Tiga Jurus Kemenparekraf Bangkitkan Industri Pariwisata di Tengah Pandemi Corona

oleh -91 views

PROBOLINGGO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menginisiasi gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan Gerakan Pakai Masker (GPM). Kedua gerakan ini diluncurkan untuk mengakselerasi pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Kurleni Ukar mengajak pemangku kepentingan yang hadir untuk bersama-sama mengendalikan penularan Covid-19.

Sebab, katanya, berdasarkan penelitian lembaga internasional, diperkirakan sektor pariwisata baru akan pulih dua tahun ke depan atau tahun 2023. “Tidak bisa pulih dalam waktu cepat, kecuali tiba-tiba vaksin ditemukan dan pandemi ini berakhir,” kata dia di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Minggu (6/9/2020).

Untuk itu, langkah-langkah antisipasi pun telah dilakukan. Salah satunya dengan gencar mensosialisasikan protokol kesehatan di destinasi wisata. “Upaya yang kita lakukan adalah dengan menggencarkan sosialisasi kepada masarakat mengenai potokol kesahatan di destinasi wisata,” ujarnya. Selain itu juga mluncurkan berbagai program, di antaranya Indonesia Care yang menegaskan bahwa Indonesia peduli akan keselamatan semua, keselamatan wisatawan dan keselamatan masyarakat. “Begitu juga dengan industrinya, sehingga kita berharap bisa membangkitkan kepercayaan kepada wisatawan untuk berkunjung ke destinasi di Indonesia,” tuturnya.

Ia meminta kepada stakeholder pariwisata untuk membangun destinasi wisatanya sesuai standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Pengelola destinasi, pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan selalu menjalankan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai kebiasaan baru dan wajib dijalankan.

Dengan begitu, wisatawan akan merasa aman dan terlindungi ketika melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi. Health and hygiene serta safety and security merupakan dua faktor penilaian dalam Travel and Tourism Competitiveness Index akan menjadi prioritas utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Penerapan protokol kesehatan tak hanya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun harus terus digalakkan oleh stakeholder pariwisata, sehingga sektor pariwisata dapat tetap produktif dan aman.

Masih berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index, daya saing pariwisata Indonesia berada pada posisi 102 dari 140 negara. Melalui kegiatan ini, Kurleni Ukar berharap dapat membangkitkan nilai indeks pariwisata Indonesia. Kita ingin membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif. Diharapkan penerapan protokol kesehatan secara disiplin dengan penuh kesadaran serta kesiapan destinasi di era new normal dapat meningkatkan kualitas daya saing pariwisata Indonesia dan mengembalikan kepercayaan wisatawan sehingga dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata.

Dengan demikian wisatawan merasa aman dan nyaman saat melakukan kunjungan wisata ke Indonesia. Ini kita lakukan untuk membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19, sekaligus memberikan kepercayaan kepada wisatawan untuk datang ke destinasi.

Melalui gerakan ini ia berharap pariwisata Indonesia dapat pulih dan kondisinya menjadi lebih baik lagi. Ia berharap masyarakat betul-betul menyadari pentingnya Gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan pariwisata Indonesia.

Harapannya gerakan ini terus berlangsung tak hanya pada saat gerakan ini dilaksanakan saa, tetapi ini diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari dan menjadi satu upaya gotong-royong dan bersinergi menerapkan protokol kesehatan.

Gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker telah diselenggarakan di lebih dari 38 kabupaten/kota di Indonesia. Di Jawa Timur, kegiatan ini diselenggarakan di tiga kota yakni Malang, Banyuwangi dan Probolinggo. Gerakan ini melibatkan lintas stakeholder untuk meyakinkan wisatawan bahwa destinasi pariwisata di Indonesia telah siap dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *