Tari Jejer Gandrung Iringi Pembukaan ITDBI 2018

oleh -1.036 views

SUARAJATIM.CO.ID– Tarian khas Banyuwangi, Jejer Gandrung, mengawali opening ceremony International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (24/9) malam.

Ketua Pelaksana Calendar of Event 2018 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, menilai tampilnya Tari Jejer Gandrung sebagai atraksi pembuka sudah tepat.

“Tarian ini adalah khas Banyuwangi. Jadi sangat tepat sekali jika ditampilkan dalam event besar seperti International Tour de Banyuwangi Ijen,” papar Esthy yang membuka secara resmi lomba balap sepeda ini.

Tari Jejer Gandrung dipentaskan para penari wanita dengan alunan musik gamelan. Tarian ini menggambarkan masyarakat Blambangan, Banyuwangi, yang selalu hormat atau syukur terhadap Dewi Sri (Dewi Padi). Karena, telah membawa kesejahteraan berupa hasil panen bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, pada zaman dahulu Tari Jejer Gandrung dipentaskan setiap selesai panen. Namun, sekarang tarian ini ditampilkan dalam penyambutan tamu di Banyuwangi. Baik dalam acara formal maupun informal.

“Setiap orang yang melihat tarian ini pasti tertarik. Tak heran jika tarian ini sudah sering tampil dalam event-event berkelas,” paparnya.

Esthy yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata tidak asal bicara. Tahun 2017 lalu, Tarian Jejer Gandrung dipercaya tampil di Istana Negara. Momennya adalah HUT ke-72 RI. Presiden Joko Widodo pun dibuat terkagum-kagum.

Aksi fenomenal juga pernah dicatatkan Tari Jejer Gandrun. Tepatnya lewat atraksi menari di dalam air. Eventnya adalah Underwater Festival, di Pantai Bangsring Banyuwangi, 4-6 Mei 2018.

Salah satu yang paling membanggakan adalah saat Tari Jejer Gandrung tampil di Amerika Serikat, 7 Juli 2018. Tarian ini tampil di depan 2.000 pengunjung di berbagai kota. Mulai dari Chicago, Kentucky, Illinois, hingga Minnesota.

“Tari Jejer Gandrung adalah atraksi tepat untuk ditampilkan. Penonton dan wisatawan pun sangat menikmatinya,” papar Esthy.

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 sendiri dipastikan akan berlangsung seru. Karena, 19 tim dari 25 negara akan ambil bagian.

Negara-negara yang ambil bagian antara lain Laos, Korea, Belanda, Jepang, China, Malaysia, Thailand Australia, Vietnam, Filipina, Serbia.

“Sangat senang bisa ada disini. Saya sudah bisa merasakan atmosfer pertandingan yang menyenangkan. Saya akan bertanding dengan enjoy besok,” ujar Sjored Rep, pembalap dari Global Cycling Team asal Belanda.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku bangga bisa menggelar ITdBI. Apalagi mendapat support dari Kementerian Pariwisata.

“Terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung kami. Ini akan jadi energi positif bagi penyelenggaraan ITdBI,” kata Anas lewat sambungan face time.

ITdBI sudah bisa memenuhi persyaratan untuk menggelar balap sepeda 2.1. Atau, level tertinggi di balapan sepeda UCI.

Manteri Pariwisata Arief Yahya, memberikan acungan jempol terhadap pelaksanaan ITdBI 2018.

“Sport tourism adalah event yang tepat untuk mendatangkan wisatawan. Terbukti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen diikuti peserta dari 25 negara,” kata Menteri yang berhasil membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *