Wonderful Indonesia Dulang Rp117,51 Miliar dari ATF 2019

oleh -1.403 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – ASEAN Tourism Forum (ATF) 2019 memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Industri pariwisata Indonesia sukses mendulang potensi transaksi sekitar Rp117,51 Miliar. Angka itu didapat dari aktivitas B to B session selama ATF 2019 bergulir.

ASEAN Tourism Forum (ATF) 2019 berlangsung 16-18 Januari 2019, di Ha Long Bay City, Vietnam. Dengan format Travel Exchange (Travex), ATF 2019 pun menghasilkan income besar USD8,22 Juta atau sekitar Rp117,51 Miliar (kurs USD1=Rp14.300). Angka tersebut didulang dari 658 appointment dan transaksi untuk 60.316 pax.

Total ada 1.500 delegasi internasional yang hadir di Vietnam, termasuk Menteri Pariwisata Arief Yahya. Agenda ini juga diikuti 400 international buyers hingga 100 media internasional.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, ATF 2019 memang menjadi pasar potensial bagi Indonesia.

“Penyelenggaran ATF tahun ini berhasil dioptimalkan. Branding yang kami lakukan tepat sasaran. Dari ATF 2019 ini berhasil diraih potensi transaksi hingga Rp117,51 Miliar. Sejak awal kami optimistis bisa melakukan banyak hal untuk mendapatkan value besar,” ungkap Rizki, kemarin.

Diikuti oleh banyak peserta, Indonesia membukukan start positif di hari pertama, Kamis (17/1). Melalui kekuatan alam dan budayanya, Wonderful Indonesia sukses melakukan 414 appoinment. Jumlah pax transaksinya sekitar 36.916. Aktivitas B to B session ini mampu mengumpulkan potensi income USD4,97 Juta. Menggunakan kurs sama, nilai transaksi pembuka mencapai Rp71,16 Miliar.

“ATF 2019 sangat kompetitif. Kami langsung membukanya dengan potensi sekitar 60,5% dari total transaksi. Ini sangat bagus. Sebab, sejak awal kami memang langsung aktif membuat banyak deal. Lebih menarik lagi, respon besar juga diberikan pasar. Mereka sangat antusias dengan destinasi pariwisata di Indonesia,” jelas Kiki, sapaan Rizki Handayani Mustafa.

Membukukan angka besar, agresivitas meyakinkan pasar ATF 2019 berlanjut di hari ke-2. Digelar pada Jumat (18/1), Wonderful Indonesia tetap mendulang income bagus. Angkanya mencapai USD3,24 Juta atau sekitar Rp46,36 Miliar. Transaksi ini didulang melalui 244 appoinment dengan total 23.400 pax. Kiki menambahkan, kepercayaan publik terhadap pariwisata Indonesia sangat besar.

“Secara keseluruhan hasil ini positif. Sebab, efektivitas transaksi terus berlanjut di hari ke-2 ATF. Angka yang dihasilkan lebih rendah dari hari pertama. Sebab, rata-rata para buyer sudah membuat deal di hari pertama event. Terlepas dari dinamika transaksinya, ATF sangat percaya kepada pariwisata di Indonesia. Selain alam dan budayanya, kualitasnya memang sudah terbukti,” lanjut Kiki.

di ATF 2019, Wonderful Indonesia meraih banyak penghargaan. Ada 4 kategori yang diraih Indonesia di ATF 2019 Award. Untuk award kategori Community Based Tourism menjadi milik Pasar Karetan, Semarang, dan Bangsring Underwater, Banyuwangi. Kategori Homestay ada Tembi Village Guest House, Bantul.

ATF 2019 juga memberikan penghargaan untuk kategori Spa. Untuk Indonesia penghargaan ini diberikan kepada Bhava Spa, Heaven Spa by Westin, Martha Tilaar Spa, Taman Sari Royal Heritage Spa, hingga Ubud Traditional Spa. Sementara kategori Public Toilet diberikan kepada The Mulia Bali Public Toilet, The Bali Safari and Marine Park Public Toilet, juga Tunjungan Plaza Public Toilet.

“Wonderful Indonesia sangat solid di ATF 2019. Secara menyeluruh, misi branding berhasil. Sebab, pariwisata Indonesia harus mempertahankan eksistensinya di dunia. Terlebih eksistensi dipasar ASEAN seperti ini,” tegas Kiki lagi.

Di ATF 2019 Wonderful Indonesia memang menurunkan tim terbaik. Total ada 46 industri pariwisata yang disertakan. Mereka berasal dari Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Barat. Para pelaku industri pariwisata ini menawarkan paket pariwisata luar biasa.

“Apa yang dilakukan di ATF 2019 harus diapresiasi. Mereka semua luar biasa. Bisa mendapatkan angka potensi transaksi besar harus diapresiasi. Kami yakin, nantinya perputaran uangnya akan lebih besar. Sebab, wisatawan yang datang banyak melakukan aktivitas transaksi beragam. Angka-angka ini tentu sangat menjanjikan bagi masyarakat. Sebab, merekalah yang akan menikmatinya langsung,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *