Soetta Bandara dengan Koneksi Rasio Penerbangan Terbanyak

oleh -1.285 views

SUARAJATIM.CO.ID– Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi salah satu bandara paling sibuk di dunia. Koneksi rasio penerbangannya pun sangat banyak. Begitulah laporan lembaga air travel intelligence asal Inggris, OAG. Pengakuan disampaikan dalam laporan Megahubs International Index 2018. Soetta disebut sebagai The World’s Most Internationally Connected Airports.

Bendara Soetta dinobatkan sebagai bandara dengan koneksi rasio penerbangan terjadwal paling banyak. Atau paling terkoneksi ke-2 di Asia Pasifik dan terkoneksi ke-10 dunia. Prestasi ini mengalahkan bandara besar seperti Incheon Korea, KLIA Malaysia, dan Bandara Hongkong.

“Dalam laporan tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendapatkan nilai indeks konektivitas 249. Hanya terpaut empat poin dari Bandara Internasional Changi–Singapura yang memiliki nilai indeks 253,” kata Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaludin, Sabtu (22/9).

Awaludin menjelaskan proses penentuan nilai indeks tersebut. Menurutnya, OAG menghitung total kemungkinan konektivitas bandara. Terutama untuk penerbangan datang dan keluar dalam masa waktu enam jam.

Kriteria penentuan konektivitas di antaranya penerbangan internasional. Baik menuju maupun dari bandara tersebut (single international connections). Penerbangan internasional yang termasuk domestik ke internasional, internasional ke domestik, maupun international ke internasional.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk di Indonesia. Jumlah pergerakan tahun 2017 mencapai lebih dari 63 juta penumpang per tahun. Untuk mengakomodir pertumbuhan jumlah penumpang yang terus merangkak naik, Bandara terus bersolek baik di sisi darat maupun sisi udara, untuk memaksimalkan potensinya,” papar Awaludin.

Pada tahun 2017, bandara Soetta juga tercatat sebagai bandara tersibuk ke-17 dunia. Estimasi penumpang tahun 2018 mencapai 68 juta penumpang. Hal ini juga bisa mendukung target menjadikan pariwisata sebagai sumber penghasil Devisa nomor 1 di Indonesia.

Untuk itu, pembangunan infrastruktur terus dilakukan di Bandara Soetta. Peningkatan kapasitas penumpang menjadi tujuannya. Di antaranya pembangunan east cross taxiway, runway 3, revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, serta pembangunan Terminal 4.

“Melalui pengembangan infrastruktur, maka Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat semakin bersaing. Juga menjadi bandara kebanggaan bangsa dan ikut menopang pertumbuhan pariwisata dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

Pujian pun datang dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, PT Angkasa Pura II terus berkembang. Terutama dalam segi pengelolaan bandara guna menunjang banyaknya pengunjung yang datang.

“Kemenangan itu direncanakan. Harus terus ada pembangunan. Karena ini bisa mempengaruhi. Kita punya ratusan destinasi wisata, dan itu harus benar-benar dipromosikan, sehingga jumlah penumpang juga meningkat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menteri yang memimpin Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 di Asia Pasifik itu menyatakan, Soetta adalah gerbang pariwisata Indonesia.

“Sehingga, bisnis ini tumbuh dan investasi pun akan berdatangan. Mengingat, Bandara Soekarno-Hatta bertaraf internasional. Banyak para turis hilir mudik silih berganti di bandara ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *