The Best Street Food Fiesta Tawarkan Konsep Tradisional

oleh -535 views

BATAM – Panitia memilih konsep tradisional untuk event The Best Street Food Fiesta yang akan digelar di Batam View Beach Resort, tanggal 2 Maret nanti. Konsep ini dipilih untuk menawarkan hal berbeda dan suasana baru bagi pengunjung. Meski demikian, tak semua yang disajikan adalah menu tradisional. Sebagian di antaranya tetap makanan modern dengan citarasa unggulan.

General Manager Batam View Beach Resort yang juga Ketua Nongsa Sensation Destinasi Batam Anddy Fong mengatakan, The Best Street Food Fiesta sebenarnya mengadopsi kegiatan-kegiatan sebelumnya yang memang sudah sering ia lakukan. Hanya saja, selama ini yang ditampilkan khusus masakan Nusantara.

“Akhirnya saya terpikir untuk memadukan kuliner dari tiga negara sekaligus. Yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand. Maka muncullah The Best Street Food Fiesta yang sebentar lagi digelar. Pokoknya bakal jadi wisata kuliner yang menarik,” ujarnya Senin (25/2).

Panitia menargetkan 300 pax pada event ini. Dari chef Indonesia akan dihidangkan menu ikan bakar, gado-gado, rujak buah, kangkung belacan, ayam penyet, hingga martabak manis. Dari chef Penang (Malaysia) ada fried koay teow, prawn mee, dan ice kacang. Sementara dari chef Thailand menawarkan pandan chicken, thai hor fun, dan vietnamese roll.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, Batam menjadi surganya kuliner karena daerah ini dihuni beragam etnis yang membawa citarasa masakan berbeda. Paduan bumbu dan rempah menyatu dengan bahan-bahan pilihan, menghadirkan menu spesial yang sulit dicari di wilayah lain.

“Kekayaan kuliner itulah yang kemudian memunculkan event bertajuk ‘The Best of Street Food’, tanggal 2 Maret nanti. Ini bukan hanya untuk mengenalkan jenis-jenis makanan favorit, tetapi sekaligus untuk menarik wisatawan ke Batam,” ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani menambahkan, The Best Street Food Fiesta akan digelar 2 Maret nanti mulai pukul 17.00 WIB. Ia berharap akan banyak pengunjung yang datang untuk mengenal dan mencicipi menu favorit dari ketiga negara.

“Harapannya, event tersebut sukses besar sehingga bisa dilanjutkan lagi tahun depan. Kami sangat mendukung gelaran seperti ini karena selalu ada potensi untuk menarik wisatawan,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kuliner merupakan bisnis yang sempurna karena porsinya besar hingga 40 persen. Sayangnya, kuliner Indonesia saat ini belum memiliki national food. Ini karena Indonesia memiliki banyak makanan khas di daerah-daerah.

“Berdasarkan data yang ada, untuk pariwisata, sebanyak 30-40 persen pengeluaran orang adalah di kuliner. Dari ekonomi kreatif di Indonesia, 40 persen merupakan kuliner, 20 persen fashion, dan 15 persen craft,” bebernya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *