Wonderful Indonesia Ambil Bagian di Round The Bays Auckland 2019

oleh -534 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – Penguatan pasar New Zealand dilakukan Kemenpar. Kali ini, Wonderful Indonesia ambil bagian dalam Round The Bays Auckland 2019, ajang fun run terbesar di New Zealand. Sebagai pemikat, Wonderful Indonesian mengenalkan pesona budaya dan kekayaan alam nusantara.

Round The Bays Auckland (RTBA) 2019 akan digelar Minggu (3/3), pukul 09.30 waktu setempat, RTBA 2019 mengambil start dari CBD Auckland dan finish di St. Heliers Bay, Auckland, New Zealand. Total jarak tempuhnya 8,4 Kilometer. RTBA 2019 sedikitnya diikuti 26.000 orang peserta.

Berstatus fun run, peserta bisa menikmati beragam aktivitas. Selain berlari, para peserta bisa jogging dan berjalan dengan background pantai.

“RTBA 2019 kelasnya dunia. Ini event dengan partisipasi massa terbesar di New Zealand. Semua pasti ikut berlari di RTBA 2019. Karena, terbuka untuk umum. Profil ini tentu menjadi media branding sangat ideal. Karena itulah, Kemenpar hadir untuk membranding pariwisata Indonesia,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Rabu (27/2).

Dalam event ini, Indonesia akan menampilkan booth dengan konsep Kapal Pinisi. Ada beragam potensi sport tourism di dalamnya.

Secara garis besar, konsep sport tourism Indonesia terbagi 2. Ada hard dan soft sport tourism. Bagi hard sport tourism lebih mengarah kepada konsep event reguler. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games juga SEA Games. Untuk konsep soft sport tourism diarahkan kepada gaya hidup. Bentuknya bisa berupa lari, hiking, golf, hingga biking.

“Kami ingin publik tahu kalau Indonesia juga punya banyak event besar. Levelnya internasional dengan jumlah peserta sangat banyak. Kami harap publik New Zealand bisa bergabung di Indonesia. Apalagi, kami juga membuka layanan beragam pariwisata. Silahkan fasilitas ini dimanfaatkan untuk menggali banyak informasi terkait pariwisata Indonesia secara umum,” terang Kiki, sapaan Rizki Handayani.

Beberapa sport tourism yang dimiliki Indonesia yaitu, Jakarta Marathon, Bali Marathon, Iron Man, juga Tour De Singkarak. Ada juga event Bintan Triathlon hingga Golf Indonesia Master. Selain itu, Indonesia juga mengembangkan konsep sport tourism untuk bahari. Penawaran dari wisata bahari seperti, diving, surfing, dan rafting. Warna adventure melekat pada jungle tracking, bersepeda gunung, dan paralayang.

“Potensi sport tourism yang dimiliki Indonesia sangat besar. Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola event-event besar. Segera lakukan persiapan untuk bergabung di sport tourism akan digelar tahun 2019 ini,” tegas Kiki lagi.

Selain sport tourism, budaya Indonesia pun akan diperkenalkan melalui tarian tradisional hingga kostum karnaval. Beberapa seni dan budaya yang akan ditampilkan adalah Tari Sekar Jagat dan Tari Tor-Tor. Ada juga Sosial Dance Maumere. Untuk parade kostum eksotis bisa dinikmati melalui Fashion Show Carnival.

“Kami mendapatkan space lebar dalam pertunjukan. Kesempatan ini akan dimanfaatkan untuk promosi. Kami yakin bisa menarik perhatian publik New Zealand. Sebab, kami menampilkan beragam budaya eksotis. Ada juga penawaran sport tourism terbaik,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional IV (Australia, Selandia Baru, Oceania) Kemenpar Edy Wardoyo.

Edy menambahka, New Zealand jadi market penting karena status perekonomian masyarakatnya. Negeri Kiwi juga memiliki jumlah outbound yang kompetitif. “New Zealand selalu menarik. Pasar ini didukung profil negaranya yang maju dan kesehteraan tinggi masyarakat. Lebih penting lagi, jumlah outbound-nya melebihi jumlah penduduknya. Kami yakin pergerakannya ke Indonesia naik,” katanya.

Pergerakan wisatawan New Zealand cukup positif pada beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2018, tren kunjungan wisatawan New Zealand naik 20,03% dari tahun sebelumnya. Angka riil kunjungannya 128.324 orang. Pada 2017, jumlah kunjungannya sekitar 106.941 orang. Jumlah ini naik 2% karena pada 2016 arus masuk wiatawan Negeri Kiwi berjumlah 105.393 orang.

“Tren kunjungan wisatawan New Zealand sangat bagus. Jumlah ini akan terus terkoreksi naik karena ada branding besar-besaran melalui RTBA 2019. Kami tentu akan dorong destinasi yang selama ini jadi favorit. Selain itu, kami juga akan mengenalkan destinasi yang tidak kalah eksotis,” papar Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Area IV (New Zealand, Oceania) Kemenpar Titik Lestari.

Mengacu arus masuk wisman Januari-November 2018, wisatawan Negeri Kiwi punya Top 3 destinasi favorit. Ada Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri). Untuk Bali, pergerakan wisatawannya sekitar 102.982 orang. Arus masuk ke Jakarta mencapai 8.103 orang. Tanjung Uban (Kepri) ada di strip berikutnya dengan 2.053 orang. Selain Tanjung Uban, Batam (Kepri) juga menjadi alternatif dengan arus 1.791 orang wisatawan.

“Branding masif memang harus dilakukan Indonesia. Cara tersebut punya impact jangka panjang yang bagus. Pasti memiliki value ekonomi tinggi. Destinasi Indonesia juga sangat familiar di New Zealand, tapi tetap harus rutin diingatkan. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga luar biasa,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *