Start Menjanjikan Indonesia di NATAS 2019

oleh -1.067 views

SUARAJATIM.CO.ID, SINGAPURA – Jaring wisatawan Wonderful Indonesia 2019 mulai ditebar di NATAS Travel Fair 2019. Startnya positif dengan respon besar publik Singapura. Profil ini menjadi garansi menjanjikan, apalagi didukung banyak kebijakan diplomatik yang menguntungkan.

Pameran terbesar di Singapura, NATAS Travel Fair 2019, mulai digulirkan Jumat (22/2). Digelar 3 hari, pameran B to C ini memiliki venue di Hall 5, Singapore Expo, Singapura. Turun full team, Indonesia pun menyertakan 24 industri pariwisatanya. Background TA/TO yaitu, Akomodasi, Atraksi Wisata, dan Airlines. Disertakan juga 4 Dispar dari Kepulauan Riau, Jakarta, Jatim, dan Belitung.

“NATAS adalah event terbesar di Singapura. Event ini jadi promosi pariwisata potensial karena menjual destinasi secara langsung. Setiap tahun, Indonesia pasti ikut. Startnya kali ini juga sangat bagus. Booth ramai. Sebab, ini menjadi momentum wisatawan merancang liburan untuk Juni-Juli. Planingnya sudah disusun dari sekarang,” ungkap Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, Jumat (22/2).

Kemeriahan terlihat di booth Indonesia. Aktivitas transaksi sudah terlihat sejak opening pameran, pukul 09.00 waktu setempat. Para pengunjung ini memadati table yang sudah disiapkan. Beberapa menikmati fasilitas yang diberikan, mulai dari kopi, Indonesian exotic drink, hingga layanan spa. Ada juga yang berfoto bersama dengan kostum Cenderawasih Biru.

“Indonesia ini menjual destinasi yang beragam. Garuda Indonesia dan stakeholder lainnya bersatu agar naikan pariwisata Indonesia. Potensi pariwisata Indonesia ini sangat besar. Untuk itu, NATAS 2019 harus dimaksimalkan,” ujarnya.

NATAS Travel Fair 2019 ini akan diikuti oleh 90 exhibitor dengan 700 booth. Pergerakan pengunjung sekitar 110 Ribu orang. Ada 9 latar belakang industri pariwisata yang bergabung. Hadir juga perwakilan dari Jepang, Korea Selatan, Australia, Thailand, New Zealand, dan Uzbekistan. Mengacu postur NATAS 2018, pameran ini kompetitif. Ada nilai transaksi Rp9,2 Miliar yang mengalir dari penjualan 3.118 pax.

“Pariwisata ini sektor yang tidak terdampak kondisi ekonomi global yang labil. Pariwisata justru menjadi solusi. Orang pasti akan memilih berlibur untuk mengusir penat. Pariwisata harus terus didorong dan dipasarkan,” terang Ngurah Swajaya lagi.

Mengacu pergerakan wisman hingga Oktober 2018, pariwisata memberikan dampak makro yang positif. Kontribusi pada Produk Domestik Bruto nasional 5,6% atau naik 0,6% dari 2017. Aliran devisa mencapai Rp224 Triliun dan naik Rp21,87 Triliun dari tahun sebelumnya. Jumlah serapan tenaga kerja sekitar 12,7 Juta orang. Target besar devisa dipatok 2019 ini dengan besaran Rp280 Triliun.

“Makanya KBRI Singapura terus bekerjasama dengan Kemenpar. Kami tidak hanya mencari wisatawan asal Singapura, tapi juga 18 Juta wisman yang ada di Singapura. Kami telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Singapura mengembangkan twinning destination. Kami manfaatkan MICE Singapura yang sangat padat. Pokoknya menjaring ikan di daerah dengan potensi ukuran besar,” tegas Ngurah Swajaya.

Twinning destination ini mengalirkan wisatawan asal Tiongkok dan India ke Indonesia. Diakui oleh Dubes RI untuk Singapura, pengembangan dari konsep ini mengarah kepada kerjasama joint campaign. Nantinya peserta MICE Singapura mendapatkan aditional benefit berupa kunjungan ke Indonesia. Dan, destinasi yang ditawarkan seperti Yogyakarta, Belitung, Bintan, dan Batam.

“Respon publik positif. Kondisi ini akan dimanfaatkan untuk optimalisasi arus kunjungan wisman ke Indonesia. Sejak awal kami sangat optimistis, pameran ini akan memberikan input positif bagi pariwisata Indonesia. Konten dan paket wisata yang ditawarkan pada pasar di Singapura juga sangat bagus,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Secara khusus, pergerakan wisman Singapura menuju Indonesia sekitar 1,75 Juta orang sepanjang 2018. Pertumbuhannya positif 16% dari 2017. Profil ini pun menjadi dasar target jumbo 2,12 juta wisatawan Singapura pada tahun 2019. “Dengan semua lini bergerak bagus, target besar ini akan tercapai. Artinya, ada potensi aliran devisa lebih besar dan ini semakin mensejahterakan masyarakat Indonesia,” paparnya.

Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menerangkan, target transaksi juga akan diraih dari NATAS 2019. “Respon pasar Singapura ini bagus. Hal ini jadi peluang besar untuk meraih target transaksi. Kami yakin bisa membukukan nilai lebih baik dari tahun lalu. Dan, waktu yang ada masih cukup untuk mengejar potensi transaksi,” tutup Rizki. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *