Tasikmalaya Disejukan Program Religi Bersholawat

oleh -513 views

SUARAJATIM.CO.ID– Bumi Tasikmalaya, Jawa Barat, terasa sangat sejuk dan mendamaikan, Jumat (30/11). Sebab, alunan Zikir, Manaqib, hingga Tabligh Akbar terdengar begitu syahdu. Beragam latar belakang masyarakat berkumpul. Mereka bersama-sama memuji dan mengagungkan Asma Allah SWT.

Support besar diberikan oleh Kemenpar melalui program Tasik Bersholawat. Kegiatan wisata religi ini digelar Jumat (30/11), pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB. Venuenya di Masjid Besar Cikatomas, Tasikmalaya. Program religi ini mendapatkan apresiasi publik. Ribuan jemaah dengan baju muslim terlihat memadati venue.

Program Tasik Bersholawat ini dihadiri Pangersa Guru Agung Syeikh Mursyid Abah Aos Ra Qs dari Pesantren Sirnarasa. Hadir juga Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Gus Sholih Anwar, dan KH Danial Luthfi Almahzuumi. Bergabung juga Rektor Unsil Tasik, Ketua MUI Tasikmalaya, Kyai, Ulama, Ihwan dan Ahwat TQN, hingga perwakilan Kemenpar dan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya tumpah ruah memenuhi venue.

“Masyarakat Tasikmalaya sangat religius. Nilai-nilai keagamaan tumbuh subur dan terpelihara baik di sana. Mereka pun terlihat sangat khusyuk menyimak berbagai acara yang disajikan. Program Tasik Bersholawat ini sangat penting dan memiliki fungsi strategis,” ungkap Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni, Jumat (30/11) malam.

Secara khusus, Ferdiansyah mengatakan, program Tasik Bersholawat ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan. Program ini juga menjadi media terbaik untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah. Lalu, impact positif akan tersebar menyentuh semua lini kehidupan masyarakat Tasikmalaya. Ferdiansyah pun menambahkan, ragkaian acara terbaik diberikan dalam Tasik Bershalawat.

“Kami optimistis, tingkat keimanan masyarakat Tasikmalaya akan bertambah setelah program ini. Kami tentu sangat gembira, karena mereka sangat menikmati rangkaian acara. Tidak beranjak dari venue hingga acara ini selesai. Kami memang memberikan content terbaik untuk agenda ini,” lanjut Ferdiansyah didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area 1 (Jawa) Wawan Gunawan.

Tasik Bersholawat juga menyajikan Seni Religi Gemyung Buhun. Program ini merupakan rangkaian yang tidak terputus, lanjut melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah dilanjut Dzikir dan amaliah. Berikutnya, content religi langsung dirilis. Ada Dzikir Akbar, Khataman, Sholat Sunah, dan Sholat Isya Berjamaah. Usai sholat, dilanjutkan Dzikir, Khataman, dan ditutup doa dan Sholat sunah. Agenda ini dipimpin oleh Abah Aos.

“Semua acara sangat bernuansa religi. Aktivitas sholat berjamaah ini menjadi momentum terbaik. Lalu, ditambah lagi adanya khataman dan dzikir. Semoga amalan dan ibadah yang dilantunkan jadi pahala. Ada keberkahan dan peningkatan kualitas dalam hidup,” jelas Wawan Gunawan.

Rangkaian agenda religi semakin lengkap dengan Majelis Doa. Agenda ini dipimpin oleh Ustaz Dadang dari Radio Galuh. Uztaz Lukman pun menenteramkan jiwa melalui lantunan Ayat Suci AL Qur’an yang sangat merdu. Dan, energi besar diberikan KH Maman Usman melalui lantunan Sholawat yang berasa sangat menyejukan. Ada juga Tanbih dan Tawasul hingga pembacaan Man’qobah.

Salah seorang dosen dari Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Lucy Dian Rosalin sengaja datang karena mendapat info dari media adanya Tasik Bersholawat.

“Nuansa religi sangat kuat dalam Tasik Bersholawat. Semuanya bersholawat. Program ini telah memberi inspirasi besar bagi masyarakat Tasikmalaya. Lebih dari itu, program Tasik Bersholawat juga sebagai atraksi wisata religi yang sangat positif memberi peluang usaha yang potensial. Di sini, masyarakat mendapatkan keseimbangan duniawi dan ukhrowi,” terang Lucy Dian Rosalin.

Daftar acara program Tasik Bersholawat semakin panjang. Khidmat Ilmiah diberikan Ustaz Danial Lutfi Almah Zuumi sebagai bekal hidup. Ada juga Doa Khusus dari Abah Aos, terutama bagi mereka yang memiliki hajat (keinginan). Mushafahah dan Sholawat juga terus dikumandangkan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memberikan apresiasi atas penyelenggaraan program Tasik Bersholawat.

“Event-event religi seperti ini harus disupport penuh. Sebab, ada banyak nilai positif yang disebarkan. Wisata religi ini menjadi kekuatan potensial Tasikmalaya. Apalagi, aksesibilitas dan amanitas di sana luar biasa,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *