Tari Merakyat Melayu Bius Pembukaan Festival Crossborder Aruk 2019

oleh -494 views

ARUK – Pembukaan Festival Crossborder Aruk berlangsung kaya warna. Tari Merakyat Melayu yang membuka perhelatan tersebut berhasil membius tamu dan wisatawan yang datang. Penampilan ini makin membuat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan, Kalimantan Barat begitu meriah, Sabtu (30/3).

Barisan penari tampil begitu atraktif. Begitu gemulai, selaras dengan musik Melayu yang mengiringnya. Semuanya berbalut manis dengan warna-warni pakaian para penari yang seolah memberikan sambutan selamat datang bagi wisatawan.

“Ini merupakan salah satu strategi kita dalam mengundang wisatawan Malaysia lebih banyak lagi datang ke festival ini. Karena warga Malaysia yang tinggal di perbatasan ini bukan saja berasal dari suku Dayak saja. Dari suku Melayu pun banyak. Makanya kita sajikan juga kekayaan budaya Melayu di sini,” ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung, Sabtu (30/3).

Sajian lainnya pun tak kalah menariknya. Pertunjukkan musik tradisional Sape oleh Talino Poe membuat suasana semakin on. Dawai-dawai indah bersenandung begitu menghanyutkan. Alat musik traditional Kalimantan ini memang sudah mendunia. Meski bentuknya mirip gitar, namun cara memainkannya berbeda. Suaranya sangat unik dan khas. Dibutuhkan skil khusus dan juga rasa yang tinggi untuk memainkannya.

“Sajian-sajian budaya ini menjadi sebuah gambaran betapa kayanya adat budaya yang kita miliki. Sekaligus juga magnet yang efektif dalam mendatangkan wisatawan Malaysia. Karena kedekatan budaya menjadi semacam tali pengikat yang dapat membuat wisatawan datang,” ucap Adella.

Sementara itu Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono mengatakan, Festival Crossborder Aruk memang sengaja diset kaya warna. Selain pagelaran seni budaya ada juga sejumlah stand pameran untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menenangah (UMKM) di sekitar wilayah Aruk. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengembangan perekonomian masyarakat.

“Kita juga menampilkan Band Performance, Culinary and Bussiness Exhibition, selai pementasan budaya Melayu dan Dayak. Dimana dihari pertama ini kita akan tampilkan Tika Zeins sebagai pamungkas yang menutup acara,” terang Sapto.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Festival Crossborder merupakan cara efektif mengundang wisatawan negara tetangga datang. Karena menurutnya tourism itu mirip bisnis transportasi dan telekomunikasi. Membutuhkan kedekatan atau proximity. Baik itu kedekatan budaya (culture), maupun kedekatan jarak.

“Kedekatan emosional dan jarak ini yang kita manfaatkan. Yang pertama karena wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan secara geografis. Dengan kedekatan ini wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi kita. Kedua, mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional dengan kita sehingga lebih mudah didatangkan dengan atraksi yang tepat,” ucap Menpar Arief.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *