Top, Tradisi Gejog Lesung Dikenalkan Saat Launching Pasar Ngingrong

oleh -1.119 views

SUARAJATIM.CO.ID– Pasar Ngingrong adalah contoh destinasi digital yang dipersiapkan dengan baik. Hasilnya, launching berlangsung keren. Destinasi ini diluncurkan oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja dengan tradisi Gejog Lesung yang dilakukan seluruh stakeholder pariwisata Gunungkidul.

Gejong lesung adalah tradisi khas masyarakat Yogyakarta. Yaitu aktivitas lima sampai enam yang orang memukul atau menumbuk lesung alias tempat menumbuk padi. Aktivitas dilakukan menggunakan dengan alu atau kayu penumbuk.

Gejog lesung dikenal sebagai ungkapan syukur warga atas melimpahnya panen padi. Sebelum mesin penggiling padi dikenal, masyarakat menggunakan lesung untuk memisahkan padi dari batangnya.

Nilai-nilai tradisional inilah yang diperkenalkan GenPI Jogja saat meluncurkan Pasar Ngingrong. Destinasi digital ini diluncurkan di kawasan Geosite Ngingrong, Gunungkidul, Sabtu (8/9).

Pasar Ngingrong menjadi destinasi digital kedua milik Genpi Jogja, setelah Pasar Kakilangit. Acaranya berlangsung pukul 14.00 hingga 19.00 WIB. Suasana menjadi seru karena peluncuran dilakukan dalam event Festival Kuliner Gunungkidul.

“Alhamdulillah sukses, ramai, dan heboh. Ini merupakan sebuah pencapaian bersama. Bukan saja GenPI Jogja, tetapi seluruh pihak, termasuk juga warga masyarakat sekitar yang begitu antusias membangun destinasi digital ini,” kata Koordinator GenPI Jogja, Nunung Elizabeth.

Bagaimana tidak heboh, acaranya dikonsep super seru. Selain gejog lesung, pembukaan diwarnai aneka tarian tradisional. Momennya Festival Tarian Tradisional. Ada juga penampilan Bikustik Band. Dan tentunya atraksi Jemparingan, yang memberikan warna lain destinasi ini.

Pengunjung tidak hanya antusias terhadap acara hiburan saja. Acara diskusi Jagongan Destinasi Wisata, juga dipilih. Narasumbernya pun tak main-main. GenPI Jogja menghadirkan narasumber dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dinas Pariwisata Gunungkidul, dan influencer sosial media.

“Destinasi Digital sengaja dibangun untuk mendorong anak muda zaman now untuk turut menyebarkan konten positif dan mempromosikan destinasi wisata Indonesia. Salah satu cara agar sebuah tempat wisata baru mudah dikenal dan cepat menjadi viral di masyarakat adalah dengan menciptakan destinasi yang instagramable dan menarik seperti destinasi digital ini,” ujarnya

Selain konsep acaranya yang keren, Pasar Ngingrong juga diberikan sentuhan artistik yang paten. Spot instagramablenya banyak. Hutan kawasan Geosite Ngingrong diubah menjadi etalase seni yang memanjakan pengunjung.

Soal kuliner apalagi. Berbagai kuliner khas Gunungkidul dapat ditemukan disini. Rasanya maknyus! Harganya pun tidak menguras kantong. Dan yang pasti semuanya disiapkan oleh warga sekitar. Ini tentunya sangat membantu peningkatan perekonomian masyarakat sekitar lokasi pasar.

Serunya Pasar Ngingrong diakui Pipit Damayanti, seorang media sosial influencer asal Jogja. Menurut pemilik akun instagram @kulineryogya ini, Indonesia merupakan melting pot dari banyak budaya. Mencari kuliner yang asli sangat sulit karena tentunya keberagaman budaya yang satu mempengaruhi kebudayaan yang lain.

Tapi, warga lokal memahami lingkungan vegetasi di sekitarnya, kemudian menyulap menjadi kuliner siap saji. Itu merupakan kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

“Pasar Ngingrong memiliki menu yang saya yakin tidak ditemukan di tempat lain. Kami baru saja mencoba menu buntil daun mengkudu. Bayangkan saja, daun mengkudu yang ditempat lain tidak memiliki nilai jual. Di Pasar Ngingrong, daun mengkudu memiliki nilai ekonomis. Ini merupakan kearifan lokal,” ungkap Pipit.

Kehadiran Pasar Ngingrong diyakini bisa mengangkat Lembah Ngingrong. Yaitu 1 dari 16 geosite Gunungsewu Geopark Network di Gunungkidul. Luasnya sekitar 10 hektare dengan kedalaman 80 meter. Lokasinya di antara jalan Mulo – Tepus. Ngingrong mudah jangkau wisatawan.

Pengembangan pun akan dilakukan untuk membuat destinasi ini semakin lengkap. Dinas Pariwisata Gunungkidul sudah menyiapkan sisi selatan Ngingrong sebagai areal camping ground. Bahkan berencana membangun kawasan ini sebagai Nomadic Tourism.

“Gunungkidul sudah menganggarkan pembangunan destinasi digital Pasar Ngingrong di tahun 2019. Kami ingin destinasi ini menjadi lebih besar. Saat ini rencana anggaran sudah di meja Dewan. Kita doakan saja goal. Sehingga pembangunan bisa segera kita laksanakan,” ujar Bupati Gunungkidul Badingah.

Dukungan disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang paling cepat, mudah dan murah menghasilkan devisa. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PDB) serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Pariwisata adalah sektor yang paling menjanjikan. Sebuah kenyataan yang sudah bisa dirasakan oleh Gunungkidul yang menjadi salah satu daerah pariwisata paling berkembang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi tersebut juga mendorong GenPI untuk tidak pernah lelah berkreasi demi kemajuan pariwisata Indonesia. Pengembangan destinasi digital merupakan salah satu bentuknya.

“Destinasi digital jadi media pembelajaran bagi GenPI. Mereka belajar
creative values dan commercial values. Generasi milenial ini juga belajar bermedia sosial yang positif dan keren dengan mengangkat lalu
mempromosikan pariwisata. Mereka juga belajar berbisnis dan menciptakan peluang untuk mengangkat perekonomian masyarakat sekitar,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *