Duet Prabowo-Salim Segaf Aljufri Siap jadi Penantang Kuat Jokowi

oleh -972 views

Duet Prabowo-Salim Segaf Aljufri Siap jadi Penantang Kuat Jokowi

Ketua Majelis Syuro PKS Habib DR Salim Segaf Aljufri MA atau Ustaz Abdul Somad direkomendasikan menjadi kandidat cawapres pendamping Prabowo Subianto. Rekomendasi ini dilakukan saat ijtima ulama pada hari Minggu 29 Juli 2018.

Setelah Ustadz Abdul Somad membuat pernyataan tidak ingin maju menjadi cawapres, Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, kini tinggal Prabowo subianto-Salim Segaf Al Jufri, rekomendasi Ijtima Ulama yang bisa menjadi lawan kuat bagi petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Pengamat Komunikasi dan mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid, Irfan Fauzi Arief, kepada Liputan1.com, Minggu (29/7/2018).

“Saya yakin Ustadz Salim Segaf akan mampu berkomunikasi dengan partai politik yang berkoalisi dengan Prabowo, karena dia memiliki jejak karier politik dan birokrat,” ujar Irfan Fauzi Arief

Menurut dia, langkah menduetkan Prabowo-Salim Segaf langkah yang sangat tepat dan jauh lebih memiliki peluang untuk menandingi pasangan petahana Jokowi.

“Secara aneka survei, posisi elektabilitas Prabowo-Salim Segaf memang masih kecil. Tapi sosok Ustadz Salim Segaf dn juga juga faktor loyalitas dan militansi PKS  bisa menandingi pasangan petahana Jokowi,” tambahnya

Menurut Kang Irfan, panggilan akrab Irfan Fauzi Arief, Habib DR Salim Segaf Aljufri MA adalah Sosok Ulama Tawadhu’ dan Berprestasi Namun Tidak Gemar Pencitraan Sehingga Masyarakat Pun Banyak Tidak Tau Tentangnya

Profil  Singkat Habib DR Salim Segaf Aljufri MA

Pada 17 Juli 1954, di Pasar Kliwon, Solo, terlahir seorang bayi yang diberi nama Salim Segaf Al-Jufri. Ustadz Salim Segaf menghabiskan masa anak-anak di kota Solo sampai lulus di SD Diponegoro.

Setelah tamat Sekolah Dasar, Ustadz Salim berpindah ke Palu. Di kota ini sempat mengenyam pendidikan MTs Al-Khairaat dan MA Al-Khairaat. Sangat masuk akal, karena Ustadz Salim adalah cucu dari ulama besar yang menetap di Palu, yakni KH Said Idrus Al Jufri. Ulama yang lebih dikenal dengan nama “Guru Tua Al Jufri” adalah pendiri Yayasan Al Khairaat.

Lulus dari MA Al-Khairaat, Ustadz Salim merantau ke Arab Saudi, dan menyelesaikan jenjang S1, S2 dan S3 di Jurusan Syariah, Madinah University, Arab Saudi. Usai menyelesaikan pendidikannya di Arab Saudi, Ustadz Salim kembali ke Indonesia dan menjadi pengajar di Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Dosen Dirosat Islamiyah Al-Hikmah, Jakarta juga menjadi staf pengajar di Fakultas Syariah LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab), Jakarta. Di kancah internasional, Ustadz Salim merupakan Direktur Perwakilan WAMY (World Assembly of Muslim Youth) di Asia Timur dan Asia Tenggara sejak tahun 2002 hingga sekarang.

Pada 20 Juli 1998, Partai Keadilan (PK) dideklarasikan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Kemudian PK berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di partai dakwah ini, Ustadz Salim pernah menjabat sebagai ketua dewan syariah. Kemudian, pada tahun 2005, beliau ditunjuk Presiden SBY menjadi Dubes untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Oman sejak Desember 2005, yang konon satu-satunya Duta Besar yang menjabat Dubes selama 4 tahun dalam sejarah diplomat di Indonesia. Kemudian, beliau masuk dalam jajaran kabinet sebagai Menteri Sosial RI dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 – 2014).

Kemudian, berdasarkan Musyawarah Majelis Syuro PKS yang berlangsung di Lembang, Jawa Barat, bulan Agustus 2015, Ustadz Salim diberi amanah berat untuk menjadi Ketua Majelis Syuro PKS untuk periode 2015 hingga 2020. Majelis Syuro adalah lembaga tertinggi di tubuh Partai Keadilan Sejahtera.

Ustadz Salim menikah dengan Zaenab Alwi Basri dan dikaruniai 5 anak, yaitu Idrus Salim, Sarah Salim, ‘Afaf Salim, Rihab Salim dan Sumayyah Salim

Sosok Santun, Sederhana dan Bersahaja

Meski memiliki “darah biru” ulama dan berpendidikan tinggi dengan prestasi cemerlang, Ustadz Salim dikenal sebagai sosok yang sangat bersahaja. Saat menjadi menteri misalnya, ketika melakukan perjalanan ke daerah-daerah, beliau sering menginap di rumah masyarakat ketimbang hotel mewah. Ustadz Salim Segaf  sangat santun, jujur, lembut dan rajin beribadah. Saat Ramadhan, beliau biasa beri’tikaf di masjid.

“Saya sering sekali menemani kunjungan kerja ke daerah-daerah terpencil di Indonesia bahkan daerah sulit dituju karna faktor geografis dan tidak pernah dikunjungi aparat pemerintah, bahkan sekelas Camat setempat sekalipun,” lanjutnya

Dan yang menarik, ketika menjadi Menteri Sosial, ketika kunjungan kerja beliau sering meminta tidur dirumah warga yang paling miskin didaerah tersebut, tidak perduli apa agama & suku warga miskin tersebut.

“Jadi ketika menjadi Mensos, Habib Salim biasa tidur dirumah warga sangat miskin yang lantainya tanah dan dindingnya bilik,” tutur Kang Irfan

Nah karena Menteri tidur dirumah warga dikampung, maka otomatis pejabat daerah seperti Bupati dan Gubernur-pun akhirnya “terpaksa” ikutan tidur dirumah warga yg rumahnya tidak layak huni tersebut”.

Inilah Profil Habib DR Salim Segaf Aljufri MA, Rekomendasi Cawapres 2019 Ijtima’ Ulama Dan Tokoh Nasional

Inilah model pendidikan experetial learning yang diterapkan Habib Salim ketika menjadi Menteri Sosial kepada para pejabat dilingkungan Kementerian Sosial dan kepada Para Pejabat di Daerah, agar mereka bisa merasakan langsung bagaimana rasanya hidup dirumah yang tidak layak huni sehingga diharapkan bisa terpanggil nuraninya untul bekerja lebih baik buat masyarakatnya.

“Habib Salim adalah sosok yang bersahaja, intelektualitas akademiknya tidak patut diragukan dan pengalaman menjadi pejabat publik pun sudah teruji, muali jadi Dubes sampai Menteri, beliau guru yang mendidik tapi tidak menghardik, mengeritik tapi tanpa harus mencaci. Sosok bersahaja, yang pantas menjadi tokoh dinegeri ini, apalagi beliau mewakili masyarakat indonesia timur” terang pria yang juga menjabat sebagai Direktur Paramitra Foundation ini.

D”engan amanah berat yang disandangnya saat ini, mari kita doakan agar beliau senantiasa diberikan kekuatan,” pungkasnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *