Usung Indonesia Incorporated, Kementerian PUPR Rampungkan ke KSPN Mandeh

oleh -838 views

SUARAJATIM.CO.ID– Semangat Indonesia Incorporated kembali bergaung. Kali ini, giliran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang action. Kementerian PUPR merampungkan pembangunan akses jalan ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandeh, Sumatera Barat.

Jalan dengan total 41,08 kilometer (km) semakin mempermudah wisatawan untuk mengunjungi Mandeh. Jalan tersebut dibangun dengan konsep yang sangat cantik. Suguhan pemandangan indah Samudera Hindia akan menyertai para wisatawan karena sebagian besar ruas jalan berada di tepi laut.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pembangunan jalan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian PUPR untuk pengembangan destinasi wisata. Juga mendukung pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan asing pada 2019 ke Indonesia. Terlebih, sektor pariwisata yang telah ditetapkan sebagai core ekonomi bangsa oleh Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan devisa dan investasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan terbangunnya akses jalan akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata Mandeh sebagai destinasi baru di Sumbar.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata Mandeh yang dikenal dengan pulau-pulaunya yang eksotis dan wisata baharinya,” katanya melalui siaran pers, Selasa (1/1).

Pembangunan jalan akses wisata Mandeh dilakukan secara bertahap oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Ditjen Bina Marga. Dalam kurun waktu 2015-2017, telah berhasil diselesaikan sepanjang 16 km dengan lebar enam meter dengan anggaran total Rp 88,26 miliar. Sementara 25,08 km diselesaikan pada tahun 2018.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Aidil Fiqri mengatakan, saat ini seluruh jalan akses wisata Mandeh sudah seluruhnya rampung dengan kondisi jalan teraspal. Jalan akses Wisata Mandeh akan meningkatkan konektivitas jalan mulai dari Teluk Kabung – Sungai Pisang – Sungai Nyalo – Mandeh – Carocok – Tarusan.

“Dengan terbangunnya jalan akses ke wisata Mandeh, akan mendukung alternatif wisata baru di Provinsi Sumatera Barat selain Kota Bukittinggi. Terlebih potensi kawasan wisata Mandeh sangat besar. Pemandangan alamnya luar biasa. Bahkan daerah ini sering dijuluki “Raja Empat”-nya Sumatera di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut Aidil Fiqri mengatakan, pada tahun 2018 pekerjaan pembangunan jalan dilakukan dengan tiga kontrak. Kontrak pertama ditandatangani 2 Mei 2018. Sebuah Paket Pekerjaan Jalan Akses Wisata Mandeh sepanjang 13,03 Km dengan nilai kontrak Rp 55,18 miliar. Pekerjaan ini ditangani oleh kontraktor PT Statika Mitrasarana dengan masa pelaksanaan 240 hari.

Kontrak kedua, yakni Paket Pembangunan Jalan Akses Wisata Mandeh (lanjutan) sepanjang 12,05 km dengan nilai Rp 59,9 miliar. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Lubuk Minturum Konstruksi Persada dengan masa pelaksanaan 240 hari.

“Kontrak ketiga yakni Paket Pekerjaan Penggantian, Rehabilitasi dan Pemeiliharaan Berkala Jembatan Ruas Jalan Akses Wisata Mandeh untuk 12 jembatan dengan total panjang 245 meter senilai Rp 12,7 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Pilar Prima Mandiri dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender. Kedua kontrak ditandatangani pada 21 Juni 2018 lalu. Pihak kontraktor masih bertanggung jawab selama satu tahun dalam masa pemeliharaan,” terangnya.

Mendengar hal tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya sumringah. Dirinya makin yakin KSPN Mandeh akan menjadi kawasan pariwisata unggulan Indonesia. Atraksi nature dan culture-nya luar biasa. Kekuatan wisata baharinya sangat potensial untuk dikembangkan. Pantainya keren, bawah lautnya indah tak terbantahkan.

“Punya gunung, punya pantai, punya persawahan, punya danau, punya kota di dataran tinggi dan tentunya punya akar budaya yang kuat. Sudah komplit pokoknya di Mandeh,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar sepakat pengembangan kawasan Mandeh, harus segera dikebut. Pembangunan jalan ini merupakan bukti kuatnya spirit Indonesia Incorporated. Arief menuturkan, di Mandeh, harus dibangun pusat amenitas, seperti hotel, convention hall, restoran, café dan fasilitas lainnya. Untuk itu aksesibilitas menjadi kunci utama percepatan pembangunan di kawasan tersebut.

“Aksesibilitas kawasan Mandeh yang berbatasan langsung dengan Kota Padang adalah kuncinya. Wisatawan dapat menjangkau Mandeh sekitar 1 jam sampai 1,5 jam dari Kota Padang. Saya membayangkannya seperti melihat Nusa Dua, Bali. Jadi orang Jakarta pun tidak harus jauh-jauh ke Raja Ampat, kalau di Sumatera juga ada. Pasti akan lebih murah dan menarik banyak orang,” pungkas Menteri asal Banyuwangi tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *