Sukoharjo Punya Destinasi Terbaik Untuk Dikunjungi Saat Lebaran

oleh -1.702 views

SUARAJATIM.CO.ID– Bila ingin merasakan sensasi lengkap destinasi wisata, Sukoharjo tempatnya. Ada eksotisme nature dan culture yang luar biasa. Selain sejarah, Sukoharjo juga memiliki destinasi wisata religi. Komposisi ini menyempurnakan #PesonaDestinasiLebaran2018 dan #PesonaMudik2018.

“Secara kultural dan geografis wilayah Sukoharjo ini dekat dengan Surakarta atau Solo.Dengan kedekatan ini wajar bila destinasi Sukoharjo ini sangat lengkap. Mereka juga memiliki situs arkeologi yang besar di Kartosuro,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Minggu (3/6).

Menjadi bagian kuat dari peradaban budaya Jawa klasik, Sukoharjo memiliki beberapa spot terbaik. Ada jejak Kraton Kartasura di Ngadirejo. Wilayah ini juga memiliki histori beberapa tokoh besar. Sebut saja Sutawijaya yang akhirnya menjadi menjadi Raja Pajang. Atau, jejak Ki Ageng Purwoto Sidik yang jadi guru Raden Mas Karebet atau Jaka Tingkir.

“Selain menikmati nature-nya yang luar biasa, tidak ada salahnya membuka lagi wawasan histori yang besar. Sukoharjo ini situs sejarah dan pengetahuan yang besar. Tujuannya agar kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang besar. Jadi, saya ucapkan selamat berlibur dan menikmati sejarah hebat di Sukoharjo,” lanjut Menpar.

Berikut #Top10DestinasiLebaran di Kota Sukoharjo versi TripAdvisor.

1. Waduk Mulur Bendosari

Destinasi Waduk Mulur Bendosari ini memiliki pesona luar biasa. Lokasinya di Bendosari, Sukoharjo. Ada beragam senasi yang ditawarkan. Bagi penikmat pancing, maka waduk ini merupakan destinasi terbaik. Waduk ini memiliki varian ikan terbaik berupa jenis toman. Di sini juga terdapat ikan gabus dan patin. Pada moment tertentu, waduk ini juga menjadi venue lomba lomba dayung, jetski, dan motor air.

Kawasan ini memiliki luas 120 hektare, lalu 90 hektare diantaranya merupakan waduk. Menjadi zona yang potensial, beberapa pengembangan terus dilakukan. Waduk Mulur Bendosari juga juga memiliki beragam wahana permainan air. Ada perahu kayuh juga waterboom.

2. Geopark Batu Seribu Gentan

Sukoharjo memang juga memiliki Geopark Batu Seribu. Lokasinya ada di Gentan, Sukoharjo. Karena sangat instagramable, kawasan ini kerap didatangi generasi zaman now. Jalan masuknya juga seksi karena harus melewati terowongan berbentuk mulut naga. Di dekat pintu ini terdapat sumber air yang menyegarkan di bawah pohon gondang yang rimbun.

Kawasan ini memang masih alami. Lokasinya eksotis karena berada di Pegunungan Batu Seribu dengan banyak sumber air yang tidak pernah kering. Oleh warga, sumber air ini disebut Sumbber Pecinan. Dan, nuansanya menjadi semakin klasik karena di wilayah itu juga berdiri hutan jati dengan panorama indah.

3. Royal Water Adventure Telukan

Memberi warna lain, Royal Water Adventure dihadirkan oleh Sukoharjo. Lokasinya berada di Telukan, Sukoharjo. Spotnya mudah dijangkau karena berada di jalur Solo-Wonogiri, tepatnya Jalan Raya Telukan, Km 8, Sukoharjo. Suasananya jadi hangat karena kerahaman yang diberikan oleh masyarakat Sukoharjo. Konsep yang dibangun oleh destinasi ini adalah modern.

Ada beragam wahana yang ditawarkan di Royal Water Adventure. Destinasi ini memiliki gedung lantai 4 dengan beragam wahana menarik khusus anak-anak. Tersedia kolam arus, play ground, body slide, dan kolam renang semi olympic. Memberikan kepuasan, play ground bahkan dihadirkan di tengah kolam besar. Desainnya unik menyerupai istana warna warni.

4. Destinasi Wisata Telaga Biru Candirejo

Selain keramahan warganya, Destinasi Wisata Telaga Biru Candirejo juga menawarkan eksotisme tiada duanya. Lokasinya berada di Candirejo, Sukoharjo. Secara geografis berada di area perbatasan wilayah Sukoharjo dengan Gunungkidul. Hanya dengan membayar Rp10 ribu, pengunjung bisa menikmati sensasi mandi di air telaga kapur.

Uniknya telaga ini merupakan areal bekas tambang yang dibiarkan terbuka. Seiring waktu, spot ini berkembang menjadi telaga dengan karakter unik. Terkena efek mineral, warna air dari masing-masing lubang tambang pun berbeda. Karena dimerupakan bekas galian, mayoritas air di sini pun berwarna hijau.

5. Curug Krajan Weru

Memiliki wilayah dengan sebagar geografis lengkap, Sukoharjo juga memiliki air terjun. Destinasi ini diwakilkan kepada Curug Krajan. Lokasinya berada di Weru, Sukoharjo. Tepatnya berada di sisi selatan Sukoharjo. Karena lokasinya yang tersembunyi, kawasan ini masih sangat alami. Airnya jernih dan sangat menyegarkan. Wajar bila destinasi ini banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Selain panoramanya yang eksotis, spot di sini juga sangat instagramable. Detail ornamen batu-batunya sangat khas. Generasi zaman now berkunjung ke Curug Krajan untuk mengeksplore hobi fotoggrafi. Dengan keheningan yang dimilikinya, Curug Krajan menjadi destinasi ideal mengasingkan diri sejenak dari hiruk pikuk dan rutinitas keseharian.

6. Gunung Sepikul Gentan

Wisata Gunung Sepikul ini berada di wilayah Gentan, Sukoharjo. Lokasi ini memiliki keindahan yang luar biasa. Konsep petualangan pun ditawarkan dengan rute eksotis terbaik menuju puncak bukit. Rute ini bisa ditembus dari Dukuh Gunung Lor, Desa Tiyaran, Bulu. Begitu sampai di lokasi, pengunjung hanya perlu membayar parkir. Sepeda motor Rp2.000, lalu mobil Rp5.000.

Track yang ditawarkan pun cukup menantang. Pengunjung disuguhi track dengan elevasi sekitar 40-60 derajat. Namun, jalan yang dilalui sangat bagus. Di Gunung Sepikul ini ada banyak pilihan spot. Yaitu Watu Jaran, Watu Kandang, watu Tinggik, Watu Pawon, dan Watu Tumpuk. Saat berada di spot-spot itu, pengunjung akan mendapatkan panorama yang bebeda.

7. Wisata Kraton Kartosuro

Wilayah Sukoharjo juga menjadi situs arkeologi raksasa. Sebab, di sana juga terdapat Kraton Kartosuro. Lokasinya berada di Ngadirejo, Sukoharjo. Kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisnus dan wisman. Kuat dengan nuansa Islam, Keraton Kartosuro didirikan oleh Sunan Amangkura II pada tahun 1679 Masehi. Sunan Amangkurat II adalah suksesor Sunan Amangkurat I. Yaitu Raja Mataram dari Plered.

Memiliki nilai histori yang kuat, situs ini menjadi sangat penting. Di sini pengunjung masih bisa menjumpai sisa-sisa bangunan bekas Keraton Kartosuro. Ada pagar, tembok, dan benteng yang terbuat dari batubata setebal 2-3 meter dan memiliki ketinggian 3 meter. Lalu, pada beberapa bagian di dalam lingkungan benteng kedhaton berubah fungsi menjadi pemakaman kerabat Keraton Surakarta.

8. Pesanggrahan Langenharjo

Sarat histori, Pesanggarahan Langenharjo pun dihadirkan.Lokasinya berada di Grogol, Sukoharjo. Spot ini berupa bangunan kuno klasik dengan beberapa bagian. Ada pendopo depanyang disebut Prabasana. Tempat ini biasanya digunakan untuk pertunjukan wayang, sarasehan, juga tirakatan. Pada pendopo ini juga terdapat replika Kyai Rajamala yang diletakan di ujung dekat pintu.

Kembaran Kyai Rajamala ini terdapat di Museum Radyapustaka, Solo. Bentuk perahu Kyai Rajamala ini unik dengan hiasan bagian haluan diberi hiasan tokoh pewayangan. Di sini juga terdapat potongan kayu milik perahu Joko Tingkir. Pada pesanggrahan ini juga terdapat Sumur Bandung yang diklaim sebagai tempat air suci.

9. Wisata Religi Makan Ki Ageng Purwoto Sidik

Melengkapi situ besar arkeologi, Sukoharjo juga mengedepankan wisata religi. Tempatnya makam Ki Ageng Purwoto Sidik di Jatingarang, Sukoharjo. Kyai Ageng Purwoto Sidik (Ki Kebo Kanigoro) adalah suami dari Nyai Gadhung Melati. Kyai Ageng Purwoto juga merupakan guru dari Raden Mas Karebet (Jaka Tingkir/Sultan Hadiwijaya) pendiri Kerajaan Pajang.

Kyai Ageng Purwoto ini meninggalkan banyak petilasan di berbagai daerah. Hanya saja, Kyai Ageng Purwoto ini selalu berganti nama di setiap daerah sehingga banyak orang meragukan keasliannya. Lalu, ada kata kunci Banyubiru untukmemastikan kepastian jati diri tokoh mistis ini.

10. Wisata Religi Makam Ki Ageng Sutawijaya

Selain histori, makam Ki Ageng Sutawijaya ini menjadi destinasi wisata religi. Lokasinya berada di Majasto, Tawangsari, Sukoharjo. Secara geografis, makam ini ada di puncak bukit setinggi 60 meter di Pegunungan Kendeng Kidul. Panoramanya sangat eksotis dengan hamparan persawahan yang berada di sekitarnya. Selain, rumah-rumah warga yang tertata rapi.

Semasa hidupnya, Ki Ageng Sutawijaya yang juga dikenaldengan nama Joko Bodho adalah tokoh yang sakti. Sutawijaya merupakan putra nomor 107 dari raja terakhir Majapahit.yaitu Prabu Brawijaya V yang juga menjadi guru dari Jaka Tingkir. Kelak dikemudian hari, Jaka Tingkir ini menjadi Raja Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *