Workshop Fesyen dan Kriya Kemenparekraf Sulap Budaya Manggarai Barat Bernilai Jual Global

oleh -66 views

LABUAN BAJO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melalui Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Direktorat Industri Kreatif Fesyen, Desain dan Kuliner menggagas event “Aksilarasi Workshop Fesyen Manggarai Barat 2020”. Kegiatan itu diselenggarakan pada 3-4 Desember 2020 di Pondok Mai Ceng’go Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Inovasi dan Kreatif, Josua Puji Mulia Simanjuntak dalam paparannya menerangkan, salah satu target workshop ini berupaya menggali budaya lokal untuk dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual global mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

“Workshop ini untuk menggali potensi kayaan lokal untuk dibuat sesuatu yang baru. Kita menggali budaya lokal dan membuat sesuatu yang baru yang memiliki daya tarik global,” kata Josua di lokasi acara, Kamis (3/12/2020). Sebab, kata dia, pemerintah saat ini tengah fokus membangun Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium. Nantinya, produk-produk ekonomi kreatif berkualitas Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo akan ditawarkan sebagai souvenir wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ketika pandemi usai.

“Nantinya produk-produk yang ada di sini pasti yang akan membeli itu adalah semua orang yang datang ke sini, mereka-mereka wisatawan dari mancanegara setelah pandemi usai,” papar dia. Saat pembangunan Labuan Bajo sebagai destinasi super premium usai, Josua yakin mereka yang akan datang berlibur juga adalah wisatawan kelas premium. Mereka memiliki experience untuk mendapatkan produk-produk unggulan yang ada di Labuan Bajo.

Dalam kerangka itu, pemerintah menurut Josua ingin masyarakat lokal yang mendapatkan benefit langsung dari dinamika sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Yang paling penting adalah tetap menjadikan warga masyarakat setempat, masyarakat lokal, putra-putri daerah itu menjadi aktor utama yang menerima benefit dari transformasi pariwisata yang akan mendorong transformasi ekonomi. Nanti akan muncul kantong-kantong ekonomi baru. Peran masyarakat lokal harus dominan. Ini salah satu pemikiran besarnya dari program akselerasi,” tuturnya.

Tenaga Ahli Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Inovasi dan Kreatif, Baskoro Junianto yang juga menjadi narasumber pada workshop itu menambahkan, ke depan penguatan destinasi super premium Labuan Bajo akan terus digenjot, utamanya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal pengembangn potensi ekonomi kreatif. “Tujuannya agar roda ekonomi masyarakat berputar. Nanti pelatihan lainnya akan diselenggarakan seperti  mengembangkan kuliner lokal, musik, teater, literatur, seni pertunjukan dan lain sebagainya,” papar dia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *