Susur Sungai, Cara Terbaik Menikmati Kalimantan Tengah

oleh -504 views

JAKARTA – Kalimantan Tengah sudah meluncurkan beragam atraksinya dalam Calendar of Event 2019. Dua diantaranya termasuk dalam 100 Top Event Nasional, yaitu Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2019 dan Festival Babukung 2019. Selain kaya atraksi, Kalteng juga memiliki segudang destinasi yang ciamik. Dan ada satu cara keren untuk menikmatinya. Melalui susur sungai.

Petualangan susur sungai di Kalimantan Tengah sangat menarik. Karena, kalian akan dihubungkan dengan beberapa taman nasional. Ada Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, TN Sebangau, hingga Taman Wisata Alam Tanjung Keluang.

“Untuk atraksi, launchingnya sudah dilakukan. Tapi, Kalimantan Tengah memiliki lebih dari itu. Kalteng banyak menawarkan experience terbaiknya. Sebab, kami memiliki TN dengan karakter luar bisa. Untuk susur sungai, kita punya banyak kapal. Di wilayah Kumai saja ada 100 kapal. Yang jelas, susur sungai dan masuk ke TN jadi paket yang menarik. Jadi, kunjungan wisatawan lengkap baik budaya dan alam,” ujar Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fikri, Selasa (19/3).

Salah satu destinasi yang dijamin akan menarik perhatian adalah Taman Nasional Tanjung Puting. Taman ini menyimpan berjuta pesona. Secara geografis, TN ini masuk wilayah Seruyan dan Kotawaringin Barat. TN Tanjung Puting memiliki luas 415.040 Hektar. Rinciannya, 300.040 Hektare untuk Suaka Margasatwa. Ada juga Hutan Produksi dengan luas 90 Ribu Hektare, lalu 25 Ribu Hektare kawasan perainan.

Dengan 8,33% kawasan perairan, TN Tanjung Puting punya banyak sungai. Ada Sungai Sekonyer, Kumai, dan Air Hitam. Untuk destinasi wisatanya, seperti Tanjung Harapan, Camp Pondok Ambung, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. “TN Tanjung Puting juga kaya dengan flora dan fauna. Kawasan ini ramai dikunjungi wisman. Mereka ingin melihat Orangutan langsung di alam,” kata Fahrizal lagi.

Primata memang menjadi daya tarik utama TN Tanjung Puting. Di sini ada 38 jenis mamalia. Dari angka itu, 7 diantaranya sangat familiar. Ada Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus), Bekantan (Nasalis Larvatus), dan Owa Kalimantan (Hylobates Agilis). Ada juga Beruang madu (Helarctos Malayanus), Rusa Sambar, Kijang Muncak (Muntiacus Muntjak), hingga mamalia air Duyung (Dugong Dugong).

Sedangkan Taman Nasional Sebangau berada di wilayah administrasi Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Pulang Pisau. Luasnya mencapai 542.141 Hektar dengan aliran Sungai Sebangau dan Katingan. Di sini ada 808 jenis flora, 35 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 spesies ular. Fauna yang terkenal adalah Pongo Pygmaeus, Nasalis Larvatus, Hylobates agilitis.

TN Sebangau juga memiliki koleksi Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis), Burung Rangkong (Hornbills), dan Macan Daun. Untuk vegetasinya seperti, kayu dan non kayu. Non kayunya terdiri dari getah-getahan, rotan, dan obat-obatan.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan, suasana alam yang ada di taman nasional sangat eksotis.

“View di semua TN ini sangat indah dan khas. Keindahan destinasi ini juga sayang bila dilewatkan. Nanti detailnya paket dan harganya akan disampaikan. Yang jelas, akomodasi dan transportasi sangat bagus di Kalimantan Tengah,” jelas Guntur.

Sementara Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang berada di wilayah Teluk Kumai, Kotawaringin Barat. Pantainya memiliki pasir putih dengan ombak tenang. Experience terbaik yang ditawarkan adalah edukasi penyu, camping, hingga melukis dengan getah nipah. Untuk edukasi penyu ada pendidikan satwa, survey penyu, dan pelepasan anak penyu (tukik).

“Menunjuk TN dan TWA sebagai paket wisata untuk event Kalimantan Tengah sangat ideal. Destinasi itu sangat terkenal dan selalu menarik untuk dieksplorasi. Saat ini waktunya masih cukup, meski paket sudah harus dipromosikan. Kemenpar juga akan bantu untuk branding ke mancanegara adar wisman bisa optimal,” tegas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Wisman memang menjadi bidikan utama duo festival milik Kalimantan Tengah. Sebab, FBIM 2019 sudah membidik 500 orang wisman. Ada juga target 25.000 wisnus. Untuk Festival Babukung 2019 targetnya 250 wisman dan 10.000 wisnus.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menerangkan, paket wisata menjadi value lain yang ditawarkan sebuah event.

“Paket ini untuk memudahkan mobilitas wisatawan. Agar mereka bisa mengekplorasi banyak sisi dari Kalimantan Timur. Jadi, nuansa budaya dan alamnya dapat semuanya. Dengan begitu, wisatawan punya banyak value saat berkunjung ke sana. Semua potensi memang harus dioptimalkan, apalagi festival ini juga media branding untuk jangka panjang,” tutup Menpar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *