 2017 silam, Sleman menargetkan kunjungan wisatawan 6 Juta orang. Realisasinya surplus 1,2 Juta wisatawan. Angka riilnya sekitar 7,2 Juta wisatawan. Sudarningsih mengatakan, target wisatawan 8 Juta di 2018 sudah terlampaui. Sebab, kunjungan wisatawan di Taman Tebing Breksi Prambanan sekitar 1 Juta pengunjung.

“Pariwisata memiliki kontribusi besar karena efek kunjungan wisatawan. Ujungnya restribusi dan pajak ini menjadi optimal. Sebelum tahun baru saja capaian target sudah 96,99%. Kami sangat yakin target 8 Juta wisatawan di tahun 2018 sudah terlewati,” katanya lagi.

Besarnya arus masuk wisatawan ini tidak lepas dari kekuatan atraksi. Selain alamnya, Sleman memiliki budaya yang eksotis. Banyak event yang digelar Sleman mendapat apresiasi besar dari publik. Beberapa event diantaranya, Festival Merapi (22-23 Desember 2018), Festival of Light (15 Desember 2018 sampai 20 Januari 2019), juga Festival Lampion Penjor (20 Desember 2018 – 7 Januari 2019).

“Antusiasme publik maksimal pada beberapa event yang kami gelar. Hal ini sangat menggembirakan. Sebab, artinya perekonomian di Sleman bergerak. Masyarakat juga bisa langsung menikmati tambahan inkam melalui berbagai transaksi yang dilakukan wisatawan,” tegas Sudarningsih.

Pemerintah Kabupaten Sleman dan masyarakat sama-sama menikmati pemasukan dari aktivitas pariwisatai Mengacu kemampuan spending di Yogyakarta, rata-rata wisatawan menghabiskan Rp1,2 Juta per trip, April 2018. “Kini semua bisa merasakan hasilnya. Masyarakat makin sejahtera karena perputaran uangnya pasti besar,” tuturnya.

Terus mengoptimalkan inkam dari sektor pariwisata, Sleman pun mematok target di tahun ini. Pada tahun 2019 ini, retribusi ditarget Rp6,3 Miliar. Restribusi ini akan dioptimalkan dari beberapa destinasi dan candi. Sleman juga akan mengoptimalkan peran event, seperti Festival Kuliner dan Vulcano Run. Event baru ini rencananya akan dirilis pada Maret 2019.

“Kami ucapkan selamat kepada Sleman yang bisa mengoptimalkan PAD dari pariwisata. Sumbangan 23% ini sangat positif. Sleman ini merupaan paket destinasi terbaik. Atraksinya luar biasa karena nature dan culture memang sangat eksotis. Aksesibilitas dan amenitasnya juga sangat bagus. Wilayah ini akan terus tumbuh besar, apalagi Yogyakarta akan mengoperasikan Bandara Kulonprogo di tahun ini,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *