Sulsel Ingin Jadikan Pariwisata Sumber Pendapatan Utama

oleh -1.149 views

SUARAJATIM.CO.ID, MAKASSAR – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ingin sumber pendapatan daerahnya lebih fokus dari sektor pariwisata, selain pertambangan. Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat membahas Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bersama DPRD, Jumat (18/1).

“Jadi kita bisa lihat, di beberapa daerah, termasuk di Indonesia ini. Semua mulai mengalihkan ke sektor pariwisata, karena pariwisata ini adalah akan menjadi salah satu sumber pendapatan kita yang besar, dan akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” jelas Nurdin Abdullah.

Dia mencontohkan bagaimana provinsi yang ada di Pulau Kalimantan yang sudah mulai mengubah cara berpikirnya. Mengenai Bagaimana potensi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dalam hal ini soal pertambangan.

“Kita bisa lihat, Kalimantan sekarang sudah mulai berbenah, yang tadinya begitu besar potensi tambang sudah mulai berbenah,” kata Nurdin Abdullah.

Lebih lanjut dijelaskannya, Sulsel memiliki potensi pariwisata dari 24 kabupaten kota Se-Sulsel. Menurutnya, dari semua tempat pariwisata tersebut tinggal bagaimana diperbaiki lagi.

“Sekarang sudah mulai. Sebenarnya yang ada saja ini kita bisa poles, seperti Toraja. Toraja kita kembalikan kejayaan turis ke sana, kita punya Bira (Kabupaten Bulukumba), kita punya Bantimurung (Kabupaten Maros), Air Panas di Lejja (Kabupaten Soppeng),” ungkapnya.

Sementara, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan tengah merancang alokasi belanja iklan promosi pariwisata tahun anggaran 2019.

Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur mengaku, alokasi belanja iklan promosi pariwisata di Sulsel lima tahun terakhir ini masih minim. Sehingga, perlu dirancang lagi agar pariwisata Sulsel terpromosikan.

“Sebagai perwakilan unsur media dalam Pentahelix Kepariwisataan Sulsel. Kami memiliki tanggung jawab untuk menyusun skim pembiayaan iklan promosi pariwisata daerah. Kami sadar jika alokasi belanja promosi dianggap kurang tepat sasaran,” ujar Hendra.

Ia juga mengaku akan menggelar pertemuan dengan seluruh pemimpin perusahaan media lokal dan perwakilan media nasional dalam waktu dekat ini. Menurutnya, Sulsel wajib menjadi pioner atau provinsi terdepan yang bisa melakukan gerakan promosi pariwisata bersama di wilayah timur Indonesia.

“Belanja promosi pariwisata tidak murah. Tak cukup jika alokasinya dibebankan ke APBD maupun sharing pemerintah pusat melalui alokasi APBN. Sebaiknya anggaran promosi disatukan agar bisa menjangkau pasar yang lebih besar,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar untuk Indonesia bila dikelola secara maksimal. Contohnya saja ada beberapa daerah yang pendapatan asli daerah (PAD) meningkat secara signifikan setelah mengelola sektor wisatanya secara baik.

“Di Samosir tumbuh 81 persen PAD-nya karena kontribusi pariwisata. Banyuwangi juga menjadi destinasi wisata terbaik menurut UNWTO (organisasi wisata dunia),” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menyebut, Sulsel dijadikan jembatan pariwisata. Khususnya, untuk konektivitas dari Bandara Internasional Sultan Hasanunddin Makassar. Bandara ini menjadi hub dan pintu gerbang bagi wisatawan berwisata ke destinasi di Indonesia Timur.

“Target pariwisata Sulsel akan tercapai bila para CEO daerah, khususnya di Sulawesi Selatan, semakin serius dan committed. Terutama terhadap pengembangan pariwisata daerah, untuk mengingat potensinya yang begitu besar bagi kesejahteraan bersama,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *