Yes! Pasar Semarangan Menggeliat Kembali

oleh -872 views

SUARAJATIM.CO.ID–Pasar Semarangan is back! Setelah vakum dua bulan, destinasi digital besutan GenPI Jateng ini langsung digeber tiga hari, 14-16 September 2018.

Kembalinya Pasar Semarangan ditandai dengan Festivaland, Jumat (14/9). Pembukaannya disajikan meriah. Parade musik dari berbagai genre hingga beragam brand besar, menyatu dalam konsep baru Pasar Semarangan. Festivaland adalah event perpaduan pameran UMKM dan pesta kuliner.

“Pasar Semarangan sudah aktif lagi. Setelah ini, pasar rencananya akan dibuka secara reguler. Yang jelas, ada banyak penyegaran dari Pasar Semarangan,” ungkap Juragan Pasar Semarangan Mei Kristanti, Jumat (14/9).

Pasar Semarangan berada di Kawasan Hutan Kota Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang.

“Suasananya sangat meriah. Sebab, agenda ini jadi kolaborasi Pasar Semarangan dengan event organizer Festivaland. Kemeriahan ini jadi momentum yang ideal untuk aktivasi kembali Pasar Semarangan,” terangnya lagi.

Festivaland menyajikan beragam hiburan. Diantaranya performance Barasuara, Danilla, Diskopantera, Fiersa Besari x Kerabat Kerja, hingga Serempet Gudal. Ada juga Figura Renata, GME, Sore Tenggelam, Nufi Wardhana, dan masih banyak lagi. “Performance ini berlangsung full. Kami harap para pengunjung bisa mendapatkan suasana terbaik di sini,” kata Mei.

Buat mereka yang suka berbelanja, Pasar Semarangan menyediakan berbagai brand yang bisa dipilih. Ada Frogstone, Patrick Stories, Argh Inspire, Plangtown, dan Alive. Dihadirkan juga Diamond Shoes & Care Troops sekaligus Amron Gift Shop. Yang menarik, Festivaland juga memberikan stand khusus bagi penyandang disabilitas.

“Umumnya, UMKM yang dilibatkan berasal dari Kota Semarang. Backgroundnya sangat beragam. Mereka yang sering pameran ke luar negeri juga dilibatkan. UMKM juga melibatkan para penyandang disabilitas. Yang jelas, semua karya yang ditampilkan di sini adalah terbaik,” terang Mei.

Semangat baru memang diusung Pasar Semarangan setelah kembali dari vakum. Pengelola merombak 50% lapak kulier. Dengan space yang tersedia, Pasar Semarangan memiliki 20 lapak untuk kuliner. Mei menjelaskan, evaluasi menyeluruh sudah dilakukan manajemen Pasar Semarangan sepanjang libur berjualan.

“Ada banyak pembenahan yang dilakukan di Pasar Semarangan. Selama dua bulan, kami melakukan evaluasi. Hingga terjadi pembauran sebagian dari lapak. Jadi saat ini, separo lapak yang berjualan di Pasar Semarangan merupakan muka baru. Kami berharap, kehadiran mereka membawa suasana baru yang lebih menyegarkan,” jelasnya.

Meski semagat baru, Pasar Semarangan tetap menghadirkan beberapa menu andalan. Ada sate krakal, beragam ayam goreng dan bakar hingga soto.

“Kulinernya tetap terbaik. Rasanya tetap nikmat. Apa yang kami sajikan selalu ramah lingkungan. Pasar Semarangan konsepnya tradisional, tapi lebih kekinian. Berbeda dengan Pasar Karetan yang tradisional dan seperti di era Majapahit,” kata Mei lagi.

Setelah aktif kembali, Pasar Semarangan akan buka secara reguler setiap Minggu pagi. Demi menambah sensasi pengunjung, wahana airsoft gun dan panahan juga disajikan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya terlihat sumringah menyambut geliat Pasar Semarangan. Apalagi, Pasar ini punya potensi market yang menjanjikan.

“Pembenahan untuk hal yang lebih baik harus dilakukan. Dengan beberapa perubahan yang dilakukan, kami yakin pengunjung Pasar Semarangan ini akan bertambah banyak. Kolaborasi dengan Festivaland ini bagus. Pengunjung memiliki variasi lebih saat berada di sana,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *